Buat saya, persahabatan adalah hal yang sangat indah yang bisa diciptakan di dunia. Yang ga semua orang bisa dapat kemewahan punya persahabatan yang setia dan selalu terjaga. Itulah kenapa saya iri pada keenam orang beruntung di FRIENDS ini!

Dengan latar belakang masing masing yang sangat berbeda, perjalanan waktu membentuk mereka berenam jadi grup yang solid dan tidak terpecahkan.
Masih ingat Rachel Green, the apple of the daddy’s eyes, si manja yang kemudian melompat dari zona nyamannya ke sebuah kehidupan baru dimana banyak hal barur yang belum pernah dilakukannya harus dijalani. Cengeng. Whiny. Amazingly attractive.
Ross Geller, paleontologis yang terbiasa berprestasi dan baru bisa beraktualisasi diri setelah dewasa. Dengan tiga kali bercerai dalam 7 tahun! Ayah dari dua anak yang keduanya di luar nikah *its so common there*. Perfeksionis dan kaku.
Joey Tribbiani… the dumb one! Aktor yang sering gagal audisi dan punya kebodohan yang super. Tapi berhati lembut dan setia kawan. Punya sex appeal yang spektakuler. Ga pernah memikirkan kehidupan dengan sulit.
Pheobe Buffay. The weirdo hippy. Yang keluar dari mulut perempuan yang rambutnya sempurna pirangnya ini sering susah buat dipahami orang lain dan membuat orang mengernyit. Punya cara hidup dan cara pandang yang dibentuk dari masa lalu yang keras, tapi penuh dengan kepositifan!
Monica dan Chandler. The cutest couple. Dimana dengan mereka jadi bukti perbedaan sama sekali bukan halangan. Monica yang punya self-concious yang tinggi dan perempuan gendut dalam dirinya yang super seksi, bisa saling mengerti dan memahami dengan Chandler yang punya masalah dengan lawan jenis karena ayah yang gay dan ibu yang sex-addict. Tidak percaya pada soulmate, karena sebuah hubungan adalah hasil dari usaha yang terus dan tiada henti, bukan hadiah yang begitu saja ada.
Potret sepuluh tahun kehidupan manusia masa dewasa muda dalam proses menuju kematangan. Jatuh cinta, patah hati, bangkit kembali, menemukan cinta baru. Menganggur, bekerja, dipecat, pekerjaan baru. Bertengkar, berbaikan. Menikah. Bercerai. Menikah lagi. Pindah apartement, tinggal bersama, hingga pindah keluar kota.
Menyatukan enam kepala dengan isi yang sama sekali tidak sama pastinya bukan pekerjaan mudah. Dan mempertahankannya disana hingga bertambah lekat tiap waktu, satu PR baru lagi. Cerita cerita yang manis, penuh dengan tawa, mengajarkan buat tidak terlalu ambil pusing dalam menjalani kehidupan, betawa kehidupan ini adalah sebuah komedi besar besaran.
Saya memetik banyak dari 10 season serial ini. Berkaca kaca di kala keenamnya meletakkan kunci apartement yang jadi tempat berkumpul mereka selama 10 tahun terakhir dan meninggalkannya pergi. Meninggalkan saya. Meninggalkan saya dalam iri, apakah saya akan benar punya seperti mereka yang namanya sahabat sejati yang bisa buat hidup berasa seperti komedi?





April 5, 2009 at 2:44 am
Aku beberapa kali “khatam” serial ini dan terus banyak belajar sesuatu. Bahwa hidup tak sesulit – ataupun sesederhana – kelihatannya, bahwa hidup ini penuh dengan humor jika kita mau berpikir sedikit lebih ringan, dan bahwa persahabatan sejati akan teruji waktu
April 5, 2009 at 7:25 pm
ah kau…
April 5, 2009 at 7:41 pm
ya, iri kata yg tepat. Tidak harus persis sama, hanya perlu memilikinya.
April 6, 2009 at 2:53 pm
kita tertawa , kita bertengkar , kita berduka , kita .. kita .. kita …
ahh sahabat
April 7, 2009 at 7:51 am
gue dulu nonton ini cuman pas ditayangin di RCTI doank. Itupun ga lengkap gara2x pas kuliah ga punya tipi hehe. Kyknya worth it ya buat ditonton dr awal sampe akhir lewat dvd
June 18, 2012 at 3:03 am
[...] soleh.. Bukannya tadarus Tapi emang ceritanya penasaran sama film ini karena ada si Ross nya FRIENDS. Tapi ternyata ga banyak mainnya, ah. Habis si film ini sendiri film lama sih, tahun 1998an. Jalan [...]