Ah kau… malam ini bagaimana mungkin aku tidak ingat padamu.
Sebetulnya akhir akhir ini jika diminta buat jujur, aku sedang sangat tidak suka padamu. Kau menghilang dari peredaranku. Entah kemana. Sebetulnya kenapa ya…
Kau bilang benci padanya yang sejak menemukan dunia barunya jadi berubah dan lain padamu. Kau tahu tidak… kau sama saja! Kau jarang sekali mengabariku! Menyisihkan waktumu semenit dua buat balas pesan singkatku pun kau rasanya jarang mau. Apa kau masih ingat kapan terakhir kali kita bertemu? Atau bahkan ingatkah apa cerita terakhir yang terbagi berdua? Kapan terakhir kali kau meluangkan waktu buat sekedar mengobrol denganku?
Sampai malam tadi tentunya…
Malam tadi waktu kau tiba tiba menelponku dan tidak mengatakan apa apa, langsung menangis terisak isak di ujung sana. Aku tidak bahkan tahu kau bicara apa. Hey, apakah kau meniru Manohara yang sedang sangat terkenal itu? Aku tidak tahu…
Lalu kau bilang kau sedang sangat sedih sambil masih terisakisak. Dan ketika kutanya kenapa… kesepian katamu. Sendirian. Tidak berteman. Lalu mereka teman temanmu disitu? Beda katamu… Tidak sama. Mungkin juga tidak terlalu berarti apa apa.
Kau menangis saja di ujung sana. Kau pikir aku bisa apa? Aku cuma bisa sedih jadinya… aku cuma bisa ikut menangis… aku cuma bisa menyesal tidak ada di dekatmu dan memelukmu seperti biasa kalau satu di antara kita berdua sedang menangis dan butuh tempat yang aman yang pasti menerima. Sedih… karna aku tau betul si kesepian seperti apa. Karna pada waktu yang mungkin kau tidak tahu kemarin lalu, aku yang menangis begitu. Dan aku tidak bercerita padamu, karna rasanya kau tidak ada waktu… Kesal! Kesal karena pulsa sialan yang habis begitu saja dan yang terakhir kudengar masih juga isakanmu di ujung sana tanpa bisa bercerita lebih lanjut sebenarnya ada apa!
Ternyata bukan aku sendiri. Kau juga sama. Merasa kesepian, yang padahal sama di tengah keramaian. Tidak pandaikah kita menyatukan diri? Ah… kita orang yang bisa diandalkan masalah yang begini! Seharusnya…
Mungkin cuma si kerucutnya saja yang memang makin dan makin menguncup menuju sebuah titik ujung dimana semua yang di sekitarnya makin dan makin menyempit.. jadi sedikit…
Dan kau menua hari ini! Jalannya rasanya masih akan panjang membentang, dan mungkin sepi kadang kadang. Semoga sekarang kau sudah tidur dalam damainya. Semoga yang tadi cuma krisis separuh bayamu yang mulai datang pelan pelan, tapi karna kita mengerti apa artinya itu, maka kaupun pasti bisa atasi. Kau tau… dengan dia, keluargamu, dan aku… kapan kau boleh punya waktu buat merasa sendiri? Kau tidak… dan tidak akan pernah, kecuali di ujung kerucutmu sendiri nanti.
Kau tahu cuma yang baik yang bisa aku hadiahkan padamu. Jangan tuntut yang lain karena mungkin aku tidak bisa beri
Love u bitch! And im frickin miss u!!!





