Selamat melanjutkan liburan long wikennya! Yang kerja terutama, asik deh ya masih punya sehari lagi buat dinikmati barengan sama orang-orang tersayangnya
Long weekend buat saya ga ngaruh sih ya… Wong kerjaannya bebas juga sbenernya. Suatu waktu mau libur ya monggo ae… Tapi kali ini agak beda. Karena ulang tahun suami tercinta saya
Beda juga, karena masa libur begini dimana orang bersenang-senang, kita kena badai krisis finansial
I’ve told many times, saya sama suami sama sama freelancer yang ga mau kerja di orang. Eh, kalo saya sih MLM-er kali ya tepatnya. Buat saya pribadi, Alhamdulillah sudah pasti gajinya perbulan. Range 4-5 juta sih baru. Alhamdulillah… Masih lagi terus usaha sampe cape buat meniti Success Plan nya Oriflame. Nah kalo suami, beda lagi. Dia jauh lebih ga stabil daripada saya. Mau gimana lagi, kan kerjaannya per project gitu. Trus ikut-ikut contest. Kadang menang kadang ngga. Kadang dapet gede banget. Kadang ngga.
Jadi ceritanya, saya ini pengen sekali bikin satu budaya yang namanya ulang tahun harus istimewa. Tahun lalu, waktu ulang tahun suami, kita liburan dalam kota check in di salah satu hotel di Bandung dan ga keluar seharian gitu
Tahun ini kondisinya beda banget! Sekitar dua bulan terakhir ini pendapatan suami emang lagi agak kurang OK. Baru mulai lagi di bulan ini banyak project lagi. Means, fee nya belum turun sama skali. Kemarin waktu hari Rabu ketemu klien yang punya hutang bayar jasa maintain web slama 3 bulan. Katanya mau di transfer hari Kamis. Ternyata hari Kamis ngga, karena katanya cuma bisa transfer dari komputer di kantor dengan segala alasannya. Jumat, ditagih sedemikian rupa, ternyata ada yang meninggal, mertua bos katanya dan di luar kota. Mau nagih lagi, ga enak juga dalam suasana duka
Masalahnya adalah, gajiannya saya bulan ini sudah habis habisan buat bayar semua bills, semua kebutuhan RT, semua kebutuhan pribadi, SEMUA. Termasuk modal yang saya sisihkan sendiri perbulan buat ekspansi bisnis. Suami memang sudah waktunya menyumbang buat k ebutuhan rumah tangga kami. Dari fee beberapa project yang on going sekarang, dan klien yang berhutang itu. Saat si klien ga bisa transfer dan belum juga hingga saat ini, saya benar-benar mengalami yang namanya DOMPET KOSONG. That’s pretty much sucks.
Ditambah godaan PMS yang terkutuk, mood saya se-Kamis Jumat kemarin jadi benar-benar buruk. Mulai dari kesal banget sama si klien yang ga kunjung transfer padahal sangat diharapkan, sampai jadi mikir ini itu soal suami. Saya jadi kesal sendiri! Saya jadi sebal sama suami yang bikin uang saya jadi terpakai buat biaya ini itu yang harusnya tanggung jawab dia. Saya jadi sebal bahwa uang yang saya dapat di bulan ini cepat sekali habis jadinya karena dipakai buat semuanya. Saya jadi super kesal intinya. Mewek. Ngambek. Ngajak ribut.
Sekarang saya percaya sekali bahwa yang namanya UANG memang bisa jadi sumber pertengkaran yang paling utama antara suami istri ya. Kami jarang sekali bertengkar selain seputar ini soalnya, lho. Sebetulnya saya tahu kalau the money is on its way. Udah bakal ada. Udah tinggal nunggu. Tapi entah kenapa, keadaan ga pegang uang di dompet bikin senep
Di hari Jumat sore ada yang transfer ke suami 200ribuan. Well, lumayan ya jadi ada pegangan sampai Senin kayanya si klien baru akan transfer setelah semua urusan duka cita beres. Tapi kadang, saya yang cuma manusia lupa buat bersyukur. Tetap kesal, karena rencana yang dipunya buat hari H jadi berantakan karena tidak ada budget.
Bangun di pagi hari Sabtu menyadari bahwa keadaan masih sama membuat saya kurang bersemangat jadinya. Padahal pagi itu ada undangan Beauty Demo di arisan ibu ibu di komplek cucung downline saya. Harus hadir. Emaknya, gitu lho.. Suami masih tidur, karena kerja sampai pagi. Semalam saya tidur dengan tidak sedamai biasanya. Banyak keluhan yang bikin perasaan ga enak. Akhirnya tetap berangkat pergi menunaikan tugas negara.
Sambil jalan saya memikirkan apa saja yang suami saya ucapkan pada saya pada saat dia menasihati saya yang keras kepala dan ambekan ini semalam. Betapa saya harus bisa lebih sabar dan lebih bersyukur karena ini bukan sama sekali “ga ada”, tapi cuma menunggu masuknya aja. Betapa ga semua bisa terjadi sesuai rencana. Betapa toh memang kondisi dia bulan belakang kurang OK, tapi dia sedang menebus semuanya sekarang, dan dia janji akan bayar semua waktu dimana dia pikir dia kurang membahagiakan saya. Betapa kalau mau ada yang sedih, ya dialah, karena dia yang ulang tahun, toh sbenernya, dan maunya juga keadaan damai dan sejahtera di hari bahagia. Betapa toh setiap dia menang project besar, dia selalu menyerahkan semua pendapatannya pada saya dan mendahulukan kami, bukan dia pribadi. Betapa saya bisa saja menghabiskan seharian ini dengan ngambek dan membuat suasana jadi ga menyenangkan, tapi buat apa? Keadaannya lagi begini, dan seharusnya saya ga boleh mengeluh, tapi menikmati semua susah senang bersama dalam arti sesungguhnya.
Jadi pengen mewek bawaannya. Sesungguhnya saya memang masih belum jadi istri sholehah sejati
But GOD knows i try my best to. And that I love my husband. Bahwa saya sudah berjanji dulu sebelum menikah bahwa saya menerima dia dengan semua kekurangannya. Bahwa saya sudah tau cara kerja yang dipilihnya dan siap dengan semua konsekuensinya. Aaaaaaaaahhh jadi pengen cepat-cepat pulang deh tadi bawaannya.
Pulang ke rumah, suami masih tidur dan bangun ga lama setelah saya usel-usel peluk peluk
Minta maaf pada suami. Kasih kado di kasur *ups* dan merayakan hari dimana dia menua dan mendewasa dengan penuh sukacita walau dalam keadaan pas-pasan. Kebetulan ada orderan barang yang saya punya jadi bisa langsung jadi duit dalam sekejap, lumayan nambah2 seratus ribu hihihi. Beli kue Mocha Nougat bawean favoritnya kita berdua buat alas tiup lilin ihihi. Tradisi tiup lilin ini harus selalu ada. Trus sebagai kadonya, beli bakso dari komplek sebrang yang dia sudah ngidam selama hampir setahun karena tempat yang lama tutup. Pleus DVD film Liverpool judulnya WILL yang udah lama banget pengen dia tonton
You know what, he burst in tears of joy. I felt so much loved



Jadi ceritanya, hari ini sisa uangnya cuma sekitar seratus sekian ribu
Doakan ya semoga si kliennya bayar hari Senin. Kalo ga saya ah yang nagih sambil marah-marah. Dont mess with a bokek wife!
Saya bahagia sekali. Bahagia punya suami hebat baik hati yang memahami istrinya yang masih kekanakan padahal sudah segede gaban :p Yang paling penting, saya belajar melatih rasa bersyukur yang kadang masih sulit. Memang, kalau kita sibuk mengeluh dan melihat segala yang kurang, berkah yang ada suka jadi tidak tampak. Padahal ada. BESAR sekali.

Lets grow old together, baby