If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

akhirnya… “pemahaman”

Semalam
sepulangnya aku dari siaran Romance jam 12 malam entah kenapa tiba-tiba
mengingat dirimu. Bukan tiba-tiba sebetulnya, karna sejak aku bicara dan diingatkan oleh temanmu
lagi bahwa memang yang kamu ceritakan adalah aku sering ngambek ga puguh dan membuatmu cape, aku kembali
berpikir semalam. Pemikiran yang terus dan panjang seiring perjalanan siaran
yang dicoba untuk tidak terpengaruh dengan pemikiran ini.

Sambil
memandangi jalanan Bandung di waktu malam yang gelap dan sepi aku teringat masa
itu. Masa di mana bersama kamulah aku susuri jalan tengah malam ini. Menggigil
dalam dingin berdua di atas motormu, mulai dari vezpa yang buatku penuh
kenangan, dan motor barumu yang membuat perjalanan lebih cepat. Aku ingat
ketulusanmu. Aku ingat kasih sayangmu. Aku ingat kamu.

Aku harus
jujur pada diriku sendiri. Karna bila aku tidak jujur aku tidak akan bisa
menerima semuanya. Aku harus jujur, karna kalau tidak jujur aku akan terus
diliputi penasaran dan ketidakpastian juga ketidakmengertian. Padahal aku tau.
Padahal aku sadar.

Sekali lagi
harus diungkapkan. Akulah yang bersalah. Akulah memang. Akulah yang membuatmu
lelah dengan semua tingkah lakuku dan akhirnya kamu menyerah. Akulah yang
membuatmu tidak nyaman dan memilih untuk meninggalkan. Aku tau akulah. Dan
karna masih tidak mau mengaku aku tidak tenang juga.

Memang kamu
sudah memiliki pengganti secepat ini dan itu agak menyakitkan buat aku. Tapi
sekali lagi, aku tersadar bahwa semua itu semata karna aku yang membuatmu
menyingkir pelan-pelan. Sekarang aku bisa menerima bahwa hal itu bukannya tidak
masuk akal, melainkan masuk akal, tapi belum bisa kupahami.

Memang
caramu mengagetkan dan tidak membicarakan semuanya sebelumnya, tapi mungkin
semua itu karna kamupun tidak tahu bagaimana caranya buat menghentikan rasa
lelah yang tiada berhenti ini dan lama-lama terasa menyakitkan. Yang akupun
sebetulnya tidak tahu. Jadi kamu harus mengambil jalan ini. Aku tidak akan
pernah tau, tapi yang aku tau bahwa aku memang punya andil dalam semua ini.

Mereka
salah, yang mengatakan kamu kejam. Mereka salah, yang mengatakan kamu jahat.
Mereka salah, yang mengatakan aku seharusnya marah. Karna kamu tidak kejam,
kamu bukannya jahat, dan memang aku sama sekali tidak ingin marah! Aku bisa
ingat kasih sayangmu kepadaku, kesabaranmu menghadapiku, kesediaanmu buat tetap
berada disisiku, kamu yang terus ada untukku, kamu yang membuatku tersenyum
bahkan dalam hari terberatku, kamu yang jadi sahabat paling baik untukku selama
setahun terakhir ini. Ternyata aku tidak bisa merubah pendapatku terhadapmu.
Kamu baik. Tidak ada cela dalam rasamu
yang dulu pernah ada. Mungkin akhirnya saja yang tidak sempurna. Tapi kamu
memang sangat baik. Dan dengan sedih karna pada akhirnya bukan aku, tapi
perempuan yang akan berakhir denganmu pastilah orang yang sangat beruntung.

Sudah
waktunya kuhentikan usaha mencari letak salahmu, karna sekalipun ada, semua ini
akulah yang mengawalinya. Aku mengakuinya. Aku tidak bisa dan memang tidak
perlu membencimu ataupun marah padamu. Mengungkap semua ini masih ada rasa
sedih yang terasa karna memang aku hanya manusia, tapi akhirnya rasa itu aku
dapat juga. Ikhlas. Penerimaan yang sesungguhnya.

Maafkan aku
menghantuimu dan mungkin menganggumu seminggu kemarin, hanya karna aku belum
paham juga dan tidak bisa mengakui bahwa semua ini memang hasil perbuatanku
sendiri, memang salahku. Maafkan aku mencari kejelekanmu yang semakin kucoba
cari semakin menyedihkan, karna selama perjalanan kita tidak ada rupanya. Ini
hanyalah komunikasi yang gagal. Ini hanyalah satu kisah yang HARUS terjadi
supaya aku dan kamu jadi lebih dewasa dan mendapat pelajaran.

Hingga
akhirnya memang tidak ada yang harus disesali. Kamu orang yang sangat baik,
tapi akupun baik, yang membuat semuanya tidak terasa baik adalah bila kita
bersama. Dengan begini, kita bisa menjadi orang yang jauh lebih baik lagi dari
sebelumnya dan itu terasa melegakan. Selega aku yang akhirnya bisa menulis ini
dengan jujur… terima kasih Rizal Triadi. Dan akhirnya aku bisa mengatakan
sekarang, berbahagialah! Dengan siapapun dan dengan bagaimanapun. Terima kasih
sudah memberikan cinta yang besar dan akhirnya bisa membuatku belajar. Aku baru
temukan pelajarannya setelah semua berlalu, tapi tetap saja tidak ada kata
terlambat untuk mengucap terima kasih. Yang sekarang sudah tidak hanya karna memang
harus diucapkan dalam mengakhiri hubungan. Suatu hari nanti, mungkin bukan
dalam waktu yang terlalu dekat, kita akan bisa menertawakan semua ini dan
melihatnya sebagai hal indah yang pernah terjadi, tidak perlu terulang lagi,
karna waktunya yang hanya sebentar justru menjadikannya berharga.

Akhirnya,
bukan selamat tinggal, tapi sampai jumpa ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 4, 2008 by in Uncategorized.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: