Berjanjilah

Selamat malam, Bebo…

Sebuah surat terakhir. Paling tidak sekarang. Dalam 30 hariku menulis surat cinta buatmu. Bila kelak aku kehilangan nyali buat berkata langsung di depan muka, pasti akan ada surat lain lagi :) Menulis surat yang terakhir dari 30 hari, tepat di tanggal 13 Februari.

Kau ingat tidak tahun lalu kita menang lomba blogging Valentine, iseng-iseng ikutan karna gratisan dan pulangnya bawa sepasang handphone CDMA dan kaos gratis? Hm… terlepas dari betapa menyenangkannya dapat banyak hadiah kala itu, kau ingat tidak, kita, berdua, menuliskan ini di blog yang kini sudah setahun sama sekali tidak tersentuh:

Hari ini duduk berdua di tengah keramaian begini, sama sekali tidak terbayangkan dia dua tahun yang lalu. Valentine dua tahun yang lalu, awal perkenalan kami, yang kami lakukan adalah memaki Valentine dan sok punya paham ga perlu lah itu Valentine, yang namanya cinta kan bisa dibagi kapan ajadengan bangga. Hahaha padahal apa yang salah dengan Valentine? Cinta kan memang setiap hari, tapi waktu itu kami memang lagi gatel sama cinta! Sama sama baru abis putus hehehe

Perkenalan kami rada unik. Dari friendster coba! Ah… jaman sekarang sih pasti banyak yang ketemu pasangannya di internet, kami juga. Meskipun ternyata akhirnya teman kami ada yang sama (mutual friends :p)

Ga ada yang percaya kalau kami bisa jadi sepasang kekasih, mungkin awalnya termasuk kami juga! Perbedaan fisik yang keliatan sekali bikin agak ragu dulu awalnya… Tapi ketika makin sering kami mengobrol dan berbagi rasa lewat chatting, keluar bareng seminggu sekali, lama-lama rasanya fisik sudah bukan lagi masalah, sekalipun tetap ya, kalau ada award buat pasangan jomplang kami pasti menang

Suka makan hati pada awalnya, kalau lagi jalan di mall atau dimanapun, orang suka memandang dengan heran, sinis, mengejek, dan segala lah! Tapi biarin saja, buat kita sih keuntungan, jadi bisa peluk-pelukan di tengah mall sekalipun tanpa ada yang ribet karna mungkin disangkanya kakak adik ato tante dan ponakan

Tapi jadi agak ribet begitu masuk ke ranah keluarga… Ga semuanya bisa menerima dengan baik dan terbuka sekalipun kita sudah coba buat yakinkan bahwa kita ga main-main dan sudah mempertimbangkan segalanya buat bersama seperti sekarang. Suka makan hati rasanya kalau dari bibi yang ini ato paman yang anu belaga member nasihat yang ujung-ujungnya nyuruh kami buat mempertimbangkan kembali hubungan kami ini! Sebel!

……………………..

Kelanjutan surat bisa dibaca di buku ini

Sudah bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com

atau PM ke inbox FB Leutika Prio atau inbox FB saya ;)

Atau email ke leutikaprio@hotmail.com atau maddy_taz@yahoo.com :)

 

A book you’re most likely gonna enjoy reading it *kata yang nulis :lol:

Wife’s Clues

Selamat malam, Bebo

Dua malam terakhir sebelum selesailah aku menuliskan 30 surat cinta kepadamu. Sudah lebihkah kau mengenal istrimu? Istrimu yang menghabiskan 28 malam kemarin, dan 30 hingga besok, menulis surat cinta padamu, setelah apapun yang terjadi hari itu. Istrimu yang malam ini sedang memandangimu dalam tidurmu, dan berpikir bahwa dia adalah perempuan sangat beruntung di dunia, diberi kesempatan Tuhan memiliki teman sejalan dalam hidup yang bisa menangis tertawa bersama.

U know what, on this letter before the last one, im gonna share you tips about your wife. So you can use it in the future, and maybe will remind you when she become that total freak you hate sometimes :)

……………………..

Kelanjutan surat bisa dibaca di buku ini

Sudah bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com

atau PM ke inbox FB Leutika Prio atau inbox FB saya ;)

Atau email ke leutikaprio@hotmail.com atau maddy_taz@yahoo.com :)

 

A book you’re most likely gonna enjoy reading it *kata yang nulis :lol:

 

The Never Ending Role Playing

Selamat malam, Bebo

Aduh… Malam ini aku sedih sekali melihatmu mengamuk karena orang kurang ajar yang menganggap bermobil bisa membuat dirinya lebih seenaknya di jalan raya. Aku baru tau setelah sampai rumah kalau orang gila itu menyerempet kakimu. Maaf ya… Seharusnya aku bisa berbuat lebih selain mengacungkan jari tengah kepadanya. Ah… Tapi buat apa bukan? Masalahnya jadi besar juga nanti ga akan ada gunanya. Yang ada malah bikin kita sendiri repot, terlepas bahwa kita ada di pihak yang benar disini. Aku menolak buat repot cuma karena pemuda belagu yang cari masalah seperti itu. Percaya deh, he’s gonna pay for it, even without us intervening. He’s gonna pay bad.

Aku menahan diri sebisa mungkin buat tidak ikut mengamuk tadi. Berusaha sekuat mungkin buat mengebut sekencangnya,  bukan buat apa-apa, tapi buat menjauhkanmu dari godaan setan yang terkutuk berwujud lelaki bertato di leher (katamu, aku sih ga lihat) yang akan membuatmu ikut berdosa kalau ditanggapi. Aku berusaha buat meredam amarahmu kemudian. Berusaha mengingatkanmu buat sabar. Berusaha mengingatkanmu buat hapus semua pikiran serba jahat dan gelapmu, dan berdoa yang baik-baik saja, karena orang yang dianiaya doanya dikabulkan, insya Allah. Yang paling kuusahakan adalah, supaya suaraku tidak ikut meninggi karena kesal melihatmu marah-marah sekalipun bukan kau yang salah, karena saat ini, memang giliranmu yang jadi api, dan aku yang harus meredakannya.

Guess that’s the beauty of marriage, yep? Tentang bertukar peran yang akan selalu dijalani. Bukan bertukar peran kamu jadi suami rumah tangga dan aku istri yang keluyuran di luar kerja pagi sampai malam. Meskipun kau lebih sering ada di rumah, tapi bukan itu sama sekali. Bertukar peran, siapa yang marah dan siapa yang mendamaikan. Bergantian, siapa yang benci pada sesuatu atau seseorang dan ingin cari masalah, dan siapa yang mengingatkan bahwa itu sama sekali ga perlu, dan ga boleh. Bergantian jadi pihak yang down karena masalah pekerjaan atau keluarga, dan pihak yang siap buat mendengar semua keluh kesah dan memeluk dengan erat sambil mengingatkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

……………………..

Kelanjutan surat bisa dibaca di buku ini

Sudah bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com

atau PM ke inbox FB Leutika Prio atau inbox FB saya ;)

Atau email ke leutikaprio@hotmail.com atau maddy_taz@yahoo.com :)

 

A book you’re most likely gonna enjoy reading it *kata yang nulis :lol:


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers