
Kemarin ini luapan emosi terjadi dalam satu hari. Setelah seperti biasanya berantem lagi dan lagi dengan sang mama, dengan si lelaki kecil pun tiba tiba suasana jadi panas.
Saya punya kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk buat selalu menyalahkan seseorang karna tidak bisa saya andalkan. Di sini saya salahkan dia si lelaki kecil saya, karena dia tidak bisa segera bawa saya pergi dari sini dan mendamaikan hidup saya dengan menjaga jarak dari mama. Karna ayah saya tidak mengijinkan saya keluar dari rumah seperti sekedar kost sebelum menikah. Jadi sepenuh hati saya mengharapkan lelaki kecil saya itu kan?
Tapi terus saja rencana kami makin kesini makin mundur. Ada ada saja yang terjadi. Mulai dari masalah keluarga, masalah pekerjaan yang akhirnya berimbas pada masalah finansial. Sperti tidak ada habisnya menguji kami berdua dan menjadi halangan yang ga habisnya buat kami akhirnya menikah.
Saya marah. Saya kecewa. Merasa dibohongi. Merasa tidak punya harapan. Merasa takut pada masa depan yang rasanya tidak sama sekali ada banyangan bagaimananya. Saya menangis dan menumpahkan semuanya begitu saja padanya.
Ah… manusia… saya lupa bahwa dia juga punya itu si hati dan rasa.
Saya lupa buat lihat betapa dia berusaha buat tujuan kami juga. Betapa sekarangpun dia bisa mulai melunturkan idealismenya dan berkutat dengan hal yang kurang disukainya tapi tetap dilakukannya, yang buat siapa lagi kalau bukan buat kami juga. Dia juga punya kelemahannya yang tidak mau dipaparkan karena cuma akan membawa pengaruh buruk saja. Dia juga sama lemahnya kadang dengan saya, tapi dia juga sama dengan saya, bisa buat tegar dan ada. Karena kami berdua.
Kemarin lupa begitu saja. Jadilah banjir airmata di mana mana. Dengan sedikit bentakan di sana sini. Penuh emosi. Tapi pada akhirnya memang kami adalah kami. Yang saling dan selalu saling mencintai. Ada buat satu sama lain. Bukankah selama ini juga masalah yang ada menimpa kami tidak ada yang benar benar dikarenakan kami sendiri?
Saya justru jadi benar bersyukur. Dengan smua ujian ini, penundaan ini, akhirnya saya bisa lihat bahwa ini adalah proses pematangan yang sempurna buat kami. Bahwa Tuhan mau kami tahu bahwa kami akan menghadapi yang begini nantinya mungkin lagi dan lagi, tapi sebagaimana selalu, kami pasti bisa buat jalani dan lewati. Dengan sakit, dengan airmata, dengan kecewa, dengan putus asa, tapi dengan berdua. Dengan saling mendukung. Dengan saling mengingatkan. Dengan saling ada satu buat lainnya. Yang selalu tidak akan pernah tergantikan dan terbeli oleh apapun juga. Yang itu kami sudah punya.
Dan jalannya memang sudah makin terbuka. Sekalipun sekarang mama masih belum membuka hatinya dengan sempurna, toh restu sang papa sudah dipunya. Mamanya sudah bisa dibayangkan akan mendukung juga. Kami memang masih perlu menunggu sbentar lagi, yang kami sendiri tidak tahu seberapa lama lagi… tapi itu bukan alasan buat pergi dari sini. Karena tujuan kami sudah jelas dan sudah pasti. Buat saling menyatukan diri. Tinggal sabar sebentar lagi. Sambil belajar ikhlas buat menjalani. Dan hal baik itu akan datang pada kami sebagaimana yang telah terjanjikan.
Ah… tidak tahan.
Tidak tahan buat merasa sangat diberkahi dan bersyukur karenanya, dibalik semua kekurangan dan cobaan yang masih saja ada.
Hey lelaki kecilku, aku tahu. Sekarang pelankan sedikit langkah buat sampai kesana. Biar saja orang mau bilang apa. Tidak apa apa. Selama kita berdua ada di jalur yang sama. Bagaimanapun kita sudah setengah jalan, sebentar lagi pasti tiba. Pelan pelan saja…







June 16, 2009 at 9:28 am
Hidup memang proses yg banyak menyimpan misteri… Ada yg terungkap..tapi lebih banyak yg tidak terungkap… Salam kenal…. Makasih udah mampir ke tempat saya… Salam hangat dan damai selalu…
June 16, 2009 at 9:38 am
semangat, bu!
June 16, 2009 at 10:03 am
cheer up girl..
sampai saatnya tiba, semua akan indah pada waktuNya kok
June 16, 2009 at 10:21 am
tetep semangat y, Mba…
yakin segala sesuatunya pasti akan indah pada waktunya dan nantinya akan tersenyum saat mengenang kembali semua cobaan ini…
Tetep semangat!
June 16, 2009 at 10:56 am
yesss ini adalah proses , dinikmatin aja ya jeng , you can do it
June 16, 2009 at 11:07 am
keep on believing mbak, Insya Allah semua pasti ada jalannya.
cheer up sist!
June 16, 2009 at 11:27 am
Kini semuanya tinggal ber DUT aja mbak Natasya:
D = Do’a
U = Usaha
T = Tawakkal
Kalau masih belum yakin/mantaps, sholat istiharoh akan lebih meneguhkan hati mbak. Semua sudah ada garis yang jelas kok, semua pasti berpasang-pasangan. Yakinlah sumpah dengan 24 : 26 (An Nuur ayat 26)
June 16, 2009 at 11:40 am
Kembali ikhlas & ingat pada sang pencipta adalah jalan keluar terbaik kan, nona?
June 16, 2009 at 11:42 am
sabar dan tawakal obat paling mujarab. peristiwa demi peristiwa bukankah itu sbg kawah candradimuka pendewasaan pribadi?
June 16, 2009 at 12:01 pm
sabar dan tetap kepala dingin. semuanya akan indah pada waktunya kok!
June 16, 2009 at 3:42 pm
hehehe,
and here i am, watching and praying for you two..
sip sip sip…
June 16, 2009 at 7:23 pm
-Harus selalu ingat baha ridho Allah terletak pada ridho orangtua dan murka Allah juga terletak pada murka orangtua.Berperilaku dan berbakti kepada orangtua adalah amalan utama yang disukai Allah.
-Bicara dengan lembut kepada orangtua dan doakan mereka agar segalanya berlangsung dengan baik.
-Salam dari eyang (cielleee) Surabaya
June 16, 2009 at 11:45 pm
Sabar mbak, masalah2 kecil ini justru bagian dari proses pendewasaan dan pematangan hubungan kalian. tetaplah seperti ini
saya doain bisa cepet2 punya rumah sendiri. amin…
June 17, 2009 at 9:12 am
wow, keren banget. cerpennya udah di muat media ya. eh, mbak mau gak ngoreksi cerpen aku? mau tak ikutin lomba jadi butuh banyak masukan
June 17, 2009 at 9:20 am
Cheer up, non..
dah setengah jalan kan.. iA dilancarkan yaa..
June 17, 2009 at 10:29 am
aq gak banyak komentar kalo curhat pribadi
June 17, 2009 at 11:06 am
Sebentar lagi pasti tiba …
Pelan-pelan saja …
I like those word …
It’s striking …
Salam saya Taz
June 17, 2009 at 4:24 pm
cool!!! that\’s why I call it\’s LIFE
June 17, 2009 at 6:10 pm
Jatuh Cinta.. berjuta rasanyaaaa… eee.. lagunya jadul banget yaaa.. dasar oon malahan ikutan nyanyi…
Salam Sayang
June 18, 2009 at 4:28 pm
iyah… anak muda…
saya ikut emosi membaca tulisan2mu inih…
dan saya mungkin akan jadi salah seorang yang ikut menyumbang doa untuk kemudahan dan kelancaran proses menuju berkah dan rahmah Allah itu…
toh “sesungguhnya di balik kesusahan selalu ada kemudahan”…
June 19, 2009 at 3:44 pm
Hi Zya
yup setuju!.Tazya sudah melakukan hal yang benar dan cukup dewasa.masukan dr saya zya, trus lakukan silaturahmi baik dirimu dan si kecil itu dengan teman2 dan keluarga..jika dilakukan dengan tekun dan benar insya Alloh pintu rezeky biasa tiba2 terbuka..
semoga ya Zya…..amiiin..
June 24, 2009 at 3:25 pm
masalah yang Natazya hadapi ngak beda jauh dengan saya, yang penting tetap jaga kebersamaan hadapi cobaan ini dengan lapang dada, Allah ngak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya. bersama, kamu pasti bisa