Hard Thing Called “BELIEVE”

Sebelumnya mohon maaf karena saya belum bisa menanggapi sama sekali komentar di postingan2 sebelumnya dan belum sempat blogwalking sama sekali :( Minggu ini super hectic dan rasanya banyak sekali yang harus dikerjakan dan mulai kebingungan enaknya bagaimana! Heuh.. Pusing akuh!


BFF saya akhirnya jadi juga ditinggal pasangannya yang akhirnya dikirim ke Pontianak untuk bekerja di ESIA sana. Sahabat tersayang saya tidak berhenti menangis justru tiga hari sebelum pasangannya itu pergi. Dan memang pada hari kepergiannya menangis lagi, namun kebanyakan dia memilih diam.


Sebagai seorang sahabat, saya tau cuma bisa jadi shoulder to cry on saja buat dia. Dan menunggunya buat cerita sendiri apa yang dirasakannya.

Awalnya dia cerita soal ketakutan. Ketakutan kalau pacaran jarak jauh nanti entah dia entah pasangannya itu akan saling melupakan satu sama lain dan menemukan orang lain yang tempting yang ada di depan mata. Kemudiansoal keraguan. Dia ragu justru karena pasangannya sedemikian yakinnya! Dan itu malah membuat keyakinannya agak goyah. Dan yang paling mengusik adalah karena dia berpikir sekarang setelah pasangannya akan “maju” nantinya bakal meninggalkan dia, padahal waktu kemarin pasangannya belum dapat kerja dia tidak sekhawatir ini. Khawatir akan dilupakan begitu saja dan bakal digantikan seseorang yang jauh lebih segala dari dia.

Read the rest of this entry »

To Listen…

Satu hal yang kadang orang lain lupa adalah untuk mendengar. You hear something, but you just don’t listen to them. Karena untuk mendengar berhubungan lurus dengan untuk peduli, kadang sang kepedulian seakan hilang , entah lebih dulu mana dengan kemampuan mendengar.

Menjadi pendengar yang baik itu susah susah gampang. Read the rest of this entry »

Satu Sore di Mustika

Berada dalam ruang studio yang dingin menggila dengan hujan di luar sana

Ingat pengalaman siang tadi saat hampir saja jadi korban pencopetan enam orang siyalan dalam ancot st.hall-gedebage namun masih sempat merogoh henpon milik sendiri di dalam tas milik sang pencopet sehingga tidak jadi meninggalkan pemiliknya ALHAMDULILLAH

Hujan…

Sedang berkutat dengan pemikiran kapan bimbingan ya… kapan anak bu ninih sembuh yah… kapan lulus yah… abis ini ngapain yah karna ga jadi ketemu andri… siaran nati malem rame ga yah…

kapan ketemu orang itu yah… dia pengen ketemu saya tidak sih sebetulnya… kenapa dihubungi saja susah sekali… kenapa dia tidak mengusahakan apa apa buat menghubungi saya ya… kapan saya bisa kasih tau semua yang mengganggu pikiran saya ya…

Memandang lagi keluar jendela…

Masih hujan

Di dalam pun masih kedinginan

Berkutat dengan pikiran dan lagu dan skript dan interaksi

Ingin menangis bersama hujan…



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers