Saat ini ya begini…

Akhir akhir ini saya benar-benar kehilangan minat buat menulis. Rasanya kembali ke fase semester pertengahan di masa kuliah dimana saya mulai melepaskan diary yang penuh dengan coretan spidol warna warni yang umumnya berisi pisuhan dan makian yang susah diucapkan di hadapan muka orang :lol: Bedanya, dulu saya disibukkan dengan kegiatan kuliah yang benar-benar membuat semua energi saya terkuras habis. Masih bisa sebenarnya, tapi niatnya kurang. Sama rasanya seperti sekarang. Disibukkan dengan urusan domestik dan perbisnisan. Padahal sih di rumah saja. Padahal sih masih banyak waktu luang. Tapi entahlah…

Lalu sekarang, saya ingin bercerita tentang begitu banyak hal! Sampai tidak tahu harus bagaimana memulai menulisnya. Ah… repotnya… Im just gonna write, since I need to let out what’s been up here inside my head lately… Read the rest of this entry »

Que Sera…

Jadi hari ini ceritanya resepsian pernikahannya sepupu saya, Mba Tata dan Mas GunGun. Selamat yaaaa…. Makanannya enak-enak :lol: Semoga cepet dapet momongan… kan skarang smua orang dah keundang hehehe

Saya dan suami dapat undangan sendiri. Bukan lagi bersama dengan mama maka saya nebeng datang. Tapi spesial buat kami berdua. Awalnya bimbang, datang atau tidak? Akan merusak suasana atau tidak? Nanti ada ribut-ribut atau tidak? Ah… Tapi kan di acara orang, masa sih bahkan mama akan mengambil resiko bikin malu diri sendiri? Rasanya ngga… Kebetulan saya sedang tidak masak, jadi rasanya ada bagusnya kalau kami datang saja.

Maka sebelum siaran, dandan yang cantik dan menghadiri kondangan. Dandan paid off. Kata Bude saya dia pangling liat saya makin cantik :lol: kalo diomongin sendiri gini kok jadi najis kedengarannya. Ketemu banyak sodara yang sudah lama ga ketemu, salam-salaman, dan tentunya, mengenalkan sang suami pada mereka. Hey, they responded well and they welcomed him. Cant say how relieved I was :) Tapi rasanya ada yang kurang? Oh iya… Mamaku!

Datang menghampiri dan bersalaman, mama sih sayang banget sama anak perempuannya ini. Tapi rupanya hatinya belum bisa tergerak buat menerima menantunya, dan sayang sekali, pertemuan kali ini berakhir kembali dengan mama tidak sama sekali mau bahkan menengok pada suami saya. Sakit hati? Ehm… Suami saya sih mungkin ya sedikit sisa-sisa, sekalipun saya sudah bilang, apapun reaksinya hari ini ya ga usah dianggap sama sekali. Kalau saya? Ngga. Sudah ga tersisa sakit hati. Terasa sebagai suatu hal yang wajar, dan saya tau bahwa saya hanya perlu menunggu sebentar lagi.

Pakde dan Bude semua juga bilang hal yang sama pada lelaki kecil tercinta, “Sabar aja…” Karena rasanya memang cuma itu ya, yang bisa dilakukan saat ini? Rasanya ga ada gunanya memaksakan apa-apa. Bahkan semakin lama saya makin tidak ambil hati sama sekali. Meskipun pada momen momen tertentu hati ini masih sering sakit rasanya, karena belum utuh tentunya. Tapi ya mau gimana? Saya benar-benar clueless saat ini tentang hal ini. Tapi saya ga merasa ada yang kurang dalam kehidupan saya. So be it.

Sahabat saya keheranan ketika diceritakan. Masa sebegitunya reaksi sang ibunda? Apa dia tidak bisa melihat bahwa suami saya kata dia sih membawa pengaruh baik pada saya yang makin lama jadi lebih dewasa? Memangnya ga bisa dihargai itunya?

Saya ga punya jawabannya. Saya yakin mungkin sekali mama saya punya alasannya sendiri. Maka saya tidak akan berusaha menebak apa maknanya. Biar saja, pada waktunya nanti, mungkin akan terbuka sendiri.

In the mean time,

Que Sera

LIVE LIFE TO THE FULLEST!!!

Wow! Its been a month! Can i still call myself a blogger? :lol:

Entah kenapa, sekarang ini agak susah buat menemukan waktu buat diri sendiri menulis dengan nyaman, sebagaimana dulu waktu masih jaman sekolah, tiap malam sebelum tidur saya selalu menulis perasaan saya hari itu. Hal hal yang terjadi yang membekas buat saya. Pemikiran pemikiran waktu itu *yangkebanyakancowomelulu* padahal dulu menulisnya pakai pulpen di lembar kertas diary! Skarang sudah lebih mudah… malah tidak meluangkan waktu! Sigh…

SO! How’s life dear friends? Mine? So far so good…

Ceritain satu satu ya? This is my blog anyway… i write anything i want here! :mrgreen:

DSC00452Tentang pacar yang insya Allah calon suami. Alhamdulillah jalan rejekinya dia sedang dibukakan. Emang resikonya freelance gitu, sih ya? Kalau lagi kosong, ga ada banget kerjaan! Giliran lagi ada banyak, rada keteteran… dodol! :p Kasihan juga sama lelaki kecil itu. Bebannya dia banyak sekali, dan banyak juga yang harus dibuktikan dalam waktu yang sangat singkat ini. I know how hard that would be, darl. Tapi memang ga semua orang liat yang namanya proses kan ya? Tetap sabar dan ikhtiar juga berdoa ya… Akupun pasti berusaha buat selalu mengingat satu tujuan utama kita di depan sana :)

Sebetulnya kalau bicara soal sabar…. jadi bersambung kepada seorang IBU yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Ibu saya tentunya. Yang paling banyak ikut campur dalam hidup saya. I appreciate it, for i know that she does that all only because she loves me. Tapi lama kelamaan mama saya kok jadi mirip ibu ibu menyebalkan di film “BECAUSE I SAID SO” ya? :p

Masih saja entah kenapa tidak merestui rencana pernikahan saya dan si pacar yang sebentar lagi akan kami wujudkan. Amien. Akhirnya kemarin-kemarin sempat ada pembicaraan dua hati antara kami. Awalnya karena saya bilang tidak tahan lagi tinggal di lingkaran setan dimana seorang ibu teriak teriak tiap hari dan kalimat favoritnya adalah punya anak perempuan ga ada gunanya!

Saya mencoba buat jadi pendengar saja. Yang hebatnya, saya sama sekali bisa menjaga nada suara untuk terdengar datar, sambil tetap berusaha mengungkapkan semua pendapat saya! Dia bilang dia tidak mau saya dengan si lelaki bukan karena fisik, tapi memangnya salah kalau dia mau saya punya pasangan tuh yang bisa mengontrol emosi saya, yang bisa mengimbangi saya, yang pantas diliat berdua saya. Well, that aint totally not about physical, huh? Lalu dia menolak dibilang sering marah marah, dia bilang seharian di depan komputer facebook dan chatting itu untuk mengontrol diri. Lalu dia membandingkan dirinya dengan ibu ibu lain yang lebih kasar dan lebih ga sabaran katanya, dan mengatakan betapa beruntungnya kami punya ibu seperti dirinya. Yes, mum. We’re so lucky to have you. Tapi yang mama suka lupa rasanya buat juga lihat betapa beruntungnya punya anak seperti kami, yang tidak kacau balau seperti banyak anak lain yang lebih bikin stres orang tuanya!

Lalu katanya saya yang belum dewasa boro boro bisa menikah! Beberes rumah saja jarang, masak ga bisa, hal hal kecil itu katanya. Hm… saya bukannya sama sekali ga pernah toh mam? Dalam seminggu kalau ada waktu pasti beberes. Masalah masak? Nanti pasti belajar dengan sendirinya. Itu naluriah rasanya. Skarang memang belum berasa butuh aja. Lalu, apa dewasa benar benar diukur hanya dari hal hal demikian menurut mama? Ah… susah sekali bicara dengan ibu yang satu ini. Lihatlah sisi lain anakmu mam…

Lalu saya katanya pernah mau bikin mama bahagia. Lulus aja waktu itu lama, skarang udah lulus ga mau kerja di kantoran. Mama sayang… lulus lama dulu bukan salah saya sendiri. There’s many factors. Toh akhirnya beres. Ga mau kerja kantoran lalu memangnya kenapa? Mama pikir mereka yang kerja di kantoran senang semua dengan apa yang mereka kerjakan? Aku sudah mencoba dan sama sekali ga suka, mau apa? Si yang punya kantor meminta buat balik, ada pegangan kalau aku mau, tapi kalau tidak mau yah mau gimana? I love what im doing right now. Tolong jangan menyumpahi. Jangan doakan yang jelek jelek selalu. Lihat saja nanti. Beri waktu dulu, bagaimana? Dan bukannya sama sekali sebagai anak tidak mau melihat orang tua bahagia, tapi apa tidak bisa ma belajar sedikit dari papa yang bisa bahagia dan merelakan anaknya jadi apapun yang mereka mau dan ikut bahagia sesederhana dengan bila si anak bahagia?

Lalu terakhir cuma bisa bilang, terserah! kamu mau menikah mau apa terserah! mama ga melarang! ga merestui!, dengan muka masam dan banjir air mata. Baiklah. Terserah padaku kan? Sama seperti waktu dikeluhkan tentang dirimu yang menuntut semua pacar anaknya buat sopan, tapi kadang disalami pamit pulang saja tidak mau buat keluar kamar mendatangi dia yang menghampiri buat salam, atau paling tidak melihat ke arahnya langsung. Lalu siapa yang tidak dewasa ma? Dengan semua penyangkalan dan ketidakmauan buat sedikitpun merasa ada kesalahan? Ah… ya sudahlah. Saya masih mencoba buat menemukan pola komunikasi yang baik dengan mama. So much as u told me you love me, i love u too mom!

Trus… kerjaan? Hahahah told u im a freelancer, rite? Its mostly free for me hahaha

Sbetulnya saya bisa saja kembali ke pekerjaan saya sebagai “HRD” di kantor yang sempat saya singgahi beberapa bulan itu, karena si bos nya menunggu saya balik kesana. Bahkan saya disuruh ikutan foto untuk bikin name tag padahal belum tahu kapan dan apakah akan saya kembali ke sana. Tapi hati sama sekali masih belum mau. Siaran di MGT juga masih kepending karena entah management nya yang mulai sama kacrutnya dengan radio saya yang dulu kah atau gimana. Saya benar benar sedang menikmati berbisnis disini! Saya lagi ga mau promosi. Tapi ya memangnya kenapa kalau saya suka melakukan hal ini? Setelah 4 bulan, akhirnya saya bulan depan akan dapat pendapatan sebulan yang lebih sedikit dari pendapatan saya sebulan bekerja di kantor dengan jam kerja yang jauh lebih sedikiT!

Ga cuma itu sih… minimal dua kali dalam sebulan saya masih bersentuhan dengan dunia psikologi. Alhamdulillah biro dimana saya pernah magang nampaknya juga percaya sekali bahwa saya mampu, jadi tiap kali ada proyek saya diajak :) Mau konseling hari Minggu ini. Yah… lumayan lah kalau yang ini mah buat biaya bersenangsenang hahaha

Overall, hidup saya layak buat disyukuri! Terlepas dari pertengkaran musiman dengan si pacar, kepincangan komunikasi dengan sang ibu, uang yang kadang banyak di luar kosong di dalam :lol: Saya betul betul sedang merasa bahwa hidup saya indah, dan sedang menanti banyak keindahan lainnya yang pasti akan datang karena sekarang saya sedang berusaha sekuatnya buat mendatangkannya! :)


Baiklah… posting buat sebulaneun nih :lol:


LIVE LIFE TO THE FULLEST, FELLAS!!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers