July 17, 2008
· Filed under Feels and Thoughts, curcol misah misuh, yayiyayiyayi · Tagged nataness, yayi
Beberapa hari ini hari hari saya lumayan padat rasanya. Atau dijadikan seakan akan padat padahal hasilnya sebetulnya begitugitu saja dan cenderung tidak ada. Ah. Salah. Tidak ada itukan mungkin menurut orang. Wong kalau kata saya sih ada.
Sekilas cerita bukan hoax namun tanpa skrinsyut sama sekali karena apa daya saya tidak bisa kemanamana bawa kamera. Hari Senin mengisi dengan membabu pagi hari di rumah dan siaran dari sore hingga tengah malam tidak kemanamana di Mustika tersayang saja. Selasa menghabiskan waktu dengan lelaki kecil saya tercinta (not interesting in mention the details). Rabu pulang pergi ke Jakarta demi suatu bernama skripsi yang hanya menimbulkan sedikit rasa kesiasiaan karena rasanya memang dosen pembimbing saya adalah orang yang paling rumit! Melihat skripsi orang dengan tema yang agak agak mirip rasanya ga repot sama sekali, tapi kalau dia jadi anak bimbingan dosen saya, 100% pasti belum dianggap beres dengan hasil yang demikian! Yah… paling tidak menghabiskan hari bersama si BFF dan itu sangat menyenangkan! Kami lebih sering punya waktu bersama sekarang sekalipun hubungan persahabatan ini long-distance an hehe Kamis? Pagi ini saya bangun dan mendapati ibu dan adik sudah sedang sibuk di depan pc dan chatting dengan para buley. Ah… dunia mereka yang malas saya masuki.
Sibuk dimananya ya? Rasanya ngga juga. Haha. Memang. Berlebihan saja.
Saya mau cerita sedikit soal saya dan si lelaki kecil. Yah. Lets call it curhat time. Bosan dong jadi pelacur alias pelayan curhat saja. Skarang saya yang mau cerita (berasa ga pernah cerita sebelumnya padahal bohong!) Read the rest of this entry »
July 13, 2008
· Filed under Feels and Thoughts, yayiyayiyayi · Tagged muvee, thoughts, yayi

Seseorang berkata pada saya bahwa dia sedang sangat capek berpikir dan menjalani kehidupannya sekarang yang rasanya sedang penuh dengan kesialan dan jalan buntu, setelah semua usaha keras yang dijalaninya.
Read the rest of this entry »
July 7, 2008
· Filed under cicintaan, mustikas, yayiyayiyayi · Tagged cicintaan, mustikas, siaran, yayi
Kau tau..
Malam ini aku mengingatmu… Ya… sebagaimana malam malam lainnya saat aku mengingatmu…
aku mau tau ada apa denganmu, apa yang mengganggu pikiranmu, apa yang membuatmu sebegitu berbeda dan anehnya…
tapi aku sama sekali tidak ingin menganggumu, tidak ingin dianggap berlebihan olehmu, tidak mau dianggap terlalu ingin tau walaupun sebetulnya memang begitu… ya… toh kamu mengenalku…
tapi tidak apa apa… aku menunggu saja… besok pasti segalanya sudah baik baik saja… karena kamu tidak akan pernah membiarkanku bertanya tanya lama lama… karena aku tau kamupun tau aku ada buatmu
malam ini mungkin kamu tidak bisa mendengarku… entah apakah bahkan mengingat dan memikirkanku… tapi aku mengingatmu… memikirkanmu… dan ditengah sakit gigi dalam suasana cinta yang harus ditebar tiap minggunya, ingatan anganmu buatku susun sebuah jajaran lagu yang bila dirangkaikan judulnya semua adalah kata kata yang aku sangat ingin kamu sadari semuanya cuma buatmu…

Ya…
kau tau aku memang sedemikiannya menyayangimu…
Love u just much more than most dear…
X.O.X.O
*yes dear, klik buat memperbesar dan terlihat maksudnya
June 17, 2008
· Filed under cicintaan, yayiyayiyayi · Tagged yayi, takut, hati, cinta, ragu, percaya
Akhirnya sedikit terungkap juga apa yang mungkin terasa beberapa hari terakhir yang mengganggu dan menghilangkan keyakinan dengan sendirinya. Akhirnya suatu keraguan dan kemungkinan akan lain pilihan tercerita juga. Akhirnya dirinya menangis lagi. Ah… saya merasa bersalah. Tapi saya harus jujur. Karena saya tidak bisa menipu diri sendiri dan menahan semuanya sendiri. Kita berdua menjalani ini kan? Forgive me to be too demanding. Forgive me to even thoght about the others. Forgive me for the tears all over again. But as I said, im not leaving. Im here. Im waiting. For an improvement. For anything. For you. For us. For our future to be. I can tell you Im not leaving. Tapi janji. Jangan cuma berpikir sampai stress dan menambah potensi kakek kakek AIDS pada dirimu. As you said, berusaha. Jangan marah pada masa lalu. Tinggalkan semua. Buat masa depanmu. Bersamaku tentu. Janji buat tidak diam. Janji buat lakukan sesuatu. Dan aku? Aku akan ada disini. Seperti tadi. Tidak pergi. Jadilah layak buat ditemani. Jadilah kamu yang sepenuhnya dirimu sebagaimana yang tadi tersebut dan katamu belum jadi. Aku tidak bisa bilang apa apa lagi. Aku masih punya ketakutanku. Aku masih bersama keraguanku. Aku masih berpikir buruk dan tidak yakin padamu. Semoga tangis tadi bukan sandiwara saja. Semoga kesadaranmu bukan cuma tadi saja. Tapi aku mau percaya. Percaya pada kamu, aku, kita. Dan paling tidak buat hari ini dengan yakin dan pasti bisa bilang, aku tidak akan pergi.

Read the rest of this entry »
June 17, 2008
· Filed under cicintaan, yayiyayiyayi · Tagged cinta, hati, yayi
I LOVE HIM
I Do
And I Don’t Care Of What You Think
Or even what I thought
I Love Him
For The Man He Wants To Be
And I Love Him
For The Man He Almost Is
I
LOVE
HIM
Read the rest of this entry »
June 16, 2008
· Filed under Feels and Thoughts, yayiyayiyayi · Tagged yayi, tanya, mustikas, siaran, hujan, dingin
Berada dalam ruang studio yang dingin menggila dengan hujan di luar sana
Ingat pengalaman siang tadi saat hampir saja jadi korban pencopetan enam orang siyalan dalam ancot st.hall-gedebage namun masih sempat merogoh henpon milik sendiri di dalam tas milik sang pencopet sehingga tidak jadi meninggalkan pemiliknya ALHAMDULILLAH
Hujan…
Sedang berkutat dengan pemikiran kapan bimbingan ya… kapan anak bu ninih sembuh yah… kapan lulus yah… abis ini ngapain yah karna ga jadi ketemu andri… siaran nati malem rame ga yah…
kapan ketemu orang itu yah… dia pengen ketemu saya tidak sih sebetulnya… kenapa dihubungi saja susah sekali… kenapa dia tidak mengusahakan apa apa buat menghubungi saya ya… kapan saya bisa kasih tau semua yang mengganggu pikiran saya ya…
Memandang lagi keluar jendela…
Masih hujan
Di dalam pun masih kedinginan
Berkutat dengan pikiran dan lagu dan skript dan interaksi
Ingin menangis bersama hujan…
