Akhirnya Bercerita…

Entah sejak kapan, kadang pada saat-saat tertentu dan sedang punya masalah tertentu, saya bingung mau curhat sama siapa. Padahal, Alhamdulillah saya punya teman lumayan banyak. Yang disebut sahabat juga ada beberapa, karena memang ga terlalu banyak. Tapi ada saja kalanya, sesuatu terjadi dan saya bingung mau cerita sama siapa. Yang bodoh adalah ketika dalam keadaan super emosional, kemudian mengumbar status-status depresif di jejaring sosial :lol: Saya selalu merasa bodoh sesudahnya, tapi merasa perlu untuk dunia supaya tahu pada saat itu.

Kemarin-kemarin ya sedang begitu. Sedang merasa bermasalah, yang mungkin sebetulnya masalahnya juga cuma ada di kepala sendiri, tapi tidak bisa bercerita pada siapa-siapa sama sekali. Entah apakah saya punya masalah krisis kepercayaan semenjak menikah, ataukah mungkin menjaga pencitraan diri yang sedang saya coba bentuk sedemikian rupa bahwa saya adalah orang yang optimis dan positif :lol: wae ah :p Read the rest of this entry »

Buku Hadiah. “Kepada, Lelakiku”. Dari Perempuan, Buat Lelakinya.

Sudah bisa dipesan sekarang! Tepat di ulang tahun pernikahan kami :)


My first baby: “Kepada, Lelakiku”



……Karena tidak selamanya segala yang tersembunyi di dalam hati, tersangkut di ujung lidah, berlari-lari di pojok kepala, bisa dengan mudah terucapkan dengan bantuan pita suara sebagai kata-kata.
Sebagai perempuan, apalagi istri, kadang ada saja hal yang akhirnya hanya bisa lagi dan lagi terpendam. Padahal betapa ingin buat diungkapkan. Betapa ingin buat dipahami.
Maka tertulislah lembar demi lembar surat cinta dari seorang perempuan, seorang istri, bagi sang lelaki, sang suami. Tentang harapan, tentang kecewa, tentang cemburu, tentang percaya, tentang impian masa depan, tentang komitmen. Ah ya, pastinya semuanya tentang CINTA.
Bacalah, dan mungkin akan Anda temukan kata-kata yang selama ini ingin diungkap. Atau akan menemukan kata-kata yang perempuanmu ingin ungkap. Tandai, beri garis bawah, dan beri pada pasangan, buat mewakilimu ungkapkan segalanya!
Karena pada akhirnya, komunikasi yang lancar, adalah kunci sebuah hubungan yang berhasil……

 

Jangan khawatir… ini bukan hanya cerita tentang seorang istri yang hanya kepada seorang suami. Walau memang demikian. Tapi pada akhirnya, semua masalah pernikahan umumnya sama, hanya sikonnya saja yang mungkin kadang beda :) Mungkin ini tentangmu, tentang dia, tentang mereka.

 

Baca saja, dan temukan dirimu di dalamnya :)


Buku Ini sudah bisa dipesan sekarang via web www.leutikaprio.com, atau inbox Fb Leutika Prio atau FB nyonya :D dengan sujek PESAN BUKU. Harga cuma Rp 26.700 ajaaa ;)

Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- (Maksudnya pleus buku terbitan Leutika lainnya hehe tapi kalo mau borong buku ini juga boleeehhhh :p) GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia lho! Pesen dan baca yaa :D

First Year of A Lifetime

Looks like we’ve made it

look how far we’ve come my baby

Satu tahun pertama.

Kata orang, tahun pertama pernikahan justru adalah tahun terberat. Dimana ga ada lagi yang disembunyikan. Dimana mulai benar-benar hidup bersama dan membawa dua kepala buat disatukan.

Bertengkar? Oh sering. Karna hal sepele? Umumnya demikian. Hampir putus asa dan ingin menyerah lalu lari? Aku yang begitu biasanya. Payah :p Tapi aku punya kamu. Yang tidak sama sekali terlihat tangguh, yang terlihat meragukan dan tidak dewasa. Tapi ternyata, menghadapiku kamu mampu. Kamu berhasil membuatku mengurangi kebiasan menjeritjerit yang seakan jadi hal yang selalu harus kulakukan. Kau berhasil, mengatasi emosimu dan meredakan punyaku saat sedang meledak. Cuma kamu yang bisa!

Tahun lalu, tepat saat ini, adalah hari yang sangat bahagia namun penuh rasa lain yang bercampur aduk jadi satu! Jelas, karna tidak ada mamaku disana, hingga saat ini, masih jadi beban tersendiri. Tapi selain masalah hati itu, aku ingat sekali betapa taun lalu, menjelang hari H, kita pusing tujuh keliling mencari uang yang kita butuhkan dan kita tidak punya!

Alhamdulillah Allah baik sekali. Ada saja jalannya buat kita. Job job kecil yang datang padaku dan padamu. Tapi itu saja tidak cukup. Maka Allah kirimkan sahabat kita buat jadi perpanjangan tangannya meminjamkan uang berjutajuta buat kita. Masih kurang juga! Allah beri sahabat terbaik yang memberi hadiah pernikahan pengisi rumah. Allah antarkan rejeki lewat Papa yang membantu biaya sebegitu banyak. Semua yang kelak harus kita balas, karna kebaikan hati adalah sesuatu yang sulit dicari.

Lihat setahun kemudian. Hari ini. Betapa aku bisa bernapas lega buat mengetahui bahwa kita sama sekali tidak sedang berhutang kepada siapapun! Alhamdulillah Robb… Jalannya perlahan-lahan dibuka dari awal, dengan cara apa saja, apalagi bagi kita berdua yang kerjanya di rumah saja sehari-harinya. Ada masa deg-degan karena fee yang pending dan sebagainya, tapi semuanya bisa kita lalu dengan selamat :D Salah sih, kau yang membantuku selalu berkepala dingin. Yah… kau tau kan, istrimu depresi setiap ga pegang uang :lol: Kita memang belum punya mobil pribadi. Belum bahkan punya rumah pribadi. Tapi tidak apa, we’ll get there. We’re on my way. I believe that we really will eventually get the life we’ve been dreaming of. I believe in it, as I always believe in us :)

Satu tahun berlalu, dan Allah belum mempercayakan kita buat punya buah cinta yang dititipkannya di rahimku. Tapi aku bisa mengerti. Masih banyak yang harus aku, dan kau, perbaiki. Dan itu tidak apa-apa. Allah tau yang terbaik, kan? Sama sekali aku tidak akan bilang bahwa tidak apa aku tidak memiliki buah hati dan bahwa hal itu tidak akan membuatku sedih. Itu akan. Sangat. Tapi aku juga tidak akan bilang bahwa bila tidak punya anak, maka kehidupan kita tidak sempurna. Tidak. Kita akan buat apapun yang diberi Allah pada kita sempurna buat berdua. Life’s good anyway ;)

Tahun lalu, aduh betapa kurus dirimu. Sekarang, kurus sih masih… tapi ada perut yang membuncit ke depan dan pipi yang mulai berisi juga leher yang ada lipatan :D Aku? Dulu masih wajar…. skarang mulai ga wajar, terlalu santai dan menikmati hidup rupanya :lol: Tenang, aku tau aku  harus diet hehe. Sebelum satu tahun lalu, masih ada saja hal hal yang kita malu malu buat lakukan, jaim deh istilahnya. Sekarang? Kentut dan sendawa sahut menyahut hampir tiap hari kita lakukan :lol: Luar dalam, aku dan kau. Setiap hari di rumah berdua, bertemu terus dan terus, ada bagusnya buat kita berdua yang sama sama haus perhatian ya ;)

 

Satu tahun pertama dari perjalanan seumur hidup bersamamu. It’s been great. As it always be, and as it will become.

Lanjuuuuuuuuuuttttt :D

 

Thank you for one wonderful year.


I love you.
More.
And more :)

Ah ya,
Kau suka kadoku?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers