Life Happens. 33 Years It Is.

Selamat melanjutkan liburan long wikennya! Yang kerja terutama, asik deh ya masih punya sehari lagi buat dinikmati barengan sama orang-orang tersayangnya ;)

Long weekend buat saya ga ngaruh sih ya… Wong kerjaannya bebas juga sbenernya. Suatu waktu mau libur ya monggo ae… Tapi kali ini agak beda. Karena ulang tahun suami tercinta saya :) Beda juga, karena masa libur begini dimana orang bersenang-senang, kita kena badai krisis finansial :lol:

I’ve told many times, saya sama suami sama sama freelancer yang ga mau kerja di orang. Eh, kalo saya sih MLM-er kali ya tepatnya. Buat saya pribadi, Alhamdulillah sudah pasti gajinya perbulan. Range 4-5 juta sih baru. Alhamdulillah… Masih lagi terus usaha sampe cape buat meniti Success Plan nya Oriflame. Nah kalo suami, beda lagi. Dia jauh lebih ga stabil daripada saya. Mau gimana lagi, kan kerjaannya per project gitu. Trus ikut-ikut contest. Kadang menang kadang ngga. Kadang dapet gede banget. Kadang ngga.

Jadi ceritanya, saya ini pengen sekali bikin satu budaya yang namanya ulang tahun harus istimewa. Tahun lalu, waktu ulang tahun suami, kita liburan dalam kota check in di salah satu hotel di Bandung dan ga keluar seharian gitu :lol: Tahun ini kondisinya beda banget! Sekitar dua bulan terakhir ini pendapatan suami emang lagi agak kurang OK. Baru mulai lagi di bulan ini banyak project lagi. Means, fee nya belum turun sama skali. Kemarin waktu hari Rabu ketemu klien yang punya hutang bayar jasa maintain web slama 3 bulan. Katanya mau di transfer hari Kamis. Ternyata hari Kamis ngga, karena katanya cuma bisa transfer dari komputer di kantor dengan segala alasannya. Jumat, ditagih sedemikian rupa, ternyata ada yang meninggal, mertua bos katanya dan di luar kota. Mau nagih lagi, ga enak juga dalam suasana duka :cry:

Masalahnya adalah, gajiannya saya bulan ini sudah habis habisan buat bayar semua bills, semua kebutuhan RT, semua kebutuhan pribadi, SEMUA. Termasuk modal yang saya sisihkan sendiri perbulan buat ekspansi bisnis. Suami memang sudah waktunya menyumbang buat k ebutuhan rumah tangga kami. Dari fee beberapa project yang on going sekarang, dan klien yang berhutang itu. Saat si klien ga bisa transfer dan belum juga hingga saat ini, saya benar-benar mengalami yang namanya DOMPET KOSONG. That’s pretty much sucks.

Ditambah godaan PMS yang terkutuk, mood saya se-Kamis Jumat kemarin jadi benar-benar buruk. Mulai dari kesal banget sama si klien yang ga kunjung  transfer padahal sangat diharapkan, sampai jadi mikir ini itu soal suami. Saya jadi kesal sendiri! Saya jadi sebal sama suami yang bikin uang saya jadi terpakai buat biaya ini itu yang harusnya tanggung jawab dia. Saya jadi sebal bahwa uang yang saya dapat di bulan ini cepat sekali habis jadinya karena dipakai buat semuanya. Saya jadi super kesal intinya. Mewek. Ngambek. Ngajak ribut.

Sekarang saya percaya sekali bahwa yang namanya UANG memang bisa jadi sumber pertengkaran yang paling utama antara suami istri ya. Kami jarang sekali bertengkar selain seputar ini soalnya, lho. Sebetulnya saya tahu kalau the money is on its way. Udah bakal ada. Udah tinggal nunggu. Tapi entah kenapa, keadaan ga pegang uang di dompet bikin senep :cry: Di hari Jumat sore ada yang transfer ke suami 200ribuan. Well, lumayan ya jadi ada pegangan sampai Senin kayanya si klien baru akan transfer setelah semua urusan duka cita beres. Tapi kadang, saya yang cuma manusia lupa buat bersyukur. Tetap kesal, karena rencana yang dipunya buat hari H jadi berantakan karena tidak ada budget. 

Bangun di pagi hari Sabtu menyadari bahwa keadaan masih sama membuat saya kurang bersemangat jadinya. Padahal pagi itu ada undangan Beauty Demo di arisan ibu ibu di komplek cucung downline saya. Harus hadir. Emaknya, gitu lho.. Suami masih tidur, karena kerja sampai pagi. Semalam  saya tidur dengan tidak sedamai biasanya. Banyak keluhan yang bikin perasaan ga enak. Akhirnya tetap berangkat pergi menunaikan tugas negara. 

Sambil jalan saya memikirkan apa saja yang suami saya ucapkan pada saya pada saat dia menasihati saya yang keras kepala dan ambekan ini semalam. Betapa saya harus bisa lebih sabar dan lebih bersyukur karena ini bukan sama sekali “ga ada”, tapi cuma menunggu masuknya aja. Betapa ga semua bisa terjadi sesuai rencana. Betapa toh memang kondisi dia bulan belakang kurang OK, tapi dia sedang menebus semuanya sekarang, dan dia janji akan bayar semua waktu dimana dia pikir dia kurang membahagiakan saya. Betapa kalau mau ada yang sedih, ya dialah, karena dia yang ulang tahun, toh sbenernya, dan maunya juga keadaan damai dan sejahtera di hari bahagia. Betapa toh setiap dia menang project besar, dia selalu menyerahkan semua pendapatannya pada saya dan mendahulukan kami, bukan dia pribadi. Betapa saya bisa saja menghabiskan seharian ini dengan ngambek dan membuat suasana jadi ga menyenangkan, tapi buat apa? Keadaannya lagi begini, dan seharusnya saya ga boleh mengeluh, tapi menikmati semua susah senang bersama dalam arti sesungguhnya.

Jadi pengen mewek bawaannya. Sesungguhnya saya memang masih belum jadi istri sholehah sejati :( But GOD knows i try my best to. And that I love my husband. Bahwa saya sudah berjanji dulu sebelum menikah bahwa saya menerima dia dengan semua kekurangannya. Bahwa saya sudah tau cara kerja yang dipilihnya dan siap dengan semua konsekuensinya. Aaaaaaaaahhh jadi pengen cepat-cepat pulang deh tadi bawaannya. 

Pulang ke rumah, suami masih tidur dan bangun ga lama setelah saya usel-usel peluk peluk :) Minta maaf pada suami. Kasih kado di kasur *ups* dan merayakan hari dimana dia menua dan mendewasa dengan penuh sukacita walau dalam keadaan pas-pasan. Kebetulan ada orderan barang yang saya punya jadi bisa langsung jadi duit dalam sekejap, lumayan nambah2 seratus ribu hihihi. Beli kue Mocha Nougat bawean favoritnya kita berdua buat alas tiup lilin ihihi. Tradisi tiup lilin ini harus selalu ada. Trus sebagai kadonya, beli bakso dari komplek sebrang yang dia sudah ngidam selama hampir setahun karena tempat yang lama tutup. Pleus DVD film Liverpool judulnya WILL yang udah lama banget pengen dia tonton :D You know what, he burst in tears of joy. I felt so much loved :)


Jadi ceritanya, hari ini sisa uangnya cuma sekitar seratus sekian ribu :lol: Doakan ya semoga si kliennya bayar hari Senin. Kalo ga saya ah yang nagih sambil marah-marah. Dont mess with a bokek wife! :lol: Saya bahagia sekali. Bahagia punya suami hebat baik hati yang memahami istrinya yang masih kekanakan padahal sudah segede gaban :p Yang paling penting, saya belajar melatih rasa bersyukur yang kadang masih sulit. Memang, kalau kita sibuk mengeluh dan melihat segala yang kurang, berkah yang ada suka jadi tidak tampak. Padahal ada. BESAR sekali. 

Lets grow old together, baby :)

First Year of A Lifetime

Looks like we’ve made it

look how far we’ve come my baby

Satu tahun pertama.

Kata orang, tahun pertama pernikahan justru adalah tahun terberat. Dimana ga ada lagi yang disembunyikan. Dimana mulai benar-benar hidup bersama dan membawa dua kepala buat disatukan.

Bertengkar? Oh sering. Karna hal sepele? Umumnya demikian. Hampir putus asa dan ingin menyerah lalu lari? Aku yang begitu biasanya. Payah :p Tapi aku punya kamu. Yang tidak sama sekali terlihat tangguh, yang terlihat meragukan dan tidak dewasa. Tapi ternyata, menghadapiku kamu mampu. Kamu berhasil membuatku mengurangi kebiasan menjeritjerit yang seakan jadi hal yang selalu harus kulakukan. Kau berhasil, mengatasi emosimu dan meredakan punyaku saat sedang meledak. Cuma kamu yang bisa!

Tahun lalu, tepat saat ini, adalah hari yang sangat bahagia namun penuh rasa lain yang bercampur aduk jadi satu! Jelas, karna tidak ada mamaku disana, hingga saat ini, masih jadi beban tersendiri. Tapi selain masalah hati itu, aku ingat sekali betapa taun lalu, menjelang hari H, kita pusing tujuh keliling mencari uang yang kita butuhkan dan kita tidak punya!

Alhamdulillah Allah baik sekali. Ada saja jalannya buat kita. Job job kecil yang datang padaku dan padamu. Tapi itu saja tidak cukup. Maka Allah kirimkan sahabat kita buat jadi perpanjangan tangannya meminjamkan uang berjutajuta buat kita. Masih kurang juga! Allah beri sahabat terbaik yang memberi hadiah pernikahan pengisi rumah. Allah antarkan rejeki lewat Papa yang membantu biaya sebegitu banyak. Semua yang kelak harus kita balas, karna kebaikan hati adalah sesuatu yang sulit dicari.

Lihat setahun kemudian. Hari ini. Betapa aku bisa bernapas lega buat mengetahui bahwa kita sama sekali tidak sedang berhutang kepada siapapun! Alhamdulillah Robb… Jalannya perlahan-lahan dibuka dari awal, dengan cara apa saja, apalagi bagi kita berdua yang kerjanya di rumah saja sehari-harinya. Ada masa deg-degan karena fee yang pending dan sebagainya, tapi semuanya bisa kita lalu dengan selamat :D Salah sih, kau yang membantuku selalu berkepala dingin. Yah… kau tau kan, istrimu depresi setiap ga pegang uang :lol: Kita memang belum punya mobil pribadi. Belum bahkan punya rumah pribadi. Tapi tidak apa, we’ll get there. We’re on my way. I believe that we really will eventually get the life we’ve been dreaming of. I believe in it, as I always believe in us :)

Satu tahun berlalu, dan Allah belum mempercayakan kita buat punya buah cinta yang dititipkannya di rahimku. Tapi aku bisa mengerti. Masih banyak yang harus aku, dan kau, perbaiki. Dan itu tidak apa-apa. Allah tau yang terbaik, kan? Sama sekali aku tidak akan bilang bahwa tidak apa aku tidak memiliki buah hati dan bahwa hal itu tidak akan membuatku sedih. Itu akan. Sangat. Tapi aku juga tidak akan bilang bahwa bila tidak punya anak, maka kehidupan kita tidak sempurna. Tidak. Kita akan buat apapun yang diberi Allah pada kita sempurna buat berdua. Life’s good anyway ;)

