Wah… pagi ini padahal saya masih terbangun dengan perasaan tenang dan merasa bersyukur dengan apa saja yang saya miliki dan tidak miliki. Juga dengan semangat yang mengaliri diri saya yang akhir akhir ini terasa hebat sekali. Ditambah semua energi positif itu.
Tapi dasar manusia itu hanya mahluk lemah dan fana, dan Allah saja lah yang Maha membolakbalikkan hati. Tiba tiba dalam sekejap perasaan sedih
dan lemah dan tidak berarti apalagi berharga menerpa begitu saja. Ingin menangis dan menjerit. Merasa tidak punya apa apa dan tidak bisa buat berdiri tegak menatap dunia dengan penuh percaya diri seperti biasa. Bagaimana bisa percaya diri bila tidak punya apa apa di dalam sini yang bisa dipercaya?
Lagi lagi saya melihat ke atas dan menyesal dan merasa terpuruk berada di bawah sini. Seharusnya saya tidak melihat mereka terlalu lama. Karena saya bukan type manusia yang dengan lihat ke atas akan tumbuh itu semangatnya. Bukan sama sekali. Saya hanyalah manusia biasa yang umumnya merasakan iri bila lihat orang yang jauh lebih tinggi. Dasar ga becus…
Ah… kenapa ya sebetulnya? Apakah ini perasaan yang sedang mendekap saya? Kenapa terasa sesak dan berat begini? Bukannya sudah tahu semua ini hanyalah sebuah fase yang harus dijalani dalam kehidupan, sebagaimana fase lainnya dalam kehidupan yang akhirnya terlalui
dalam damainya, setelah semua badai yang menyertainya? Tapi tetap saja… sekalipun tahu di ujung sana pasti ada cahaya, berada di tengah badai begini seperti terombang ambing tidak karuan. Seharusnya saya bisa melepaskan pegangan pada apapun dan memasrahkan diri pada Tuhan tentunya dan hembusan kencang angin yang datang yang akan membawa saya kemanapun dia mau. Terbentur dan tergores sana sini, tapi pasti nantinya saya akan tertambat di satu tempat yang jauh lebih baik rasanya. Membiarkan angin meniup kita bukannya lebih mudah daripada berusaha mencari pegangan dan pijakan yang tidak juga ada dan membuat ingin menangis meraung raung?
Ya sudahlah. Menunduk lagi saja. Bukan. Bukan buat menumbukkan pandangan ke bawah. Tapi buat memandang lurus saja ke depan. Pakai kacamata kuda. Jadi yang di bawah atau di atas, bahkan kanan dan kiri tidak bisa menggoda, apalagi menyakiti. Jalan lurus saja… pelan pelan… Bertujuan. Jangan patah harapan! Kuatkan hati lagi seperti kemarin kemarin.
Lagipula, human is a walking survivor, yep? I know I am.

Baiklah… Mari kita tersenyum kembali! Kata orang TGIF, Thank GOD Its FRiday! Tidak terlalu ada bedanya buat saya… bersyukur itu harusnya memang tiap hari. Tapi baiklah, dimulai hari ini pun tidak ada salahnya
Siap siap menjalani weekend yang harus menyenangkan yah temans! U’ll be great, and I will do too
Mau mengembangkan diri minggu ini supaya bisa jadi jauh lebih baik lagi! Dan sukses tentunya!
Tentunya bersama bisnis ini juga
Baiklah Nona PMS! Terapi menulisnya berpengaruh baik rupanya! Ayo mulai lagi! SMANGAT!
Bismillah…






