If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

hari ini saat semuanya akan kututup

Akhirnya kita bertemu lagi setelah hari Senin yang mengejutkan kamu mengucapkan kata-kata yang bagaikan pembunuhan bagiku… kata putus yang kamu ucapkan dan tampak tidak ada lagi maafnya…
Setelah sekian hari kamu Nampak menghindar dan tidak mau bertemu, hari ini akhirnya kamu datang, dan itupun dengan setengah terpaksa mungkin…
Sejak hari senin kemarin, andaikan kamu tau berapa banyak air mata yang sudah aku kuras habis, harga diri yang sudah terbuang karena memohon penangguhan darimu, yang semuanya tetap saja terbalas dengan kata tidak yang nampaknya sudah pada ujungnya.
Selama tiga hari aku memikirkan semuanya… dimana letak kesalahanku yang utama? Kemudian teringat hampir dua minggu belakang ini komunikasi kita seakan menghilang begitu saja… kamu mulai berbeda, jarang menelpon, tidak mengirim sms terlebih dahulu seperti biasa, bahkan untuk membalaspun serasa enggan karna hanya beberapa kata yang bersedia kamu ketik dan kirim padaku… sangat berbeda!
Aku marah jelas… karna aku tidak mengerti apa yang sedang kamu lakukan! Tapi jangan salah, akupun punya niatan untuk mencoba memperbaiki semuanya… aku punya niatan untuk membicarakan semuanya… namun tadinya hendak menunggu hingga lewat minggu pernikahan Epan supaya segalanya lebih tenang dan lepas buat dibicarakan… aku hanya bisa bicara ketus seperti biasa, namun memang terasa aneh… kamu terdengar dan terlihat tidak peduli!
Seharusnya seperti itu saja… tidak peduli saja… tinggalkan saja sejak awal… 4 hari sebelum hari Senin yang banjir air mata itu, tepat satu minggu dari hari ini, Kamis kemarin, bukankah kamu masih datang? Kamu masih mengecupku seperti biasa… melakukan semua yang biasa kita lakukan… dan saat kutanya kamu tidak akan kemana-mana kan? Karna jujur di dalam hati sudah mulai merasa resah, namun merasa belum saatnya diungkap semua, kamu masih mengatakan tidak akan kemana-mana… Bahkan hari Minggu, sehari sebelum kamu mengucapkan kata yang membunuhku itu, kamu masih datang dan menemani di pernikahan Epan! Memang kamu terlihat makin dingin… namun sekali lagi, aku hanya ingin menunggu saat yang paling tepat untuk mengungkapkan semuanya!
Siapa yang sangka? Senin itu bahkan hanya lewat sms kamu katakan sudah bosan dengan semuanya, dan kamu memutuskan untuk berpisah! Tahukah kamu sebelumnya aku dilanda keresahan dan memang sedang ingin membereskan semua masalah yang nampaknya ada namun kita tidak pernah tahu apalah itu? Tahukah kamu betapa kagetnya aku membaca pesanmu? Dan betapa kecewa juga panik ketika berkali-kali kuhubungi dan kamu menolak buat menjawab? Akhirnya bicara juga kita karna aku menghubungi temanmu, sampai harus begitu, dan kamu menjawab dengan santai dan dingin bahwa kamu sudah tidak mau ada apa-apa… aku hanya ingat tiga kata, cape, percuma dan sudah cukup. Kata-kata yang cukup buat meledakkan kelenjar air mataku dan membuatku tanpa berpikir memohon perpanjangan waktu darimu, memohon penjelasan, memohon kesempatan… namun entah kenapa kamu Nampak sangat mantap! Tidak… percuma… cape… dan sudah cukup!
Mungkin hanya Tuhan yang tahu betapa aku hancur saat itu. Semua berusaha kulakukan… kucoba semua cara untuk menghubungimu dan berusaha merubah pendirianmu yang sejak awalpun sudah kamu katakan tidak akan pernah berubah… Mungkin Cuma Tuhan yang tahu bahwa mataku pun lelah menumpahkan semua air mata ini… tapi kamu tetap kukuh pada pendirianmu, dan aku tetap pada tanyaku…
Kucoba renungi sebisaku… Tuhan… apa yang terjadi? Oke… selama ini mungkin aku salah, aku sering marah dan kesal kepadamu tanpa menjelaskan apa yang terjadi… aku menahan semuanya tanpa pernah bicara padamu dan akhirnya menyebabkan kita bertengkar… namun entah kenapa tiap bertemu kembali seakan semua masalah itu hilang begitu saja karna aku hanya ingin bersama denganmu dan tidak ingin masalah yang kecil mengganggu itu semua. Salah yang sangat salah karna semua kekesalan yang tidak pernah terungkap apalagi berusaha untuk dituntaskan itu akhirnya berulang sekian kali dan membuat hubungan kita memburuk… tapi Sayang, kamupun tidak pernah mengatakan apa-apa! Apakah kamu sungguh berharap bahwa aku akan bisa mengerti? Kamupun belum berubah dari pertama kali kita mencoba memperbaiki hubungan kita… kita sama-sama belum mengupayakan apa-apa!
Maka salahkah aku jika aku bertanya kenapa menyerah sebelum ada usahanya sama sekali? Apakah salah aku menuntut satu kesempatan buat mencoba lagi semuanya dan jangan memutuskan dulu apa-apa sebelum ada ujung yang betul-betul ujungnya? Salahkah aku jika menangis dan tidak mengerti? Salahkah aku bila aku menuntut penjelasan darimu? Salahkah aku jika memaksamu bertemu setelah dua dan akhirnya tiga hari kamu melepaskan tangan dan tidak bersedia menemuiku karna belum ada waktu katamu? Salahkah aku untuk merasa sakit karena merasa kamu sama sekali tidak peduli pada perasaanku? Salahkah aku untuk kecewa karna nampaknya hanya kamu yang merasa tenang dan merasa memang sudah seharusnya semua ini terjadi?
Pada akhirnya kamu datang juga hari ini… pagi tadi… itupun harus dengan sedikit memaksa dan menuntut untuk tidak menunda apa-apa… karna sejujurnya aku ingin berusaha, paling tidak sekali lagi, mengungkap segala, bicarakan semua, dan mungkin bisa mengetuk hatimu dan ubah pendirianmu yang entah kenapa jadi sekeras batu…
Kamu datang dan langsung bertanya jadi gimana? Aku bingung harus memulai darimana… maka aku mulai dengan bertanya sebetulnya ada apa? Apa betul alasanmu Cuma cape dan lelah? Aku ungkapkan penyesalanku dan betapa aku menyadari kesalahanku yang membuat kamu mungkin mulai merasa tidak senang dan tidak nyaman… tapi bukankah kalau hanya saja alasannya kita bisa berusaha? Karna katanya kita saling cinta? Karna keluarga tidak menentang sama sekali? Karna kita sedang menjalani hubungan yang serius dan dalam hubungan yang serius seharusnya kata putus bukanlah pemecahan yang tanpa upaya apa-apa terlebih dulunya?
Selalu saja kamu mengulang pernyataan yang sama! Tidak ada alasan lain…. hanya lelah, capek dan bosan…. percuma andaikan pun diberi kesempatan sekali lagi karna pasti hasilnya akan sama! Bahkan setelah aku mengatakan dan mencoba meyakinkan bahwa skarang pasti akan berbeda karena aku belajar dari rasa sakit saat ini, dan memang hanya sakit yang bisa mengajariku sesuatu, kamu tetap saja bersikukuh dan tidak berniat merubah pendirianmu sama sekali.
Semua sudah aku coba ungkapkan… semua kemungkinan… semua yang bisa saja jadi indah… semua yang kujanjikan akan jadi lebih baik mulai kini setelah semua ini karna kita sudah sama-sama mempelajari sesuatu… dan kamu tetap mengatakan tidak… betapa sakitnya aku saat kamu mengatakan ingin beranjak pergi dan bolak-balik menatap jam, yang padahal baru saja setengah jam kurang sedikit kamu sampai disini… kamu sudah mau pergi padahal aku belum puas menumpahkan semuanya… kamu bilang sok atuh ngomong lagi didengerin deh… , namun Nampak sia-sia karna apapun yang aku ungkapkan tidak mengena dirimu sama sekali…
Aku mulai ragu… ragu kalau semua ini memang hanya karna lelah… Mungkinkah ada orang lain sekarang? Kamu bilang tidak! Kamu bilang justru kalau ini dilanjutkan dan nanti kamu merasa bosan kamu takut akan kemungkinan berselingkuh dan justru nantinya menghentikan hubungan dengan alasan ada orang ketiga… ternyata semua itu hanya bohong!
Ternyata memang TUHAN masih sangat menyayangiku… tiba-tiba ponselmu berbunyi! Dan kamu mengangkatnya di depan mataku, tidak berusaha menghindari dariku, dan dari sana kudengar suara manja perempuan menanyakan hal yang biasanya kutanyakan, hal yang kurang penting tapi biasa ditanyakan diantara dua orang yang berpacaran! Kemudian aku mulai yakin saat kamu berkata di rumah teman… cowo… tenang aja… sambil tersenyum… saat itulah aku kehilangan semua asaku untuk terus menahanmu dan membombardirmu dengan kata-kataku…
Ternyata memang ada orang ketiga… ternyata memang karna itu kamu tidak mau mendengarkan aku lagi… dan semuanya menjadi masuk akal, skalipun yang namanya masuk akal bukan berarti bisa diterima oleh hati… akhirnya kamupun mengakui! Kamu sudah menjalin hubungan dengannya… skarang ialah pasanganmu…
Mungkin kamu mencoba membuat aku merasa lebih baik dengan mengatakan bahwa kalian baru memproklamirkan hubungan setelah kamu menyelesaikan semuanya denganku, karna kamu jadian dengannya hari Senin malam, setelah siangnya kamu sukses membuat aku sekarat dengan kepergianmu… kamu juga bilang bahwa semua ini terjadi tanpa disengaja… dia teman lamamu yang baru bertemu kembali minggu lalu saat kamu ke Jakarta. Dan semua ini seperti memang sudah jalanNya karna tadinya kamupun menolak untuk diajak ke Jakarta, dipaksa teman, dan bertemulah dengannya disana… kamu bilang bahwa dia bukan alasan kenapa ‘kita’ musti berakhir, karna katamu rasa bosan, cape dan ga sreg itu sudah ada sejak lama… dan pada saat yang tepat dia muncul dan membuatmu merasa nyaman dengan semua obrolan dengannya. Bukannya semuanya juga awalnya dari ngobrol yang nyambung? Apa maksud kamu mengatakan itu? Mencoba mengingatkan awal dari kedekatan kitakah? Apa maksud kamu?
Pada akhirnya aku menyerah juga… karna tau bahwa apapun yang akan aku katakan sekarang sudah tidak akan mengubah lagi pendirianmu. Sudah ada seseorang yang lebih baik bagimu dan mampu membuatmu merasa nyaman dan orang itu bukan aku. Aku hanyalah masa lalu. Aku adalah seseorang yang sekarang seperti katamu sudah tidak bisa kamu pedulikan. Keadaan sudah berbeda, itu katamu… akupun terdiam dan membiarkanmu pergi… aku tau tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain melepasmu…
Awalnya aku merasa lega karna akhirnya aku tau juga apa alasanmu menolak sedikit saja berusaha. Namun ternyata rasa lega itu hanyalah pembuka bagi rasa sakit yang saat aku kira tidak akan bisa lebih sakit lagi ternyata masih terus bisa! Maka aku menangis lagi…
Menangis karna aku dipenuhi penyesalan dan pengharapan untuk bisa mengembalikan kembali sang waktu. Supaya aku tidak terlalu menjadi aku yang menyebalkan, menuntut *kamu bahkan sebut aku menggonggong* dan tidak pernah menjelaskan apa mauku yang sebenarnya padamu, dan tidak mencoba membaca apa yang kamu rasakan… aku menangis karna menyesal dan merasa bahwa aku yang membuatmu tidak nyaman dan aku tidak bisa menyalahkanmu karena kamu ingin pergi pada orang lain yang memang membuatmu merasa nyaman… aku menangis karna aku menyadari semua ini salahku juga…
Namun saat tangisku menjadi lelah, tidak salah juga kan kalau aku berpikir akhirnya bahwa kesalahan bukan sepenuhnya milikku? Kamu juga tidak pernah berusaha… kamu juga tidak pernah mencoba mengungkapkan ada apa… kamu juga seharusnya menjelaskan sesuatu sebelum tiba-tiba pergi! Dan kalau kamu bilang tidak ada pengaruh orang ketiga, maka kata-katamu mulai terdengar seperti bullshit karna kalau memang tidak mempengaruhimu, kamu belum bercinta dengannya saat ini! Tidak seperti adanya sekarang! Aku marah… kesal… dan sakit hati!
Namun aku bisa apa? Aku Cuma bisa menangis lagi… menangis karna aku tahu bahwa aku betul-betul sudah kehilanganmu… dirimu yang kukira adalah separuh jiwaku. Mungkin iya bagiku, karna aku merasa sekarat sekarang, namun tidak bagimu… dan pada akhirnya aku menyadari bahwa kamu tidak sebesar itu mencintaiku dan berniat serius denganku, karna kamupun mengakuinya, dan kamu tidak berusaha memperjuangkan apa-apa…
Sakitnya masih sakit, lukanya masih menganga, dan belum tau kapan akan menutup atau paling tidak mengering… aku mulai berpikir mungkin ini adalah cara Tuhan mengingatkanku untuk tidak menyakiti hati orang lain lagi, seperti yang dulu kulakukan pada Jaki… karna sesuatu akan kembali dengan berlipat ganda, termasuk rasa sakit… karna dulu aku tidak sekejam ini, tapi tetap saja aku kejam! Dulu aku tidak setega kamu, tapi tetap saja aku tega! Tuhan… bila memang itu maksudMu maka percayalah bahwa aku sudah belajar sesuatu… dan semoga semua dosaku telah tertimbun sekarang, hingga nanti akan ada lagi kesempatan untuk mencintai seseorang lagi, tanpa diiringi rasa sakit yang membayang dari awal mulanya… Tuhan… aku tau aku tidak berhak meminta ini… namun aku mohon bahwa ini adalah rasa sakit yang terakhir… dan aku masih memohon kekuatanMu Tuhan… untuk bisa melalui semua ini dengan selamat karna aku belum merasa bisa saat ini… bimbing aku Tuhan… hentikan sakit ini, karna hanya Engkau yang betul-betul kuandalkan saat ini!
Aku belum tau akan jadi apakah diriku nanti…. Aku belum berani bilang sampai kapan aku akan berhenti bersedih…. itu bagaikan mimpi bagiku…. Namun aku tau bahwa aku akan segera pulih! Karna hidupku bukan hanya milikku tapi juga mereka yang setulus hati peduli padaku…
Untuk kamu… aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa…. Tolong jangan pernah harapkan kata semoga bahagia bersamanya bisa keluar dari mulutku ini… karna aku tau aku sama skali tidak mengharapkannya… aku menanti untuk bisa mendapatkan rasa IKLAS itu…. Ikhlas melepasmu…. Ikhlas dengan semua yang sudah dan masih mungkin terjadi nanti… kukubur harapku karna harapan adalah racun yang paling mematikan! Aku Cuma berharap semua rasa penasaranku akan segera berlalu…
Terima kasih sudah hadir dalam hidupku… paling tidak banyak yang telah kamu ajarkan padaku… banyak dan mungkin tidak akan pernah bisa kumengerti jika bukan denganmu…
Maaf karna sudah membuatmu merasa tidak nyaman dan lelah… maaf telah menyia-nyiakan semua kebaikanmu…
Kututup bukuku denganmu dan kukubur semua asaku karna aku tahu tidak akan pernah terjadi apa-apa lagi diantara kita! Selamat tinggal cinta… aku akan berusaha hidup sendiri tanpamu lagi dari saat ini! Aku pasti bisa dan paling tidak aku harus bisa… slamat tinggal…

7 comments on “hari ini saat semuanya akan kututup

  1. MeisKa FeTeStA
    January 31, 2008

    Get Over It – AVRIL LAVIGNEVERSE 1
    A C
    Slipping down a slide
    C D
    I did enjoy the ride
    A
    Don’t know what to decide
    C D
    You lied to me
    A C
    You looked me in the eye
    D
    It took me by surprise
    A
    Now are you gratified
    F#
    You cried to me
    B A
    La, la, la, la, la………..

    CHORUS
    Bb C
    Don’t turn around
    Bb C
    I’m sick and I’m tired of your face
    Bb C
    Don’t make this worse
    Bb C
    You’ve already gone and got me mad
    Bb
    It’s too bad I’m not sad
    C
    It’s casting over
    Bb
    It’s just one of those things
    A F#
    You’ll have to get over it

    VERSE 2A
    C
    When I was feeling down
    D
    You’d start to hang around
    A C
    And then I found your hands all over me
    D
    And that was out of bounds
    A
    You filthy rotten hound
    C A F#
    It’s better than it sounds, believe me
    B A
    La, la, la, la, la

    REPEAT CHORUS
    B A
    Heeeeeeeeeeyyyy, you gotta get over
    B A D
    Heeeeeeeeeeyyyyy, you gotta get over it
    Bb
    It’s too bad I’m not sad
    C
    It’s casting over
    Bb
    It’s just one of those things
    A F# D A
    You’ll have to get over it…….
    Haah…(Repeat Verse One and Chorus)N.C
    F# D
    You’ll have to get over it

  2. neng fey
    May 13, 2008

    ooh gitu ceritanya? dah bisa ngelupain dia kan? atau jangan2 udah ada gantinya? waaah…


    Alhamdulillah udah bisa ngelupain dia dan insya Allah ada gantinya yang jauh lebih baik AMIEN ^_^
    Jadi dirimu pun pasti bisa bu!😉

  3. bayusaja
    May 13, 2008

    panjang amit..
    *kabor ahh…*

    hauhauhauhau tadinya mao bikin novel ceritanya :p

  4. naki
    May 14, 2008

    wahh .. pas baca postingan yang amat panjang ini , gw jadi ikut ngerasain gimana sakitnya , hiksss …

    stay strong ya jeng ^0^

  5. lala
    August 16, 2008

    gelo….

    sakit jiw atuh lalaki!

    huh!

    untung kau tak jadi dengannyah jweng…

    tp kalo lo bisa ngelupain org yg lo pikir belahan jiwa lo..

    gw juga past bisa!!

    chiayo

  6. Samsul Arifin
    February 25, 2009

    janganlah terlalu berlebihan dalam mencintai dan menyayangi sesuatu, karena perpisahan adalah sesuatu yang pasti.
    semangat bu!

  7. reelovegood
    June 15, 2009

    huhuhu..menyedihkan banget sih mbak, tapi skrg udah ada si lelaki kecil kan ya, hope he’s the best for u🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 31, 2008 by in Uncategorized.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: