BUKAN SINETRON

Sudah cukup lama saya tidak menulis apa-apa. Hari ini saya mau cerita tentang diri sendiri ya.. Dan bukan tentang apapun yang saya pikir menginspirasi, saya betul hanya mau berbagi.

Alhamdulillah, saya sudah menikah sekarang :) Tepat tanggal 13 Maret kemarin, seperti yang kami rencanakan, kami melangsungkan akad nikah. Alhamdulillah juga semuanya lancar. Tapi..tanpa ibu saya.

Ibu saya pergi katanya ke Jakarta tepat sehari sebelum saya menikah. Katanya pada adik saya, dia baru akan pulang lagi nanti setelah saya dan suami pergi meninggalkan rumah. Sedih? Ya, sangat.

Tapi sedihnya saya sudah berlangsung terlalu lama sebelumnya. Sakit hati, kesepian, nelangsa, dan sangat sendirian. Packing barang dan mengosongkan isi kamar sendirian, degdegan sendirian tanpa sosok seorang ibu buat diajak cerita, kau bayangkan betapa hampa rasanya.

Tapi ya sudahlah. Saya sangat paham, bahwa itu adalah konsekuensi dari pilihan yang saya ambil. Jadi pada hari H, dan Alhamdulillah seterusnya, saya menolak menangis. Apalagi waktu itu saya sama sekali tidak mau membuat riasan jadi tidak sempurna hanya karna mata saya sembap :mrgreen:

Saya tahu dan menyadari, saya menyayangi ibu saya. Bagi saya, ini namanya bukan durhaka. Hanya saja saat ini pilihan kami bersebrangan, dan saya tidak bisa terus hidup sebagai manusia yang anak. Saya pribadi utuh yang dewasa, yang paham konsep benar salah, berani menentukan pilihan, dan kelak akan siap pada segala konsekuensi yang dibawa pilihan saya ini.

Jadi, hei mamaku sayang, jika kau membaca ini, aku sayang mama. I know u always know it. Hope there soon will come a day where we can sit together and talk about our life, and embracing whatever become, like how mother and daughter supposed to be :)

Alhamdulillah lagi, pada saat hari akad nikah kami, ternyata adik Papa saya hampir semuanya datang! Including my gay’s uncle boyfriend! Betapa saya sangat terharu. Mereka yang jarang bertemu, mereka yang lebih ‘gaya’ dari keluarga ibu, mereka yang Kristiani dan pasti tidak tahu tentang ukhuwah.. Mereka hadir dan tersenyum pada saya. Kaget karna suami yang ternyata jauh lebih kecil, sebagaimana orang lain pada umumnya, tetapi mereka tidak ribut! Tidak mencela, tidak menunjukkan bahwa itu adalah masalah, dan mereka cuma bilang, ‘Yang penting kamu bahagia’ :)


Papa dan dua adik saya hadir juga pada saat selametan di rumah ibu mertua. Hm… bisa dibilang ngunduh mantu. Ya lumayan, saya jadi ada kesempatan buat didandani total ala penganten beneran, dan GRATISAN :D karena bibi nya suami punya salon pengantin yang sudah cukup beken dan mahal hihihi Keluarga suami saya hampir semuanya datang, memberi selamat dan ikut berbahagia juga mendoakan kami berdua. Terharu sekali rasanya, mengingat keluarga saya sendiri tidak ada yang melakukan itu buat kami. Jadi, maaf hai tante yang merasa harus mengirimkan pesan via facebook pada saya yang katanya suami saya ga menghargai keluarga dan ibu saya, dan semoga saya dihargai oleh keluarga suami tidak sebagaimana dia tidak menghargai keluarga saya… maaf sekali, kalian sudah cukup dihargai, tapi memang ga semua orang mau menurunkan harga diri cuma untuk membuat perasaan kalian jadi lebih baik. Pada satu waktu rasanya kalian harus belajar bahwa ga selalu segalanya berjalan sesuai keinginan dan kehendak kalian. Dan ya, saya sangat dihargai oleh keluarga suami saya, tidak seperti kalian, yang sama sekali tidak menghargai dia.

Kemudian dilanjutkan dengan pindahan rumah yang agak repot. Harus mengecat dulu seisi rumah, ya memang hanya rumah orang yang kami pinjam maksimal 3 tahunan insya Allah sebelum memulai mencicil rumah sendiri, tapi tetap saja yang akan menempatinya kan kami, jadi saya ga mau nanggung dan sayang-sayang. Habis-habisan! Hm… kau pikir kami uang darimana buat semuanya :lol: Tapi Alhamdulillah ada saja yang mau membantu dan melancarkan semua buat kami, tentunya atas ijin Allah SWT ya. Saya percaya sekali itu :)

Sekarang, Alhamdulillah sudah memasuki dan menjalani kehidupan berdua saja. Bercinta pun sudah jadi suatu yang menyenangkan dan ga sakit *lho? :lol: Kadang saya kangen pada “rumah semasa gadis”nya saya. Tapi kata sang adik, mama saya tidak mau saya bawa suami kesana. Maka, saya menunggu suami saya tidak sakit hati lagi, dan nanti kami tetap akan bersama datang, menjenguk mama. Adik-adik saya sering main ke rumah, dan itu jadi hal yang sangat menyenangkan. Saya bisa bilang satu hal, setelah menikah, saya belum pernah dan insya Allah rasanya tidak merasa kesepian lagi. Tidak berhubungan dengan keluarga besar juga ga terlalu jadi masalah. Ukhuwah Islamiyah itu kan harus yang mendatangkan kebaikan, kalau seperti biasa hanya jadi sumber keributan, rasanya berjarak demi kedamaian itu lebih baik. Lagipula, memang tugas perkembangan masa dewasa awal itu begini kan? I just go with the book :D

Menjalani hidup sebagai istri dan semoga saya cepat jadi ibu. Amien. Bukankan sudah selalu saya bilang bahwa ini keinginan saya? Impian saya? Sampai sekarang, saya tidak tahu apakah saya ini egois atau tidak karena sama sekali tidak mau mundur dengan apa yang saya yakini. Saya tahu, orang pertama yang harus saya turuti adalah saya. Saya tahu, yang pertama harus saya percayai adalah hati saya. Pada akhirnya, memang tidak bisa memuaskan semua orang, kan? Dengan semua kelancaran yang terjadi, saya merasa bahwa Gusti pun menginginkan ini jadi jalannya saya. Amien.


Mohon doanya buat kami, dan semoga hubungan saya dengan mama cepat membaik. Amien.



This is our very own life.

Have control, and have faith in God.

16 Responses to “BUKAN SINETRON”

  1. The FonZ Says:

    Semoga kamu serta suami berbahagia sentiasa Insyaallah. Selalulah mendoakan kesejahteraan kedua ibu bapamu. Mohonlah keampunan dari Tuhan untuk mereka.

    Amien… Insya Allah selalu dilakukan :)

  2. christin Says:

    Amin.. Diniati baik pastinya dikasih jalan yang baik pula neng.. Selamat ya, dan yang sabar aja :)

    Amien… Makasih ya dear :)

  3. Triana Says:

    akhirnya..cerita pernikahannya diposting jg *yg saya tunggu2*
    happy wedding mbk, semoga sang mama cepet luluh hatinya :)

    Amien… doain yah neng :D

  4. nurrahman Says:

    ikut ngucapin selamat berbahagia akhirnya menempuh hidup baru, dan numpang berkunjung yah :D

    Makasih ya… and enjoy :D

  5. Popceupop Says:

    Boook, gw baru baca siah postingan ini. aaah aku ikut bahagia untukmu sayaaang. Cepet bunting ya! hauhuahauh

    AMIEEEEENNN!!! :lol:

  6. neng fey Says:

    semoga bahagia terus nat, mudah2an hubungan elo sama nyokap jg jadi membaik, ntah bagaimana caranya, kan klo gt jadi lebih bahagia kan

    Iya pastinya… sedang menunggu waktunya neng…

  7. ray rizaldy Says:

    wawawaw, selamat ya tante nata. semoga jadi keluarga sakinah :)

    Amien… makasih… eh kau sudah lulus blum?? :D

  8. Chic Says:

    congrats ya Nat..semoga selalu berbahagia dan segera dapet momongan :mrgreen:

    amieeeennnnnnnn

  9. yendoel Says:

    selamat menempuh hidup baru yah Natz. sori telatan banget. semoga dijalani dg baik. the most important in a marriage is not by FINDING the RIGHT PERSON, but the most important is how to BECOME the right person. berjuang yah bu. sama kok, di sini selalu berjuang terus

    Semangat! :D

  10. yusdi Says:

    semoga semuanya berjalan seperti yang direncanakan…aminnn

    Amien..

  11. itikkecil Says:

    selamat ya Nat… I am happy for you… semoga semuanya nanti berakhir dengan baik ya… *hugs*

    Amien… makasih dear :)

  12. ndutyke Says:

    ALHAMDULILLAH YA ALLAH….

    mbak, aku penggemar blogmu dan selalu miris tiap baca kisahmu dan mama-mu. tp aku lega bgt akhirnya km menikah dgn pria idamanmu. insyaallah jika km bahagia, maka mama pun, one day bisa turut berbahagia untukmu. aamiin.

    btw, aku SUKA kalimat ini :

    “Ukhuwah Islamiyah itu kan harus yang mendatangkan kebaikan, kalau seperti biasa hanya jadi sumber keributan, rasanya berjarak demi kedamaian itu lebih baik. Lagipula, memang tugas perkembangan masa dewasa awal itu begini kan? ”

    Ih jadi geer hahaha Amien… doain yah mba… dan semoga kita hamil bareng! Amiennnn :D

  13. Nod Says:

    Nat, nice to know someone with big guts like you. You go Girl *or woman??

    Woman aaaaahhh… kan Nyonyah hihihi

  14. Tentang Perempuan Tentang Lelakinya « If its Not So Important To U, Well It Is For Me Says:

    [...] Take it from someone who’s been there, done all the phase, and arrived save and sound to the new phase of another story. The better one, or  maybe the best one [...]

  15. Tahun 2010 Saya… « If its Not So Important To U, Well It Is For Me Says:

    [...] Memulai sebuah kehidupan baru yang benar-benar penuh perjuangan dan sekalipun seakan-akan, namun sama sekali bukan sinetron. Jalannya insya Allah masih sangat panjang, dan masih banyak masalah yang masih harus [...]

  16. Menikah dan Orang Tua « If its Not So Important To U, Well It Is For Me Says:

    [...] ya.. ga mau lagi mengingat ingat masa sedih sedihan dan galau dulu. Yang ditulis disini selalu bawa perasaan campur aduk kalo diinget-inget. Yang penting sekarang saya sama suami udah [...]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 329 other followers

%d bloggers like this: