Merasa Dilangkahi

Ini adalah sedikit kelucuan yang mau iseng dibagi.

Jadi ceritanya begini… sehubungan dengan sudah dilaksanakannya sesi konseling kami (program magang di sekolah itu lho..), maka minggu ini akan ada presentasi ke Biro dan nanti ke klien juga. Hari Saptu. Nah, sebelumnya kami musti kumpul dulu buat presentasi ke mentornya (kayanya mah sebutannya mentor) supaya bisa dapat feedback yang bakalan berguna buat nanti presentasi.

Si mentor bilangnya ke saya minggu lalu selesai konseling, kalau kelompok kami tentukan sendiri mau kumpul buat feedback hari apa jam berapa.

Ternyata oh ternyata dia cuma bilang ke saya dan ga bilang ke anggota kelompok yang lain termasuk juga si so called ketua kelompok. Saya ga tahu… saya pikir yang lain tahu.

Berhubung pulsa lagi sekarat sekali bulan ini (karena musti melunasi pembayaran program pakai duit sendiri) jadilah saya ga membudgetkan ke pulsa sebesar biasanya. Skarang juga sudah sering “malak” mama buat bagi pulsa berhubung xl punya layanan itu :p Jadilah saya malas menghubungi siapapun yang lain operator. Bukan karna ga mau, tapi sayang pulsa. Skali lagi, lagi dalam masa berhemat.

Jadilah sms ke satu teman yang emang cuma dia satu-satunya yang pakai xl juga, minta supaya nanti jarkom aja ke yang lain (kita ada 6 orang sekelompoknya). Saya memang sempat bilang ga bisa minggu lalu karena  ada rencana di weekend. Jadi minta buat minggu ini. Ternyata dia udah mulai magang di biro lain juga, dan bisanya hari Jumat Saptu aja. Wajar juga rasanya yah kalau saya bilang,

“Ya udah Jumat aja gimana? Bisi Saptu mah suka ada acara… dan kalau bisa siang aja yah kaya kemarin jam 1an. Kasih tau dulu ke yang lain yah Toon. Nanti tolong kabari gw lagi ya. Tengkyu”

Tuh kurang lebihnya isi sms saya ke teman saya.

Sounds demanding? Rasanya tidak. Saya masih minta dikabari lagi, bisi tiba tiba ada yang ga bisa hari Jumat siang dan jadi memutuskan hari dan jam lain ya silakan saja. Eh teman saya jadinya sms begini,

“Oke, nanti gw kasih tau yang lain. Jumat jam 1 ya?”.

Oke dong ya? Dan ga ada sms yang bilang ga bisa, so I guess it settled.

Kemarin asisten mentornya sms saya tanya kapan kami menjadwalkan feedback, ya saya bilang aja kesepakatannya Jumat siang. Done.

Pagi ini, tiba tiba aja si so called ketua kelompok sms saya dengan nada sms *andaikan sms bernada* yang rasanya ko ga ramah banget ya. Dia tulis begini

“Tas maaf… katanya jadwal untuk feedback hari jumat, dan itu dah kesepakatan anak2 tp gw kok ga dikabarin ya? Barusan bu fitri sms nanyain jadwal sedangkan aku ga tau, eh ternyata udah ada kesepakatan aja, sebenarnya gimana sih tas? Kalo tasya yang mau memutuskan jadwalnya, tolong kasih info yang jelas ke aku atau teman2, hari, jam dan tempatnya. Makasih.”

Rada bengong dan ga seneng dan… pengen ketawa. Pertama ga seneng karena kan ga ada komplain dari teman yang saya mintakan buat jarkom ke teman yang lain. Dia bilang mau kasih tahu ke yang lain dan mau kabarin saya, tapi ga ada kabar apa apa lagi seharusnya kan oke dan yang lain sudah tahu ya? Eh dia marah marahnya sama saya. Dan bukan salah saya juga kalo si mentor bilang bahwa kami harus memutuskan jadwal sendiri ke saya dan bukan ke dia. Itulah yang bikin pengen ketawa. Pengen ketawa karena nyata sekali mbak yang satu ini rasanya lebih marah ke saya karena merasa dilangkahi sebagai ketua kelompok. Oh puhlease…

Dan karena saya masih ga berlebihan pulsa (to be honest tinggal 3rebuan cing) jadi ya ga bisa telpon ke dia. Saya minta dia aja yang telpon saya. Ke rumah kalau mau. Eh dia ga mau. Oh ya sudahlah. Toh tetap akan ketemu nanti. Jumat jam 1 :p

Cuma jadi mikir juga. Kenapa orang kok ada aja yang sesensitif itu dan ga suka sedikitpun “merasa dilangkahi” sekalipun sebenarnya bukan itu juga niatnya? Kalau buat saya sih, kalau masih sibuk merasa takut dan khawatir akan dilangkahi, berarti sebenarnya dirinya sendiri sadar punya kekurangan ya? Tapi cukup lupa buat mengingatnya dan justru denial dengan manisnya.

Ah ya wajar.. masih manusia.

moa

FRIENDS

Buat saya, persahabatan adalah hal yang sangat indah yang bisa diciptakan di dunia. Yang ga semua orang bisa dapat kemewahan punya persahabatan yang setia dan selalu terjaga. Itulah kenapa saya iri pada keenam orang beruntung di FRIENDS ini!

Dengan latar belakang masing masing yang sangat berbeda, perjalanan waktu membentuk mereka berenam jadi grup yang solid dan tidak terpecahkan.

Masih ingat Rachel Green, the apple of the daddy’s eyes, si manja yang kemudian melompat dari zona nyamannya ke sebuah kehidupan baru dimana banyak hal barur yang belum pernah dilakukannya harus dijalani. Cengeng. Whiny. Amazingly attractive.

Ross Geller, paleontologis yang terbiasa berprestasi dan baru bisa beraktualisasi diri setelah dewasa. Dengan tiga kali bercerai dalam 7 tahun! Ayah dari dua anak yang keduanya di luar nikah *its so common there*. Perfeksionis dan kaku.

Joey Tribbiani… the dumb one! Aktor yang sering gagal audisi dan punya kebodohan yang super. Tapi berhati lembut dan setia kawan. Punya sex appeal yang spektakuler. Ga pernah memikirkan kehidupan dengan sulit.

Pheobe Buffay. The weirdo hippy. Yang keluar dari mulut perempuan yang rambutnya sempurna pirangnya ini sering susah buat dipahami orang lain dan membuat orang mengernyit. Punya cara hidup dan cara pandang yang dibentuk dari masa lalu yang keras, tapi penuh dengan kepositifan!

Monica dan Chandler. The cutest couple. Dimana dengan mereka jadi bukti perbedaan sama sekali bukan halangan. Monica yang punya self-concious yang tinggi dan perempuan gendut dalam dirinya yang super seksi, bisa saling mengerti dan memahami dengan Chandler yang punya masalah dengan lawan jenis karena ayah yang gay dan ibu yang sex-addict. Tidak percaya pada soulmate, karena sebuah hubungan adalah hasil dari usaha yang terus dan tiada henti, bukan hadiah yang begitu saja ada.

Potret sepuluh tahun kehidupan manusia masa dewasa muda dalam proses menuju kematangan. Jatuh cinta, patah hati, bangkit kembali, menemukan cinta baru. Menganggur, bekerja, dipecat, pekerjaan baru. Bertengkar, berbaikan. Menikah. Bercerai. Menikah lagi. Pindah apartement, tinggal bersama, hingga pindah keluar kota.

Menyatukan enam kepala dengan isi yang sama sekali tidak sama pastinya bukan pekerjaan mudah. Dan mempertahankannya disana hingga bertambah lekat tiap waktu, satu PR baru lagi. Cerita cerita yang manis, penuh dengan tawa, mengajarkan buat tidak terlalu ambil pusing dalam menjalani kehidupan, betawa kehidupan ini adalah sebuah komedi besar besaran.

Saya memetik banyak dari 10 season serial ini. Berkaca kaca di kala keenamnya meletakkan kunci apartement yang jadi tempat berkumpul mereka selama 10 tahun terakhir dan meninggalkannya pergi. Meninggalkan saya. Meninggalkan saya dalam iri, apakah saya akan benar punya seperti mereka yang namanya sahabat sejati yang bisa buat hidup berasa seperti komedi?

Sekelumit tentang dia…

Kemarin, setelah membaca sebuah tulisan tentang seorang teman lelaki lupa di blog sapa…, sekalipun situasinya berbeda, saya jadi teringat pada seorang teman lelaki di SMA dulu yang hanya dalam waktu satu setengah tahunan saja kedekatan kami ada. Jangan salah. Saya tidak pernah punya mantan teman satu sekolah, dan makanya agak menolak kalau dibilang punya highschool’s sweetheart, tapi saya punya Ragowo. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers