Hm… semenjak jadi istri orang *untungnya orang, bukan mahluk lainnya :p* kegiatan seharihari saya jadi agak sedikit berbeda dari biasanya. Well, kalau biasanya banyakan bengong di rumah leyeh leyeh penuh kemenangan karena ada orang lain yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, kali ini sayalah yang membabu di rumah sendiri. Tapi jangan salah, saya suka sekali kok melakukan semua pekerjaan rumah tangganya saya yang bikin capek itu. Tentunya, my favorite one is “melayani suami” by all means haha. Kecuali memasak ya! Kalau memasak sih diserahkan kepada suami saya aja deh. Bukan, bukan karena saya malas, tapi karena suami saya lebih berselera makan kalau makan hasil masakannya sendiri, dan saya kan ingin suami saya banyak makan supaya terlihat gemuknya setelah menikah, jadi ya mari kita biarkan saja… *alasan
Tapi ada nih yang jadi keluhan besarnya saya. Sebagai ibu rumah tangga, sekarang saya mengurusi yang namanya bayar listrik dan air tentunya, karena suami sih agak kurang peduli sama yang begituan. Bulan pertama kami masih gabung dengan sebelah buat listrik. So suck back then! Karena sedikitsedikit jepret! Si tetangga bodoh itu kurang jalan otaknya, jadi baru kepikiran baru mau pisah meteran sehari sebelum kami masuk ke rumah kontrakan kami! Tolol! Ya jelas masuk daftar antrian dan itu SEBULAN! Dalam hal ini juga sedikit kesal sama instansi yang mengurusnya, masa hal yang sesederhana itu makan waktu yang sdemikian lama? Oh well, tapi baiklah buat yang ini dimaklumi karena akhirnya sudah terpisah meterannya sekarang *benarbenar setelah sebulan!*
Nah… ada satu masalah baru lagi setelah meterannya pisah. Cerita sedikit lagi dulu, karna kami masuknya tepat tengah bulan, jadi listriknya tetangga di bulan lalu seperempatnya memang punya kami. Itu hanyalah sekitar 25ribu saja, karena kemarin tagihannya sudah ada. 10harian 25ribu. Wajar? Tentu! Yang menyala di rumah paling sering ya computer seharian karena suami cari makan dari situ, magic jar jarangjarang nyala kecuali pada saat mau makan. TV juga jaraaaaaaaaaaaaang banget karena belum ada DVD player dan saya sedikit menganggap TV sebagai rongsokan kalau ga ada DVD atau TV satelit. Hair dryer hampir ga pernah nyala. Lampu kami beli yang sangat hemat energi cuma 18watt dan di rumah yang menyala aktif paling 3 biji. Terakhir yang pompa air. Itu juga kan ga seharian. THAT’S IT!
Setelah pasang meteran baru, which is listriknya jadi PRABAYAR, masa iya dalam 3 hari saja 30Kwh aka 20ribu HABIS DALAM 3 SETENGAH HARI! Ouw ouw ouw… Ga wajar sama sekali!
Saya juga sudah mengadu ke Call Center PLN, dan katanya memang ga wajar kalau dengan pemakaian yang sedikit begitu menghabiskan 20ribu dalam waktu yang ga sampai seminggu. Trus harus gimana? Musti cek instalasi katanya, mana tahu masih ada milik tetangga yang ternyata terbebankan ke kita. Yah… bukannya mau suudzon sama tetangga sih, tapi ya jaga jaga aja… besides, I don’t really like my stupid neighbor! Itu baru akan dilakukan kemudian karena menunggu si adik ipar mencarikan orang yang biasa cek cek instalasi. We’re enough of being deceived! Kalau ditanya langsung ke si tetangga sih dia bilang benar sudah dipisah sama sekali si listrik. We’ll see.
Tapi saya juga agak ragu dia seberani itu buat melakukan hal sebodoh itu, membebankan pemakaian listriknya pada kami, karena pasti pada suatu hari kami akan mengeceknya, toh? Sungguh saya jadi penasaran yang mahal banget itu sebetulnya apa. Ketika saya googling dan mencari penjelasan tentang si listrik prabayar ini, ternyata masih ada juga kesimpangsiuran dan ketidakjelasan. Kalau di web PLN nya sendiri agak kurang dimengerti penjelasannya, dan kayanya tentang tarif sendiri ga dijabarkan sedemikian rupa kok. Atau saya yang kurang baca dengan teliti ya? CMIIW please. Karena ini benar-benar sangat merugikan dan mengesalkan.
Ada satu komentar yang mengatakan bahwa listrik prabayar tarifnya benar jadi dua kali lipat dari listrik pasca bayar. Si Call Center nya sendiri sempat bilang bahwa memang tariff prabayar jadi lebih mahal, tapi kalau sampai dua kali lipat harusnya mah ga begitu ya? Lalu ada yang bilang kalau dengan menggunakan listrik prabayar berarti kita jadi lebih hemat listrik karena kita yang mengatur sendiri listrik yang kita pakai. OK, kemungkinan besar menghemat listrik jadi benar, tapi kalau menghemat karena jadi harus mau ga mau karena tarifnya yang sedemikian besar, itu berarti bukannya menguntungkan pemakai kan? Karena iritnya dengan kata lain “dipaksa” dan bukan mendidik buat cermat dalam pemakaiannya? Ada bedanya lho, jadi irit karena sukarela dan belajar pandai mengatur pemakaian dengan irit karena terpaksa andaikata itu adalah karena tariff yang kemahalan.
Nah, saya masih ga bisa bilang dengan pasti, semahal ini itu karena apa, sekali lagi karena kesimpangsiuran dan ketidakjelasan informasi. Jujur saya akan sangat senang apabila waktu saya memasang si listrik prabayar ada semacam booklet yang diberikan, bukan hanya panduan tentang si meteran digital tersebut, tapi juga tentang tariff yang dibebankan. Sebagai konsumen, tentunya semuanya ingin tahu ya uang yang dikeluarkan itu buat apa?
Jadi tolong saya, kalau ada yang bisa bantu menjelaskan, silakan please. Sehingga suudzon dan kekecewaan ini bisa berhenti *lebay tapi iyah :p
Satu lagi yang bikin kecewa juga, proses isi ulang yang sungguh merepotkan. Repot bukan di input 20 digit itu ke dalam meteran ya… tapi repot karena tempat penjualan voucher listrik ini SEDIKIT BANGET yang 24 jam! Tolong segera juga adakan kerjasama dengan bank yang popular dong, karena kalau hanya di satu bank saja bisa isi ulang via atm, sumpahnya dari semua teman yang saya tanyakan kemarin buat minta tolong titip beli vouchernya GA SATUPUN yang punya atm tersebut! Kebetulan banget kemarin kejadiannya adalah habis tepat di hari Jumat jam 2an, dimana kantor pos sudah tutup jam segitu *Damn!* dan di bank yang menjual voucher tersebut via teller juga katanya ga bisa lebih dari jam 2 teng! Gila banget kan? Akhirnya belabelain jalan ke bagian lain dari Bandung tepatnya di dekat Terminal Leuwi Panjang demi menghindari gelapgelapan di malam hari, sekalipun banyak hal yang bisa dilakukan dalam gelap begitu
Skali lagi, kalau ada yang baca dan memang bersangkutan dan berkepentingan, mohon ya keluhan ini dijadikan masukan. Kalau bisa memberikan saya penjelasan yang bisa dimengerti juga akan sangat membantu dan memuaskan sekali. Terima kasih banget sebelumnya.
Dan ya, sebenarbenarnya rumah tangga kami ini hemat listrik. Jadi tolong supaya bayarnya juga bisa dirasa sebagai hemat dong…









April 19, 2010 at 12:46 pm
Ode kan kerja di PLN Taz… Coba tanya Ode aja, hehee..
April 19, 2010 at 3:29 pm
kemaren tukang instalasi listrik rumah gw juga bilang hal yang sama. Katanya listrik pra bayar itu mahal, pulsanya susah dapetnya, dan ribet banget dah kalo mau tambah daya. Prosesnya lama dan mahhaal
April 20, 2010 at 12:15 pm
First of all, tarif per kWh listrik prabayar itu sama dengan pascabayar. Kenapa bisa disebut lebih murah, karena listrik prabayar bebas biaya administrasi, abonemen, De eS Be.
Pemakaian 30 kWh dalam 3 hari? Wajar-wajar aja kok. Rumahku perhari menghabiskan 8-12 kWh. Apa saja yang saya pakai sehari2? TV yang menyala dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam, 4 lampu 18 watt yang pasti menyala dari jam 7 malam sampai 7 pagi (atau tergantung si empunya rumah bangun jam berapa), plus beberapa lampu 40 watt yang menyala sekali2, sebuah kulkas 170 watt, mesin cuci 300 watt yang dipakai selama 1 jam tiap hari, AC 1/2PK yang beroperasi 2-3 jam per hari, belom lagi charger handphone dan setrika. Waktu pascabayar, tiap bulan saya bayar 120-140 ribu, sekarang saya cukup bayar voucher 100 ribu per bulan. Murah mana Nat?
Sekali lagi, 30 kWh per 3 hari itu wajar… tapi memang terlihat jadi ga wajar kalau liat peralatan yang dirimu pake…yuk dihitung
3 lampu 18 watt menyala 12 jam = 3 x 0.018 x 12 = 0.648 kWh
Saya tidak tahu CPU Vei pakai yang berapa watt, 250 atau 500, tapi mari asumsikan yang 250 watt
CPU beroperasi 12 jam = 0.25 x 12 = 3 kWh
CPU beroperasi 24 jam = 0.25 x 24 = 6 kWh
itu kalau 250 watt, kalau 500 watt lain lagi. Ingat kan kalau 1 kiloWatt = 1000 watt?
alat yang lain hitung sendiri ya bu, bisa kan? itu hitungan per hari ya bu, kalau 3 hari berarti dikalikan 3. Hasilnya dijumlah aja. Nanti silahkan dilihat apakah benar pemakaian listriknya 30 kWh selama 3 hari itu. Kalau pengalaman saya sih kWh yang saya pakai sesuai dengan hitungan saya. Kalau ternyata dirimu tidak sesuai, barulah drimu patut mencurigai instalasi listrik anda. Jangan salah bu, pencurian listrik itu banyak banget loh, hati-hati, mereka tidak peduli kalau tertangkap basah nantinya, toh mereka sudah menikmati apa yang mereka curi.
Soal beli vouchernya susah sepertinya semua juga seperti itu bu. Bukankah dulu waktu telepon seluler baru keluar masyarakat sangat susah mendapatkan yang namanya voucher? Sekarang sudah mudah karena pemakainya sudah banyak. Nah, demikian juga dengan listrik prabayar, InsyaAllah dengan berkembangnya pemakai maka pelayanan akan makin dipermudah. Untuk sementara, mohon kesabaran dan pengertiannya ya bu.
Semoga pandangan buruk anda soal listrik prabayar bisa berubah ya bu manager ^_^
April 20, 2010 at 12:57 pm
iya pernah denger juga yang seperti ini, ribet banget ya…
April 20, 2010 at 2:40 pm
aku bingung liat layout blog ini #__#
kenapa nggak pasang solar cell atau windmill aja di atap? biar bisa mengandalkan tenaga matahari dan angin. hahaha…
April 21, 2010 at 2:53 pm
Wah Nat,
Maafkan saya telat tahu kalau kamu sudah menikah… selamat ya, semoga langgeng, rukun selalu.
Nat kalau menurut saya sih tetap harus panggil petugas PLN untuk mengecek kebenarannya. Lebih baik clear sejak awal ya, daripada lama2 bersuudzon, Nat.
May 7, 2010 at 10:25 am
beritanya di jakarta yang pindah ke prabayar dijamin ga kena pemadaman bergilir.
kok daku aneh ya, orang2 diencourage supaya pindah ke prabayar.
June 30, 2010 at 6:05 pm
Ngikut Ambil Comment Temannya Bu. Thanks
July 12, 2010 at 4:48 pm
Saya pengguna pln prabayar 1300 watt
udah beli voucher prabayar yg 20.000 ternyata kalau di hitung jatuhnya 17500 untuk 22 kwh jadi 788 per kwh nya, apa pengguna yg lain juga gitu ya
October 4, 2010 at 11:31 am
FYI, saya juga baru saja jadi pelanggan listrk pra bayar. Sekarang malah jadi agent untuk listrik pra bayar coz mengingat susahnya mencari voucher. Jadi kalo ada yang merasa kesusahan untuk mendapatkan voucher bisa kontak saya. 24 jam.
email/YM;ikiaku_aji@yahoo.co.id
November 2, 2010 at 4:10 pm
kalau punya nomer Telkomsel,beli token pake TCash Telkomsel aja mbak, isi Tcash di Indomaret, trus langsung pakai buat beli token prabayar, 24 jam
*828#
February 23, 2011 at 5:43 am
listrik prabayar itu mahal N musti ada pulus klo listrik nya mampus, tapi untung ny gw di rmh pke listrik “pra-ngutang” biar praktis !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
March 16, 2011 at 6:08 pm
iya memang listrik prabayar mahal.. saya baru ganti listrik prabayar yang 1300 watt, di brosur 1 kWh=Rp 790,- untuk daya R1(rumah tangga), tapi pas saya beli yang pulsa 20 ribu dikonversi menjadi 22 kWh, sehingga harga 1 kWh menjadi Rp 909,-
March 30, 2011 at 1:28 pm
benar mahal..siapa yg tdk blang mahal,itu pasti orang pln/bpknya kerja dpln.
April 12, 2011 at 2:30 pm
Sekitar April 2010, setelah serah terima rumah, catat meter pln (meter pln digital tetapi bukan meter prabayar). Bulan depannya saat catat meter lagi, ada keanehan kok pemakaiannya banyak padahal rumah belum ditinggali, lampu yang menyala cuma lampu depan (8 watt). Setelah meter kucatat lagi, saklar di meter kwh kumatikan (harusnya tidak ada pemakaian setelah itu) Tetapi ternyata keesokan harinya ada kenaikan sekitar 3 kwh.
Setelah lapor ke Pln lewat telepon, mereka bilang banyak kejadian seperti itu, diakibatkan “kalau tidak salah” agak lupa soalnya: kabel 0 di instalasi rumah tidak boleh digabung dengan kabel ground.
Itu menyebabkan seperti ada aliran listrik yang terpakai walaupun sebenarnya tidak ada. Dia bilang hal ini tidak akan bermasalah pada meter lama (bukan digital).
Setelah panggil tukang instalasi listrik rumah dan diperbaiki, akhirnya listriknya berjalan normal.
Jadi mungkin saja perbedaan yang sangat besar pada pemakaian kwh pada meter lama dan meter prabayar disebabkan oleh kabel yang digabung tersebut.
Untuk meter digital saya (info dari petugas pln), tanda kalau “meter berputar” adalah pada kedipan lampu di bagian atas meter, semakin cepat kedipannya semakin banyak pemakaian kwh. Setelah diperbaiki saya cek dengan mematikan saklar mcb pada meter, dan ternyata tidak ada kedipan sama sekali, sedangkan sebelum diperbaiki meskipun saklar mcb meter saya matikan dia tetap berkedip lumayan cepat.
Semoga pengalaman ini dapat membantu buat yang meter digital prabayarnya dirasa tidak normal.
July 4, 2011 at 11:47 am
Sama kenal, saya disuruh ortu cari masukan soal listrik prabayar coz rumah kita mo nambah daya tapi sepertinya sama PLN diarahkan utk pake prabayar. Makasih banget buat sharingnya. Kecenderungannya emang mahal, kata temen papa saya juga gitu hex…
November 28, 2011 at 6:11 am
ya waktu bayar gabung tetengge itu yang kemurahan! kalau dihitung-hitung wajar az tuh!
November 28, 2011 at 6:40 am
keterangan orang pln, simpang siur, kami juga mengalami hal yang sama! seperti tidak ada konsistensinya, tentang listrik! baik pra bayar maupun pasca bayar! coba pejabat pln yang mampu memberikan penjelasan secara terbuka! pak Dahlan Iskan itu huebat, tp belum terlalau lama di pln dah hrs pindah! inginnya masyarakat indonesia pln itu terbuka az,,,,,,,,,,,,,,gk seperti ini banyak misteriusnya? masalah listrik banyak sekalli! satu saja yg termasuk sangat penting, kabel banyak yg tidak standard, tp pengawas dari pln pura-pura tdk tahu., krn faktor kabel jg sangat mempengaruhi, termasuk resiko kebakaran! untuk itu pakai kabel standar yang 2,5 MM,,,, Kalau keluarga saya selalu pakai merk etherna yg 2,5 mm sedang yang ujung dekat meteran pakai etherna yang 4 mm,,,,itu baru standar!!!!! kalau pengawas dari pln melihat ada yg tidak menggunakan kabel standar atw cara ngawasinya tidak peduli n atau pura-pura gk tahu, perlu dipertanyakan, artinya sama saja mencelakakan pelanggan yang nota bene bangsa sendiri. saya pernah beli rumah dari pengembang…..ampun kabel semrawut, kabel murahan, tanpa insolator/pipa,,telanjang bulat hanya 1 mm besarnya kalau diukur (tp tulisannya 1,5 mm) merk tdk jelas..langsung tak bongkar abis ganti etherna semua!!!!!!!!! saya tdk mempromosikan etherna, masih ada merk lain yg juga standar tp menurut saya etherna terbaik, krn insolatorny bener-bener sangat kuat sehingga kalau mengupas az….. tangan pe keju! mknya pemborong jg ogah! kuncinya bangsa ini manusianya sedikit sekali yang komitment! justru banyak memanfaatkan utk maraup keuntungan se-besar-besarnya walaupun harus mencelakakan bangsa sendiri!!!Wallahu A’lam!!! biaya bisa mahal krn kabel jelek, akibat dari setengah koslet bisa jga meteran jadi laju dan resiko kebakaran kalau terlalu lama setengah konsleh akibat panas tadi! masalah kabel adalah masalah yang paling besar diantara masalah-mmasalah lain di tubuh pln. kabel ini juga bagian dari korupsi, manipulasi dan kkn antara pws pln dan kontraktornya! harus diberantas dan pemilik rumah harus komplain diperlakukan spt ini dan harus lapor ke pihak berwajib, krna ini adalah tindakan kriminal salam……….
December 5, 2011 at 11:03 am
“listrik prabayar tarifnya benar jadi dua kali lipat dari listrik pasca bayar”
itu tidak benar.. silakan googling TDL 2010..
Dan TDL itu kan yg menerapkan ada PEMERINTAH sebagai REGULATOR… PLN adalah sebuah perusahaan plat merah yg menjalankannya..
January 16, 2012 at 11:57 am
apaan ga mahal
nih listrik rumah gw yang plus tOKO
Biasa nya sebulan itu cuman 300rb an
sekarang 200rb aja udah 14 hari aja
padahal dah hemat banget (Lampu toko ga pernah di nyalakan hanya beberapa saja )
plus ga pernah pakek mesin cuci + nonton TV jarang
malah harganya ngedongkrak gitu
oi PLN ni mau nyusahin warga apa mau mempermudah segh?? KACAU LAH
Gak recommended pakek Listrik prabayar!