Siang ini kembali berada di jalan Salendro Timur I no V Bandung. Hahaha penting bener disebut lengkap alamatnya :p Kembali kurang berkarya… masih untung masih ada komputer yang menganggur… minggu depan rasanya mulai ga ada lagi komputer yang bisa saya pakai saat yang rasanya musti saya lakukan selesai.
Masih puasa… Alhamdulillah… no wonder saya haus sekali saat ini! Kalau dipikirpikir, hingga hari ke 21 puasa ini, rasanya sama sekali tidak di optimalkan oleh saya. Tarawih berjamaah sama sekali belum kejamah.. tadarusan entah apa kabarnya… marah marah masih susah… hm… sama sekali saya tidak bangga.
Rasanya lagi sibuk sekali dengan segala urusan duniawi! Resign dari kerja namun tidak diijinkan sampai akhirnya diputuskan buat masuk Jumat Sabtu saja, pergi wara wiri kesana kemari ketemu si itu si ini dalam rangka expanding bisnis saya yang Alhamdulillah hasilnya dalam dua bulan kemarin sudah sangat ada, dan diharapkan bulan ini bisa meningkat sekalipun cuma sampai tanggal 18 Sept saja aktifnya. Ditambah stres dan uring uringan tiap membicarakan soal pernikahan. Entah kenapa… padahal dulu saya berpikir menikah ya tinggal nikah! Hm… tapi mari lihat sisi baiknya. Makin uring uringan berarti makin dekat, kan? Amien
Kembali ke Ramadhan. Saya tidak tahu makna apa yang saya dapat tahun ini. Masih mencoba buat menelaah semua yang terjadi di bulan ini. Rasa rasanya masih di situ situ saja. Kesalahan ada pada siapa? Oh ya jelas saya… Alhamdulillah saya merasa dilimpahi rejeki bulan ini. Tapi rupanya saya lupa beramal! Sampai akhirnya dompet saya harus dikuras habis isinya oleh entah copet entah siapa di Bekasi. Mungkin semuanya karena saya kurang amal? Atau ada amal yang saya janjikan yang belum saya tunaikan? Makin malu ketika ingat bahwa tahun lalu pun di bulan Ramadhan lah saya kehilangan handphone saya di kereta. Gusti… Astagfirullah… sedemikian bebalnya kan saya sehingga setiap tahun hanya dengan cara demikian Allah bisa menegur saya? Astagfirullah…
Tapi memang Tuhan itu Maha Baik ya? Masih saja DIRINYA melimpahkan saya dengan sejuta berkah. Saya yang ga berguna ini… Salah satunya ketika minggu lalu saya ke Jakarta buat hadir di salah satu acara yang diadakan d’bc-network dan di recognisi di Jakarta sana. Masih dapat hadiah pula! Kemudian berbuka bersama keluarga baru saya yang penuh semangat. Masih dibayari pula! Menghadiri bedah buku Mario Teguh yang saya pikir manusia sangat garing tapi ternyata bisa menginspirasi. Masih dibelikan tiket oleh orang lain pula! Ketemu BFF saya dan menginap di Bekasi, walaupun akhirnya kehilangan dompet. Masih diongkosi pulang pula! Astagfirullah.. sambil menulis ini mau tidak mau saya sadari betapa besar rahmat Gusti pada saya… dan saya masih tidak bersyukur dengan pantas?
Malu ya Allah… saya malu… maafkan saya… semoga malam ini masih bisa saya bersungkur di atas sejadah dan berdoa dan bersyukur ke hadapanMu. Semoga sisa sembilan hari ini bisa terpakai buat amal dan ibadah kepadaMu, sebagaimana sepantasnya seorang hamba pada Tuannya. Lalu terima kasih… terima kasih buat semua rahmat, berkat, dan cinta yang tidak juga hentinya kau limpahkan pada hamba. Sang hina.

Karena memang hanya manusia, bukan berarti jadi alasan buat seenaknya.




















