Sepi. Sedih.

Apa ini namanya? Sepi? Sedih? Hampa? Apa kira kira?

Saat sedang sendiri di rumah setelah dua minggu tidak kemanamana sama sekali. Berjumpa sedikit sekali wajah. Belum bahkan punya kekuatan lagi buat berlari. Mungkin itu sebabnya. Mungkin karena kaki ini belum bisa dibawa berlari maka kesedihan rasanya hinggap tidak mau pergi. Karena saya tidak bisa lari. Lari dari keadaan, lari dari kehidupan, lari dari kesedihan, lari dari kesepian, lari dari kehampaan. Lari dari airmata.

Lalu kenapa? Entahlah… Ketergantungan pada sosok seorang lelaki bernama suami yang biasanya selalu ada, maka kala pergi sebentar saja ada kehilangan begitu besar? Bukan.. Bukan begitu tepatnya… Apalagi dia selalu punya sebab yang akhirnya menarik kakinya keluar dari rumah. Lalu apa? Karena mama dan papa serta si adik kecil yang sedang pergi bersama dan saya merindukan berada bersama mereka? Mengingat bahwa mungkin di hari raya nan suci nanti akan kembali sendiri karena tidak tahu bagaimana membukakan hati dan menyatukan semuanya? Kenapa sedihnya tiba dari sekarang? Kenapa?

Lalu kenapa air mata ini mengalir tiada henti?

Kenapa saya merasa sangat sendiri. Sepi. Sedih. Kenapa?

Persetan dengan kenapa!

Lalu saya harus bagaimana?

Ya Tuhan, kembalikan kekuatan di kedua kaki saya. Karna pada saat begini saya butuh pergi. Saya ingin berlari. Saya harus sembunyi. Saya harus lari. Supaya si sendiri, sepi, dan sedih tidak bisa menemukan saya.

Belum bisa.

Maka saya sepi. Saya sedih. Lalu air mata tidak berhenti. 

SAD EYES

Lucu betapa aku tertegun mendengarnya. Ketika dia tiba tiba bertanya padaku setelah cukup lama tidak bertemu, Matamu yang dulu kenapa?.

Entah apa yang membuatnya bertanya tentang mataku yang dari dulu hingga sekarang belum pernah kuganti.Tidak apa-apa. Memang kenapa? Mataku masih sama. Kataku sambil menatapnya. Ya, menatapnya dengan mata yang dia tanyakan kenapa.

“Matamu tidak sama. Matamu yang dulu adalah yang paling kusukai dari wajahmu. Mata yang bersinar dan memancarkan kecintaan pada hidup. Mata yang tidak memendam rasa susah. Mata yang berbinar dan ceria.”

“Ah! Sama saja! Kamu mengada-ada! Memangnya aku terlihat seperti orang susah?” balasku sambil merangkulnya dan tertawa seperti biasa dulu tiap kami bertemu beberapa tahun yang lalu.

Dia menatapku dalam dan diam.

Entah kenapa keheningan ini menentramkan.

Lalu dia tersenyum sambil menatap mataku yang katanya penuh dengan kesedihan dan menggenggam tanganku dengan kedua tangannya, Apa kau sudah lupa kalau aku ini sahabatmu? Kau bisa menipu semua orang dengan keceriaan palsumu, tapi bukan aku. Berilah matamu kesempatan buat melepaskan lelahnya. Sini. Mumpung ada aku…”


Dan dalam sekejap, dalam pelukannya, aku, mataku, menangis sekuatnya.


Terima kasih.

EVERYBODY DOES HURT SOMETIMES

Hari ini Indonesia gempar lagi. Mengutip kata Wirawan, hari ini benar INDONESIA KU TUMPAH DARAH KU. Ada yang benar benar salah rupanya… 17 July 2009 serangan bom di Ritz-Carlton & Marriott Hotels, Jakarta. Diperkirakan pengeboman terjadi jam 7.00 pagi.  Terakhir dengar di radio katanya korban luka ada 30an (yang mungkin sekali sudah bertambah sekarang) dan sudah dilarikan ke RS seputar Jakarta. Korban meninggal terakhir saya dengar masih belasan…ditambah dengan anggota tubuh yang bercecerann… dan semoga ga perlu bertambah banyak.

Agak kaget rasanya! Karena perasaan akhir akhir ini Indonesia kan sedang super damai yah… Yah well, ga super juga sih, tapi paling ngga ancaman bom jarang terdengar (kecuali di Papua yang lagi ribut aja) Sayang sekali cuma karna dalam beberapa hari lagi MU akan datang buat tanding di Indonesia, yang begini harus terjadi.

Eh.. itu sih kalo emang benar karena MU akan datang makanya di BOM yah… saya sendiri cukup heran… kok ada orang yang segitunya ga suka kalau Indonesia menjalin hubungan baik sama orang luar yah? Hm… mungkin kalau kemarin di Eropa sanah kabarnya Indonesia mau tanding sama MU yang mengindikasikan hal baik, skarang kecoreng lagi dengan memalukannya dengan peristiwa bom ini di hotel yang akan diinapi oleh para pemain MU. Gimana orang luar ga akan takut ke Indonesia coba? Dan benci juga mungkin… wong baru mau dateng aja udah diancem dibunuhi? Sigh…

Tentunya masih juga belum diketahui siapa pelaku dibalik perbuatan laknat tersebut. Satu yang pasti kata mereka, TERORIS. Tapi belum bisa dipastikan siapa. Lagi dan lagi yang kena tuduh orang Islam.  Muslim. Yah.. ga bisa disalahkan. Beberapa kali kejadian emang pelakunya siapa? Orang orang itu kan? Yang semoga saja ga juga jadi bikin citra Muslim jadi sama dengan PEMBUNUH. Hoy! Banyak juga kok yang normal dan masih punya sisa otak. Yang punya blog ini misalnya :mrgreen:

Dan seperti biasanya… kalau lagi ada peristiwa pemboman yang seperti ini, semua radio dan televisi pasti rajin putar itu yang namanya lagu REM yang EVERYBODY HURTS buat jadi soundtracknya….

Pagi ini, dalam keadaan penuh sakit dan dosa juga atas kejadian yang terjadi kemarin di rumah saya, dan mendengar alunan EVERYBODY HURTS, saya jadi terpikirkan, mungkin seharusnya yang diperdengarkan lagu yang satu ini adalah para pelaku. Para pembunuh, para penghancur, para perusak, dan para pembuat rugi orang lain yang merasa bahwa mereka berhak melakukannya karena mereka sakit hati, merasa ga dihargai, merasa butuh buat membuat orang ikut sakit bersama mereka. Ya. Saya sebutkan itu semua karena saya tahu rasanya… Kemarin saya jadi orang yang sama nistanya dengan orang yang demikian, yang biasanya justru saya hina dina.

Mungkin para pelaku pemboman ini punya sakit hati sendiri karena merasa tidak dihargai. Mungkin mereka merasa dunia yang sekarang terlalu jauh dan sama sekali tidak lagi menghargai nilai nilai yang mereka junjung tinggi. Mungkin sekali mereka merasa sakit hati.

Jadi mereka merasa perlu buat membalas. Mereka merasa perlu buat melakukan sesuatu. When you blow someone’s head, you blow yours. Itulah yang mereka lakukan. Menghancurkan diri mereka sendiri dengan melukai orang lain. Ya… itu yang saya lakukan kemarin. Merasa sudah tidak punya apa apa lagi buat dipertahankan jadi bisa berbuat apa saja seenak jidat sendiri? Hey… apakah pernah terpikir bahwa saat kau sakit, bukan dirimu saja yang merasakan sakit di dunia?

Kalau saja semua orang yang sakit hati bunuh diri… atau membunuh orang lain lalu bunuh diri… atau membunuh orang lain dan menunggu waktu dibunuh orang lain… Dunia ini sudah binasa dari dulu yah?

Kenapa tidak ingat bahwa yang merasa diperlakukan tidak adil itu bukan cuma sendiri, tapi orang lain juga pada suatu masa… dan caranya bukanlah dengan membalas dan merusak apalagi menghancurkan. Hadapi. Dengan berani. Bukan dengan memalukan dan memancing kutukan.

Astagfirullah… ROBBI maafkan hamba… dan maafkan mereka yang hatinya belum juga mau terbuka hingga lagi dan lagi melakukan penghancuran yang serupa. Maafkan hamba dan jaga supaya tidak jatuh lagi ke dosa yang sama… Amien…

When the day is long and the night, the night is yours alone,
When you’re sure you’ve had enough of this life, well hang on
Don’t let yourself go, ’cause everybody cries and everybody hurts sometimes

Sometimes everything is wrong. Now it’s time to sing along
When your day is night alone, (hold on, hold on)
If you feel like letting go, (hold on)
When you think you’ve had too much of this life, well hang on

‘Cause everybody hurts. Take comfort in your friends
Everybody hurts. Don’t throw your hand. Oh, no. Don’t throw your hand
If you feel like you’re alone, no, no, no, you are not alone

If you’re on your own in this life, the days and nights are long,
When you think you’ve had too much of this life to hang on

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
Everybody hurts. You are not alone

Turut berduka cita bagi segenap korban pemboman di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers