Archive for November, 2009
Thoughtful Lover Needed

Foto ini sudah lama saya ambil pada suatu hari waktu saya sedang berjalan jalan sendiri di BSM menikmati “me time”, dan iseng mampir ke satu gift shop “Rumah Bagus” di sana. Tiba tiba ada seorang cowok di hadapan saya yang sedang serius mengambil dan taruh lagi beberapa barang yang lucu lucu. Rasanya agak ga mungkin kalau dia membeli buat dirinya sendiri. Apalagi yang dilihatlihat barang barang bertuliskan kata kata such as I LOVE U dan sejenisnya. Saya rasa dia beli buat pasangannya.
Saya foto dia bukan karena saya naksir atau suka pada dia. Saya suka pada apa yang dia sedang lakukan. Saya suka dengan kenyataan, how very thoughtful he is, sekalipun mungkin dia beli kado buat pasangannya buat sogokan karena habis ketahuan selingkuh :p
Lalu saya teringat pada pasangan saya sendiri. Sepanjang hampir dua tahun ini, rasanya dia belum pernah memberi saya hadiah. Bahkan hal hal kecil remeh temeh, asal judulnya hadiah, dia sama sekali belum pernah kasih! Ya, saya tau pemasukan dan pengeluaran dia yang sebagian akhirnya disimpan oleh saya. Tapi entah kenapa, beda rasanya. Itu bukan hadiah. Itu memang kewajibannya karena dia tidak bisa menabung sendiri, maka dititip ke saya. Uangnya saya yang atur, karena dia ga bisa mengatur keuangannya sendiri. Tapi apakah itu hadiah? Kan bukan?
Kadang saya suka kesal, karena saya sendiri adalah orang yang suka memberi. Jadi saya merencanakan buat tidak memberi dia apa apa lagi yang bentuknya hadiah. Tapi susah! Karena entah kenapa, umumnya perempuan punya kepuasan dan kebutuhan buat memberi. Katanya kalau sayang sih demikian, tapi lalu kenapa pasangan saya tidak pernah ya? Apa buat dia ini bukan hal yang penting sama sekali? Sampai saya pernah menyindir bilang bahwa sekali kali saya ingin dikasih hadiah oleh dia, saat saya sedang iri pada teman atau adik saya yang rasanya sering sekali dapat ini itu dari pasangannya! Tapi tidak berpengaruh. Dia tetap begitu saja. Entah kenapa.
Tidak cukup sayang saya? Rasanya tidak yah. Mungkin memang hal ini benar benar tidak penting buat dia? Tapi kan saya perempuan biasa? Saya perlu juga merasa disanjung sewaktuwaktu… kalau sudah begini bawaannya jadi membandingkan dengan yang dulu dulu. Sekalipun bahkan cincin yang saya dapat dari mantan saya jual karena saya ga suka menyimpan satupun barang bersejarah
Syit! Kenapa yah… mungkin sedang mellow… atau sedang manja… Sedang kesal saja punya pasangan yang ga peka… skalipun saya bersyukur punya pasangan yang seperti dia. Aaaaaaaaarrrrrhhhhhhhhh trus kenapa harus ngeluh doooonggg???
Entah… karena harapan harapan yang ga terwujudkan mungkin… yang tau musti diikhlaskan karena bukan jadi tujuan utama… tapi yah… damn… Saya manusia biasa.
Menunggu Distraksi
Seorang teman dengan heboh dan berapiapinya di tengah obrolan santai beberapa perempuan 20 something bilang, “Gila banget yah SBY! Dia kok lepas tangan begitu aja sama masalah KPK! Pasti emang dia ada hubungannya juga tuh! Jadi ga mau ikut kena batunya! Heran!”
Dan obrolan berubah menjadi obrolan seputar politik.

Oleh perempuan perempuan yang sama sekali ga mengerti benar soal politik.
Well, okelah sebagai orang awam saya berpendapat bahwa memang benar saat ini KPK sedang dimakan oleh KPK versi DemoCrazy aka Koruptor Pemberantas KPK, karena memang terlihat rekayasa yang sedemikian rupa. Juga saya menganggap memang si Presiden benar benar punya sikap yang aneh, setelah beliau melakukan pernyataan sikap, yang terkesan tidak mau ikut ikutan sama sekali, padahal belio lah yang mustinya jadi penengah. Sampai juga saya punya pikiran bahwa toh KPK sendiri mungkin sebenarnya selama ini tebang pilih juga, tapi kebetulan kali ini mau tidak mau nyangkut ke pihak kepolisian sebagai pesakitan, sampai akhirnya timbul kepanikan. Well, semacam senjata makan tuan begitulah.
Tapi saya ga benar benar mengerti. Makanya tidak pernah terlalu bernapsu buat bahas. Buat tulis. Buat urun pendapat. Buat apa?
Apa sama sekali tidak peduli? Hm.. ga juga sih. Kenapa tidak cari tahu sendiri? Tidak ada kebutuhan untuk itu.
Ga cinta negara? Bodo Amat. Ga ada hubungannya. Hanya sedikit skeptis saja. Memang kalau ribut ribut jadi ada pengaruhnya? Memang kalau ada simpatisan sana sini jadi ada bedanya?
Jadi saat ini saya sedang menunggu ada berita heboh baru. Ada gosip spektakuler yang mencengangkan. Yang bikin fokus terpecah pindah. Supaya bahan obrolan cepat berganti.
Karena memang orang Indonesia cepat sekali kena distraksi.