Tahun lalu, aduh betapa kurus dirimu. Sekarang, kurus sih masih… tapi ada perut yang membuncit ke depan dan pipi yang mulai berisi juga leher yang ada lipatan :D Aku? Dulu masih wajar…. skarang mulai ga wajar, terlalu santai dan menikmati hidup rupanya :lol: Tenang, aku tau aku  harus diet hehe. Sebelum satu tahun lalu, masih ada saja hal hal yang kita malu malu buat lakukan, jaim deh istilahnya. Sekarang? Kentut dan sendawa sahut menyahut hampir tiap hari kita lakukan :lol: Luar dalam, aku dan kau. Setiap hari di rumah berdua, bertemu terus dan terus, ada bagusnya buat kita berdua yang sama sama haus perhatian ya ;)

 

Satu tahun pertama dari perjalanan seumur hidup bersamamu. It’s been great. As it always be, and as it will become.

Lanjuuuuuuuuuuttttt :D

 

Thank you for one wonderful year.


I love you.
More.
And more :)

Ah ya,
Kau suka kadoku?

Disini saja, di mana rumput juga sama hijaunya

Selamat malam, Bebo

Malam ini kita isi dengan banyak sekali tertawa. American Idol memang selalu tontonan yang menyenangkan, ya ;)

Kemudian kau dan aku kembali sibuk sendiri melakukan pekerjaan kita masing-masing. Well, mungkin lebih tepatnya dibilang bersantai dengan cara masing-masing ya :lol: Aku yang lupa begitu saja pada tugas rumah tangga ya ya… keliatan kok setrikaannya numpuk… Sbulan lebih tiap habis cuci main lipat :lol: as i said… tinggal nunggu moodnya aja kok sebetulnya. Kau yang begitu menikmati entah balap mobilmu, entah imaginary football team mu di PSP. Menunggu aku mengantuk dan tidur kembali, barulah kau memulai bekerja lagi, seperti malam-malam sebelumnya.

Sehari-hari memang hanya selalu begini-gini saja. Umumnya bangun siang, sekalipun aku lebih pagi *sedikit*, masak, makan siang bareng, nonton DVD sambil makan dan satu dua jam stelahnya, atau kadang aku pergi mengurus bisnisku, kau sibuk dengan orderan klienmu, sampai sore hari saat aku sudah pulang dan kau sudah jenuh, cuddling di sore hari sampai magrib, mandikadang, menunggu makan malam, nonton lagi, aku berbalas sms dengan calon partner, kau chat dengan klien, aku tidur, kau bekerja, kau tidur, aku bangun duluan… Rutinitas yang ga selalu rutin.

Lalu kata orang itu aneh. Kata mereka ga produktif. Lalu ditanya, “apa kau puas dengan hidupmu sekarang?”

Terpikirlah tentang iri. Ingat pada seorang sahabat yang sudah menikah sejak lulus SMA dan sekarang bahagia dikelilingi suami dan tiga orang malaikat ciliknya. Terbayang seorang sahabat kuliah yang sejak menikah oleh orang tuanya diberi hadiah rumah pribadi ga perlu cicil sama sekali dan mobil, tidak sama sekali perlu pusing pindah kontrakan stelah satu tahun tinggal di rumah yang rasanya belum terlalu nyaman. Seorang lagi sahabat dari SMA yang bekerja di sesuai bidangnya, yang sebetulnya sama denganku, bergaji besar dan berencana ke luar negeri.

Wah… Hal-hal yang sama sekali belum kita miliki, padahal kita ingini. Aku, paling tidak.

……………………..

Kelanjutan surat bisa dibaca di buku ini

Sudah bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com

atau PM ke inbox FB Leutika Prio atau inbox FB saya ;)

Atau email ke leutikaprio@hotmail.com atau maddy_taz@yahoo.com :)

 

A book you’re most likely gonna enjoy reading it *kata yang nulis :lol:


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers