If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

HIV AIDS, ODHA, Agama dan Diskriminasi

Hello fellow bloggers! :)

Agak lama saya ga menulis apa apa selain seputar bisnis ya… Atau cicintaan hehe. As I said in my late post, kehidupan mengambil waktu saya sedemikian sepertinya. Aih… sok sibuk ya? Ga sih.. Mungkin fokus saya aja yang berubah.. waktu buat menulis dan bahkan membaca terasa makin sedikit. Tapi hari ini saya mau menulis sedikit. Mungkin tulisan saya juga ga akan penting sama sekali, but hey, read my header! “If Its Not So Important To U, Well It Is For Me“. Yang terasa penting buat saya malam ini adalah bahwa saya sedang sedikit merasa sedih membaca timeline seorang ayah dengan HIV positif di twitter.

Oh ya btw, hari ini hari AIDS sedunia. Saya kutip dari sini ya…

Tanggal 1 Desember digelar sebagai Hari AIDS sedunia. Konsep ini pertama kali digagas pada pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia tentang program pencegahan penyakit AIDS pada 1988. Dan sejak itu, mulai diperingati pihak pemerintah, organisasasi internasional dan yayasan sosial di seluruh dunia. 

“Salah satu upaya pencegahan HIV dan AIDS adalah mengurangi stigma dan dikriminasi terhadap Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA), baik pada masyarakat pekerja maupun masyarakat pada umumnya,” tulis Muhaimin di buku panduan pelaksana hari AIDS Sedunia 2011.

Tapi rasanya masih kurang ada pengaruhnya ya? Bahkan mungkin gaungnya ga berasa disini? Karena setelah baca timeline  milik Fajar Jasmin dan istri, diskriminasi masih sedemikian dahsyat bagi ODHA. Silakan di klik link account twitter mereka untuk lebih tahu kronologisnya. Yang membuat saya penasaran awalnya adalah ketika lihat foto yang di upload ini:

qcrvm.jpg

Lalu saya penasaran dan membaca kronologisnya di timeline mereka berdua. Intinya, sang anak yang tahun ajaran depan sudah masuk usia SD dan tidak sabar ingin cepat melaluinya, yang bahkan sudah diterima di satu sekolah di Jakarta (silakan cek di timeline Fajar Jasmin untuk tahu sekolah mana), dibatalkan penerimaannya karena katanya ada sejumlah orangtua murid yang tahu bahwa ayah si anak menderita HIV positif! Bahkan sang orang tua diminta buat menyerahkan hasil tes HIV sang anak sebagai syarat untuk bisa diterima.

Apa yang menurut saya bikin tambah menyedihkan? Bahwa ada banyak rasanya yang menanggapi cerita mereka dengan menyalahkan langsung pada mereka, dan seharusnya mereka sadar diri dengan keadaan mereka. Ditambah pula bahwa yang menjadikan masalah HIV ini sebagai issue adalah dokter representative sekolah, yang menyatakan bahwa HIV itu menurun! Jelas masih banyak sekali ketidaktahuan tentang HIV AIDS sendiri, dan yang pasti, diskriminasi sudah ga disangsikan lagi.

Padahal jaman sekarang sudah banyak informasi soal HIV AIDS, apa saja yang bisa menjadi sarana penularannya, maupun mitos yang salah seputar penularan HIV AIDS yang kurang disadari masyarakat, yang membuat hidup ODHA lebih berat dari seharusnya. Masih bingung bisa mendapat info yang benar soal HIV AIDS darimana? Googling rasanya mudah ya… Banyak sekali artikel seputar HIV AIDS di internet. Ya, karena demikianlah seharusnya, kan? Internet ada buat mempermudah dan memperpintar manusia? Sama saja bohong dong kalau tidak? Atau silakan dimulai dari blog ini, milik sang ibu dari anak yang ditolak masuk sekolah di atas.

Tapi masalahnya, kadang orang menjadikan agama sebagai tameng untuk merubah perilaku yang kurang pantas. Agama saya sendiri, misalnya. Ya, saya tau sekali soal kaum yang akhirnya oleh Tuhan dilaknat dan tenggelam karena mayoritas homoseksual. Tapi HIV AIDS bukan cuma punya kaum homoseksual kan?

Silakan browsing buat ingat kembali, kasus Menkominfo yang bercanda soal AIDS karena sembarangan “taruh anu”. Saya ingat, karena pada saat ini saya pertama membaca twitternya Fajar Jasmin. Banyak pro kontra disana. Menteri juga kan bebas beropini? Ya ya… Tapi rasanya alangkah lebih baiknya bila seorang “tokoh” bisa lebih bijak dalam bicara. Baca disini untuk lebih jelas tentang kasus saat itu.

Saya ga peduli sama si Menteri. Sumpah. Hanya saja waktu itu saat membahas dengan seorang teman saya, saya ingat sekali bahwa dia membela benar-benar si Menteri. Kenapa? Karena katanya si Menteri kan memang cuma bicara berdasarkan syariah Islam.

Saya ga sama sekali mau bilang agama saya salah. Nope. Saya meyakini insya Allah 100% ajaran agama saya. Saya tahu berhubungan seksual sesama jenis dosa. Tapi itu saja, kan? Maka ga sepantasnya penderita yang tertular bukan sekedar dari berhubungan seksual dapat laknat yang sama, kan? Lalu, kalaupun di sekitar kita misalnya, ada pelaku hubungan sama jenis, siapa kita bisa menghakimi mereka? Tuhan memang pantas. Absolut. Tapi manusia? Perasaan ya… Nabi yang dulu mengingatkan kaum yang pada akhirnya dilaknat oleh Tuhan, sama sekali tidak pernah mencemooh atau berlaku jahat pada mereka? Mengingatkan. Mencoba menyadarkan. Okelah. Selepas itu? Saya lebih percaya biarlah itu menjadi hak mutlak Tuhan terhadap umatnya.

Saya manusia beragama. Islam. Saya bukan atheis yang ga peduli pada kehendak Tuhan. Tapi memang saya tidak pernah merasa berhak jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menghakimi yang dianggap berdosa.

Jujur, saya punya anggota keluarga homoseksual. Kami sudah tahu sejak lama. Lalu apa kami mengucilkan dia karena “berbeda”? Sama sekali tidak. Saya pribadi, menghargai dirinya sebagai seorang yang lebih tua di keluarga, yang bahkan hadir di pernikahan saya yang hanya sedikit anggota keluarga yang ikut bahagia pada waktu itu. Apakah dia ODHA? Belum tahu. Sayangnya dia entah belum mengambil tes ataupun mungkin tidak bercerita pada siapa-siapa, dan yakin bahwa dia melakukan save sex. So let him be.

Belakangan juga saya baru tahu bahwa seorang keluarga jauh kami menderita AIDS dan kondisinya kian memburuk. Tau ga apa yang miris? Dia dulu punya banyak sekali teman dan disukai banyak orang karena bakatnya, tapi kemudian menghabiskan masa sakitnya dalam sepi. Ya, mungkin itu yang disebut azab Allah karena gaya hidupnya. Oke, penyakitnya mungkin. Tapi teman yang menghilang? Itu sedih dan seharusnya ga perlu begitu.

Balik lagi soal Fajar Jasmin dan istri juga anaknya yang ditolak masuk sekolah karena HIV. Terbukti, banyak yang masih takut ga beralasan pada HIV AIDS, dan melakukan kesalahan dalam mengatasi rasa takutnya. Dengan diskriminasi.

Cari tahu dengan benar yuk :) Jangan lupa, yang dihindari itu penyakitnya, bukan ODHA apalagi keluarga mereka!

2 comments on “HIV AIDS, ODHA, Agama dan Diskriminasi

  1. Di Jual Rumah
    December 13, 2011

    Dekati dan Dakwahi dengan Hikmah …
    jangan Jauhi …

    hikmah juga bukan sesuatu yang bisa dipaksakan…

  2. Asop
    December 27, 2011

    Wah, kalo ada anggota keluarga yang suka sesama jenis jangan dibiarkan dong, masa’ dibiarin aja? :(
    ‘Kan jelas itu dilarang dalam Islam. Kok dibiarin? :(
    Bukan masalah mengucilkan atau tidak. Tapi usaha keluarga besar utk “menyembuhkannya”-lah yang penting. :|

    ya harus dibiarin aja… karna udah pernah disidang kok dulunya, dan akhirnya semua musti menghargai keputusannya… oh iya, FYI, keluarga saya ini Nasrani bukan Muslim…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 1, 2011 by in Feels and Thoughts and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

  • Tai kucing kind of thing. Fuckin over and over again. How did i let myself drown in this shit hole? 3 days ago
  • Kawin udah 4 taun lebih. 3 taun ngontrak. 1 taunan lebih nebeng ortu. Skrg rumah sendiri. Tp kok lebih berasa kesepian yak? :( 5 days ago
  • Been a very long week.. Pfhew.. 6 days ago
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers

%d bloggers like this: