If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Ini Aku, Tanpamu

Sibuk sekali suasana di Eden’s Villa pagi ini. Semuanya sedang sibuk mempersiapkan datangnya sang tuan dengan istri barunya yang hendak menghabiskan sisa bulan madu mereka menikmati kesunyian dan kesejukan udara di Puncak ini.

“Wan! Kolam dikuras buruan! Ngapain aja sih kamu malah bengong?”, Sebuah seruan mengembalikanku ke dunia nyata.

Sambil menguras kolam yang nantinya akan sangat nyaman dengan air hangat, mau tak mau aku teringat pada Lia. Lia yang manis, lugu dan penuh cinta. Lia dan rencananya ingin memiliki keluarga kecil bahagia dengan 2 anak saja supaya tidak terlalu berat biaya sekolahnya. Lia yang mau selamanya tinggal di Babakan supaya bisa terus merawat Ema dan Bapa hingga tutup usia katanya. Yang mau jadi pegawai Puskesmas dengan gaji pas-pasan.

“Wan, nanti kalau sudah bersihkan taman ya. Nyonya muda suka berkebun katanya”, ujar Pak Asep sambil terus berkeliling memeriksa pekerjaan pegawai lainnya. Sibuk benar. Begini mungkin ya kalau orang kaya jatuh cinta dan menikah. Bisa memberikan dunia pada istri tercintanya.

Semua yang diinginkan Lia adalah hal tertulus di dunia yang bisa diimpikan oleh seorang perempuan. Padahal Lia adalah yang paling cantik di kampung halaman kami dulu, dan beberapa orang yang beberapa bulan sekali datang dan memboyong beberapa perempuan dari desa kami ke kota sudah beberapa kali menawarkan uang dalam jumlah yang lumayan supaya Lia mau ikut mereka ke kota, tapi Lia selalu menolak. Pendiiriannya begitu teguh.

Sebagaimana aku yang menolak menjalani hidup yang diimpikannya. Aku yang tidak kalah teguh ingin merantau mengadu nasib ke Jakarta untuk bekerja dan jadi orang kaya. Aku yang memaksa pada Tante Dian buat dibawa ke Jakarta dan dicarikan kerja. Aku tidak mau selamanya jadi orang yang sama. Bila harus meninggalkan Lia untuk merubahnya, akan kulakukan. Akan kulakukan supaya kelak bisa beri kehidupan yang lebih layak bagi kami.

Tidak akan pernah kulupakan matanya yang berkaca-kaca saat aku berpamitan, “Akang mau usaha dulu ya. Terserah Neng, mau nunggu Akang atau ngga. Maaf, rencana pernikahan kita gagal. Tapi Akang yakin, ini yang terbaik yang harus Akang lakukan”.

Aku berjalan melewati dapur menuju taman luas di depan. Super sibuk. Sudah dekat, katanya. Ah, baiklah. Mari bekerja lagi.

Lalu apa yang terjadi? Pekerjaan tidak ada sama sekali, kecuali jadi anak buah mucikari. Najis! Malu hati pulang ke kampung, aku bertemu Pak Asep yang kasihan padaku yang tergeletak di pinggir jalan habis dipukuli berandalan, dan diajaknya bekerja disini. Tuan yang baik menerimaku. Dan aku belum pulang, hampir 3 tahun berlalu, tidak kuat menanggung malu. Lia…

Mendengar keriuhan di luar sana, rasanya Tuan dan Nyonya muda sudah datang. Nanti sajalah, kalau sudah bebersih saya akan menyalami Tuan. Mereka terlihat sangat bahagia dan terus tersenyum mendapat ucapan selamat dari para pegawai villa. Kapan ya nasib saya bisa jadi seperti mereka?. “Aduh, itu kenapa ada sampah daun ketinggalan?”, agak malas-malasan kuhampiri bagian pojok taman yang penuh dengan daun berguguran.

“Kang, tolong ini ada bunga-bungaan di pot coba ditanam di taman sini ya. Ini bunga kesukaan saya”, suara seorang perempuan mengejutkanku. Aroma parfumnya tercium dari kejauhan. Tapi tidak bisa kutahan buat terbelalak dan terdiam saat menoleh dan mendapat Nyonya muda yang sangat cantik dan terlihat gemerlap di hadapanku ini. Tepukan lembut di lenganku dan suara lembutnya mengembalikanku ke dunia, “Iya Akang, ini Neng. Tanpa Akang. Akang mengharapkan apa?”, lalu berbalik badan sambil tertawa renyah dan berjalan menuju sang Tuan yang memanggilnya dengan mesra.

#15HariNgeBlogFF yang bolong bolong dan gimana mood serta waktu sisa :lol:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 20, 2012 by in Feels and Thoughts, hasil keisengan and tagged .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers

%d bloggers like this: