Sebelumnya mohon maaf karena saya belum bisa menanggapi sama sekali komentar di postingan2 sebelumnya dan belum sempat blogwalking sama sekali
Minggu ini super hectic dan rasanya banyak sekali yang harus dikerjakan dan mulai kebingungan enaknya bagaimana! Heuh.. Pusing akuh!
BFF saya akhirnya jadi juga ditinggal pasangannya yang akhirnya dikirim ke Pontianak untuk bekerja di ESIA sana. Sahabat tersayang saya tidak berhenti menangis justru tiga hari sebelum pasangannya itu pergi. Dan memang pada hari kepergiannya menangis lagi, namun kebanyakan dia memilih diam.
Sebagai seorang sahabat, saya tau cuma bisa jadi shoulder to cry on saja buat dia. Dan menunggunya buat cerita sendiri apa yang dirasakannya.
Awalnya dia cerita soal ketakutan. Ketakutan kalau pacaran jarak jauh nanti entah dia entah pasangannya itu akan saling melupakan satu sama lain dan menemukan orang lain yang tempting yang ada di depan mata. Kemudiansoal keraguan. Dia ragu justru karena pasangannya sedemikian yakinnya! Dan itu malah membuat keyakinannya agak goyah. Dan yang paling mengusik adalah karena dia berpikir sekarang setelah pasangannya akan “maju” nantinya bakal meninggalkan dia, padahal waktu kemarin pasangannya belum dapat kerja dia tidak sekhawatir ini. Khawatir akan dilupakan begitu saja dan bakal digantikan seseorang yang jauh lebih segala dari dia.






