If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Dalam Hati Saja Dalam Hati Saya

Pada suatu kerajaan, Airmata yang biasanya bertahta lengser dan beranjak. Airmata merasa tak perlu ada karena Percaya sudah mengundang Sang Rasa buat menggantikannya. Airmata senang karena akhirnya dia bisa beristirahat.


Sang Rasa masih canggung. Buat apa saya didatangkan kembali? Bukannya terakhir kerajaan ini porak poranda sehingga mau tak mau Airmata harus datang dan menyelesaikannya? Sang Rasa yang datang ditemani dua prajurit pendamping paling setia, Harapan dan Keraguan, menunggu di luar dan masih enggan buat masuk kembali. Ketakutan, teman setianya yang serupa musuh dalam selimut, kembali menemaninya di luar tahta, memusuhi Harapan dan membesarkan si Keraguan di hadapan Sang Rasa.


Percaya membujuk Sang Rasa untuk masuk dan berkuasa. Percaya berkata bahwa sudah waktunya, Sang Rasa harus kembali! Percaya mengatakan bahwa sudah jalanNya harus begini, Sang Rasa memiliki Percaya di sisinya untuk jadi lebih kuat dari sebelumnya. Percaya menatap Sang Rasa dengan penuh damba. Harapan juga senang bertemu lagi dengan Percaya! Akhirnya Harapan bisa kembali meng-ada. Percaya mengijinkannya untuk ada dan makin lama makin besar saja rasanya eksistensinya. Harapan tersenyum bangga.


Sang Rasa merasa bisa kembali dengan adanya Percaya dan Harapannya yang menggebu-gebu disisinya.


Tapi Keraguan juga masih ada. Dia teman setia Sang Rasa. Kali ini lebih menggila, karena Ketakutan membisiki keraguan, bahwa saat ini Harapan sudah terlalu berkuasa dan bisa saja menghancurkan segalanya. Keraguan sebetulnya hanya terlalu berjaga-jaga. Keraguan ada buat hindarkan Sang Rasa dari kejatuhan dan kehancurannya. Sang Rasa tau itu, karenanya ia tidak pernah meninggalkan Keraguan kemanapun ia melangkah. Ketakutan memaksa Keraguan untuk membawa pergi Sang Rasa karena mungkin belum waktunya Sang Rasa buat kembali, karena Ketakutan merasa bahwa orang itu yang membuat Percaya memanggil lagi Sang Rasa nantinya akan sama, Cuma membawa kembali Airmata di akhir keberadaannya! Ketakutan mempengaruhi Keraguan dengan suksesnya! Keraguan panik dan mencoba menarik lengan Sang Rasa supaya ia turun lagi! Jangan kesana! Nanti ada Airmata! Aku tau kamu membencinya!, seru Keraguan mengejutkan! Sang Rasa tertegun dan terdiam.


Dan ternyata hingga kapanpun, Sang Rasa sudah pernah tau sebelumnya, Harapan adalah musuh dalam selimut paling berbahaya! Sekarang saat ia sudah semakin besar dan meng-ada, Harapanlah yang membuat Keraguan tidak bisa bersama dengan Percaya dan Ketakutan masuk kembali ke sisi tahta!


Tiba-tiba terjadi lagi! Sang Rasa kembali berdarah! Sang Rasa menatap sekitarnya dengan penuh tanya, Siapa yang kembali melakukan ini padaku, tanyanya dengan ngilu yang kembali terasa. Percaya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa, tidak seperti dirinya yang kemarin saat memanggil Sang Rasa. Keraguan Cuma berdiri mematung dan menunjukkan muka bersalah yang sangat dibenci Sang Rasa tapi tidak bisa diusirnya. Harapan yang semakin besar saja ingin berlari keluar, merasa tempatnya bukan disini, karena tidak lagi ditemani Percaya di sisinya. Ketakutan berlari-lari di sekitar Sang Rasa dan membisikinya segala tanpa henti! Dan tiap Ketakutan bicara, Sang Rasa merasa lebih terluka.


Sang Rasa yang semakin jauh dari Percaya kembali bertanya, kalah lagikah saya? Lalu saya harus kemana? Sang Rasa diam saja dan mau kembali menyerah. Harapan menangis di sisinya, belum ingin dibunuh, tapi dia merasa bersalah. Sang Rasa tidak tahu tempatnya dimana� Ah.. itu dia! Akhirnya Airmata datang kembali. Sang Rasa mencoba melangkah keluar..

…………………………………………………………………………………………………………..

Tirainya ditutup sejenak.

Yang punya kerajaan merasa lelah.

Tunggu sejenak…

tenang sejenak…

sambil sedikit berharap dalam istirahatnya mungkin Sang Rasa menemukan jalannya
tanpa harus ditemani si Airmata.

Mari berharap�

Tidurlah dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 20, 2008 by in cicintaan, Feels and Thoughts and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: