Archive for curcol misah misuh

Whatta-notsogreat-day

Dalam menit menit terakhir siaran Indonesiaan di pagi hari menggantikan Glen Sahetapy… hal aneh banyak terjadi mengawali hari…


Bangun bangun dan sang ibu sudah di depan pc sibuk chatting dengan “pacar gelapnya” dan melanjutkan beberes rumah dengan punya anak perawan dua ga pada pernah beberes rumah ga ada gunanya blablabla dengan asiknya


saya sekarang sudah tidak pernah lagi ber inet ria di rumah… saya masih beberes rumah…


naik ancot Gedebage turun di buah batu dan membayar dengan selembar 20 ribuan ongkos yang seharusnya 2500 karena memang wajar saja toh ada yang namanya kembalian… malah sukses di bentak sopir ancot siyalan “nu alit atuh neng! baleg atuh! pagi pagi duitnya gede!” dan pengen nabok rasanya sambil inget dulu waktu masih SD pulang sekolah jam 9 pagi naik ancot irigasi di bekasi bayar pakai 5ribuan ongkos yang hanya 500 perak waktu itu dan supirnya bilang “gede gede amat sih duitnya! abis mangkal yah!


udah gila yah… sopir ancot ko punya korelasi kebrengsekan yang sama setelah bertahun tahun…


ya ya… whatsofuckinever…


kemudian siaran indonesian talkshow dengan band yang namanya WANGSA artis yang blom begitu beken banget tapi udah terlambat datang hampir setengah jam ajah gitu brondang brondings yang musiknya standar standar saja semodel sama nineball dan lainlain yang demikian yang saya kurang bisa nikmati hingga kini dan rada garing… au ah… begini nih malesnya siaran indonesiaan huahuahuahau


ya ya ya aku memang paling senang talkshow yang perbukuan


trus… skarang mau ke rumah Nana dan reunian berempat gadis yang dulu waktu masih belum pada berdosa sebanyak sekarang dengan kehidupan masing masing dan hampir setengah tahun tidak bertemu…


semoga yang ini bisa memperbaiki hari ini


Padahal kemarin indah sekali!!! huhuhuhu bebeb aku senang sekali kemarin … im gonna love u eventhou hihihihi ;)




Have a nice day yah eperibodih!!!!

Comments (30) »

Adik, huh?

Beberapa hari ini hari hari saya lumayan padat rasanya. Atau dijadikan seakan akan padat padahal hasilnya sebetulnya begitugitu saja dan cenderung tidak ada. Ah. Salah. Tidak ada itukan mungkin menurut orang. Wong kalau kata saya sih ada.

Sekilas cerita bukan hoax namun tanpa skrinsyut sama sekali karena apa daya saya tidak bisa kemanamana bawa kamera. Hari Senin mengisi dengan membabu pagi hari di rumah dan siaran dari sore hingga tengah malam tidak kemanamana di Mustika tersayang saja. Selasa menghabiskan waktu dengan lelaki kecil saya tercinta (not interesting in mention the details). Rabu pulang pergi ke Jakarta demi suatu bernama skripsi yang hanya menimbulkan sedikit rasa kesiasiaan karena rasanya memang dosen pembimbing saya adalah orang yang paling rumit! Melihat skripsi orang dengan tema yang agak agak mirip rasanya ga repot sama sekali, tapi kalau dia jadi anak bimbingan dosen saya, 100% pasti belum dianggap beres dengan hasil yang demikian! Yah… paling tidak menghabiskan hari bersama si BFF dan itu sangat menyenangkan! Kami lebih sering punya waktu bersama sekarang sekalipun hubungan persahabatan ini long-distance an hehe Kamis? Pagi ini saya bangun dan mendapati ibu dan adik sudah sedang sibuk di depan pc dan chatting dengan para buley. Ah… dunia mereka yang malas saya masuki.

Sibuk dimananya ya? Rasanya ngga juga. Haha. Memang. Berlebihan saja.

Saya mau cerita sedikit soal saya dan si lelaki kecil. Yah. Lets call it curhat time. Bosan dong jadi pelacur alias pelayan curhat saja. Skarang saya yang mau cerita (berasa ga pernah cerita sebelumnya padahal bohong!) Read the rest of this entry »

Comments (20) »

Hard Thing Called “BELIEVE”

Sebelumnya mohon maaf karena saya belum bisa menanggapi sama sekali komentar di postingan2 sebelumnya dan belum sempat blogwalking sama sekali :( Minggu ini super hectic dan rasanya banyak sekali yang harus dikerjakan dan mulai kebingungan enaknya bagaimana! Heuh.. Pusing akuh!


BFF saya akhirnya jadi juga ditinggal pasangannya yang akhirnya dikirim ke Pontianak untuk bekerja di ESIA sana. Sahabat tersayang saya tidak berhenti menangis justru tiga hari sebelum pasangannya itu pergi. Dan memang pada hari kepergiannya menangis lagi, namun kebanyakan dia memilih diam.


Sebagai seorang sahabat, saya tau cuma bisa jadi shoulder to cry on saja buat dia. Dan menunggunya buat cerita sendiri apa yang dirasakannya.

Awalnya dia cerita soal ketakutan. Ketakutan kalau pacaran jarak jauh nanti entah dia entah pasangannya itu akan saling melupakan satu sama lain dan menemukan orang lain yang tempting yang ada di depan mata. Kemudiansoal keraguan. Dia ragu justru karena pasangannya sedemikian yakinnya! Dan itu malah membuat keyakinannya agak goyah. Dan yang paling mengusik adalah karena dia berpikir sekarang setelah pasangannya akan “maju” nantinya bakal meninggalkan dia, padahal waktu kemarin pasangannya belum dapat kerja dia tidak sekhawatir ini. Khawatir akan dilupakan begitu saja dan bakal digantikan seseorang yang jauh lebih segala dari dia.

Read the rest of this entry »

Comments (40) »

CARI DUIT MEMANG SUSAH… I KNOW!

Saya tau sekarang yang namanya mencari uang memang susah. Saya juga tau harusnya punya tenggang rasa pada mereka yang memang lebih susah dan berusaha mencari uang dengan segala cara. Tapi memangnya salah kalau saya memutuskan buat menolak memberi uang pada pengamen jalanan terutama anak muda yang beranting dan mengamen sambil merokok? Memangnya salah kalau saya lebih memilih beramal pada lembaga yang saya percayakan menerima zakat saya perbulannya daripada diberi begitu saja pada pengemis yang sudah berkali kali saya dengar beritanya bahwa mereka punya satu jaringan yang bisa bikin kita terheran heran? Memangnya salah kalau saya menolak buat memberi buat yang katanya “sumbangan” pembangunan ini itu di tengah jalan tanpa tau benar tidaknya?

Read the rest of this entry »

Comments (76) »

HAMIL… TERUS KENAPA?

Hari ini saya menerima sms dari seorang adik sepupu ipar yang isinya singkat saja sebetulnya “Mbak kapan ke Bekasi lagi? Nginep disini dong aku mau cerita nih… T_T” dan entah kenapa saya betul betul  merasa adik saya yang cantik itu sedang menangis.

Kenapa menangis? Karena mungkin gadis akhir belasan tahun yang ada dalam dirinya sedang merasa kesepian, terkurung dalam satu rumah yang bukan benar benar rumahnya sekalipun sudah beberapa tahun berada di dalamnya yang diawali dengan tidak sengaja. Mungkin gadis itu sedang ingin bebas, sedang bosan, sedang tidak tahun harus menjalani semuanya bagaimana.

Kenapa? Karena si gadis adalah seorang ibu dari seorang anak balita lucu berusia dua tahunan yang dilahirkannya di usia 17annya, dan seorang istri dari suami yang sama belianya dengan dirinya dan bebas pergi kesana kemari, sementara dirinya? Dia habiskan sehari hari waktunya dirumah membantu mertua, mengurus rumah, mengasuh anak, tidak punya kontak dengan banyak teman sekolahnya dulu.

Kenapa lagi? Karena dia dikeluarkan dari sekolah saat ketahuan hamil!

Bukan hanya adik sepupu ipar ini yang mengalami nasib begini. Banyak sekali perempuan yang terpaksa keluar dari sekolah hanya karena ketahuan dirinya hamil yang memang diluar nikah. Ya. Tahu. Itu suatu ketololan yang diciptakan sendiri. Tapi tolol sekali yang memutuskan buat tidak mendidik anak muda yang masih tolol supaya lebih pintar!

Pernah nonton JUNO? Juno yang masih 16 tahun dan hamil di luar nikah karena making out dengan seorang sahabatnya yang padahal sama saja polosnya dengan dirinya? Ya! Juno yang itu! Juno yang punya self image yang sangat bagus sekali sehingga dalam hamilnya bisa memandang dunia dengan kepala tegak. Juno ini sangat beruntung! Juno yang hamil di tengah masa sekolah ini sama sekali tidak dikeluarkan dari sekolah dan bisa melenggang dengan damai di sekolah tanpa perlu menutupi perutnya yang makin lama makin membuncit. Juno yang ini punya orang tua yang sadar bahwa apa yang terjadi pada anak sebagian besar merupakan andil mereka dan tidak “memberi pelajaran” pada dirinya dengan semena mena. Juno yang ini sangat beruntung karena proses adopsi untuk  bayinya berlangsung dengan mudah dan tidak lagi mengkhawatirkan apa apa tentang masa depan sang bayi.

Kenapa tidak bisa seperti Juno?

Terserah. Terserah kalau dibilang memang hal itu dosa. Siapa juga yang bilang bukan dosa? Tapi penanganan yang selama ini ada memangnya sudah benar adanya? Bagaimana tidak banyak sekali perempuan di Indonesia yang jadi korban KDRT karena sejak muda sudah mau tak mau berhenti terdidik dan tidak bangkit dari ketololannya. Kenapa yang lelaki bisa melanjutkan  pendidikannya sementara yang perempuan berakhirnya begitu saja? Dan orang tua yang tidak semuanya seperti orang tua Juno, kenapa tidak juga sadar bahwa anak adalah hasil berprosesnya orang tua? Kenapa tidak lakukan apa apa selain menyalahkan saja?

Ah maaf. Mungkin cuma sedang subyektif karena ini agak personal dan habis membaca novel Dim Sum Terakhir nya Clara Ng dan merasa napsu dengan kenyataan yang ada terpapar disana. Paling tidak menonton Juno bisa membuat merasa lebih baik.

Comments (67) »

SORE HARI YANG NAMPAKNYA PMS DI 1 JUNI

Saya sedang apa sore ini di tanggal 1 Juni dimana semua orang gembira menghabiskan uang di awal bulannya?


Hm… pagi tadi ikut acara BATAGOR bareng TBI membersihkan Taman Maluku yang besar itu bareng beberapa orang dari BATAGOR dan banyak dari TBI dan anak anak SMP yang terlihat sudah banyak dosa huehuehuehue sok tahu sekali! kemudian melanjutkan dengan acara hiburan yang lumayan lah di TBI jalan Jawa tapi nampak agak ripuh dan kurang terorganisir sok tau sekali sekali lagi! setelah kenyang cabutlah dengan beramal baik pada orang lain melepaskan kesempatan saya dapat iPod Shuffle yang konon kabarnya 4MB


Jalan ke BIP rencana mau beli sandal yang mirip mirip NEVA tercinta… tapi tidak dapat dengan sangat menyebalkannya! Beginilah kalau punya kaki besar yang beda beda tipis dengan BIGFOOT! Mau nonton sendirian ceritanya Me Time di awal bulan, eh NARNIA yang jam 3 cuma tersisa 3 lines kosong di PALING BAWAH! CIH! Siapa yang sudi? Akhirnya dengan tidak berpikir saya beli yang jam 6 dan agak menyesal sesudahnya karena berarti saya akan pulang malam sekali nanti dan berharap cemas semoga ancot tercinta yang makin mahal saja masih ada malam nanti. Menunggu pun terlalu lama karena rasanya sudah satu BIP saya kitari yang ada sandalnya tidak menemukan yang cocok juga dan masih jam 2 kurang beberapa menit saja. Akhirnya larilah salah… naik ancot karena saya tidak punya kemampuan buat lari apalagi yang sejauh itu menuju IP dan terima kasih Gusti menemukan satu sandal di toko pertama yang saya datangi yang akhirnya sekarang rada sakit waktu dipakai karena rada sempit dengan bodohnya langsung saja beli karena malas berputar putar seperti T2.


Sekarang? Saya terdampar di sebuah warnet di lokalisasi aduh aduh bahasa ini di jalan Purnawarman masuk sedikit. Sudah hampir jam 5 jadi mungkin setelah menulis ini saya akan beranjak dan bergegas ke BIP buat membeli cemilan teman nonton kala sendirian dan menggagalkan rencana diet buat kesekian kalinya dan berharap semoga saya tidak ketiduran dalam studio yang umumnya nyaman, mengingat tadi di ancot pun sempat ketiduran.


Satu lagi! Saya benci kamu hey lelaki kecil yang tidak membalas sms saya sama sekali! Keep my words, buat sisa hari ini saya tidak akan sms kamu lagi SAMA SEKALI! Sebalnya! Kita lihat saja saya akan marah sampai kapan!


Melihat tanggalan dan menyadari sudah masuk masa PMS lagi. Hati Hati Pada Saya!

its so me!

Comments (70) »

Nasionalis itu…

Kemarin sore ada yang sms ke radio waktu saya sedang siaran… dia bilang

“Mustika ko lagu indonesianya sedikit sih! Masa lagunya barat melulu! Diperhatiin dong!”


Terulang lagi waktu malam…

“Mau kasih saran nih ya… kalo bisa lagu indonesianya diperbanyak dong… ko terkesan ga nasionalisme sekali gitu kayanya…”


Baiklah. Pertama. Acara yang saya bawa sudah ada format acaranya dan memang tidak sesuai dengan lagu Indonesia yang sekarang banyak beredar. Paling tidak saya sering memutarkan lagu Indie. Ada juga beberapa penyanyi dan band yang sering saya putar sekalipun tidak banyak. MDnya juga menitah demikian!

Dan kalau dibilang tidak nasionalis karena tidak memutarkan lagu Indonesia, then just be it! Kalau memang cuma sebegitu saja dangkalnya makna nasionalis.

Pegang janji saya. Kalau nanti lagu Indonesia sudah jadi catchy di telinga saya, dengan lirik yang tidak membuat saya merasa diundang buat bunuh diri dan sama sekali tidak self-motivating, kalau nanti jumlah lagu bagusnya lebih banyak dari sekarang, kalau soundtrack dari film musikalnya bisa bagus selayaknya Glen Hansard dan nona Marketa Irglova atau paling tidak RENT saja yang sedemikian kurang jelasnya, maka saya pasti! ya Saya Pasti akan memutarkannya dan mengusulkan pada bapak Eka Nugraha!

Tapi buat sekarang, saya tidak peduli. Memang formatnya demikian. Terserah mau bilang apa. Saya cuma mau bilang “Ya nanti dulu…” dan menerima label tidak nasionalis dengan tidak merasa sakit hati.

Ah… lagipula dia sih dengerinnya jam saya… denger yang memang pas memang jam nya lagu Indonesia kenapa!!! :p

Comments (57) »