Archive for April, 2009

YES MAN … NO WOMAN

Ehm, sudah terlalu banyak tulisan saya yang membahas tentang film dalam sekali posting ini. Jadi kalau buat si YES MAN ini saya ga akan membahas filmnya, selain mengenai moral yang saya dapat dari film tersebut, seperti biasanya.

Menjadi YES MAN mungkin maksudnya adalah orang yang mengambil semua kesempatan yang ada di depan mata tanpa terkecuali. Tapi jangan juga tanpa pertimbangan apa apa, yang begitu sih bodoh namanya… cuma Jim Carrey yang boleh begitu!

Seberapapun sering saya bilang bahwa yang namanya kesempatan itu bukan hanya datang sekali karena yang namanya kesempatan adalah sesuatu yang kita ciptakan sendiri, ga bisa dipungkiri ada beberapa hal yang benar hanya “mampir” sekali dalam kehidupan dan tidak akan menengok lagi saat kita melewatkannya. Kalaupun yang namanya rejeki tidak akan kemana dan segala macamnya, toh itu kan hanya bisa dengan usaha, dan rasanya bentuknya pasti tidak akan sama dengan sebelumnya juga.

Jadi tidak ada salahnya menjadi YES MAN, penuh dengan ke-optimis-an menjalani apapun yang ada di hadapan tanpa ada sedikitpun itu yang namanya ketakutan apalagi keraguan. Meraup apapun yang memang berhak buat kita dapatkan bila kita mau, karena kita mampu. Saya kok tidak bisa terlalu begitu ya?

Hingga sekarang hidup saya masih terasa tersia-siakan. Dan yang membuat saya jauh lebih bodoh daripada kedelai adalah bahwa bahkan saat saya punya kesadaran penuh tentang betapa tersiasianya hidup saya ini, saya masih saja sulit buat berbuat apa apa. Entah tidak mau entah tidak tahu entah tidak mampu. Berjuta kali saya menolak kesempatan, ataupun apapun itu, jalan yang ada di hadapan saya karena berbagai alasan yang saya ciptakan. Entah itu karena saya takutlah, entah karena itu saya ga PD lah, entah karena saya ragu lah, atau bahkan karena saya malas dan tidak merasa penting buat menjalaninya padahal mungkin saja itu berarti buat saya. Saya masih lebih bisa menerima bila karena saya tidak suka dengan hal tersebut. Tapi seringnya saya marah pada diri saya karena hal lain selain itu yang justru jadi hambatan.

Bukan hanya pada hal yang besar seperti misalnya pekerjaanlah, dalam hal hubungan lah, mulai dari hal hal paling sederhana saja. Saya sering tidak mau ketemu dengan teman teman saya cuma karena saya malas mengeluarkan ongkos karena merasa sedang ga punya lebih, padahal kalau dipikir yang keluar mungkin tidak akan terlalu banyak dan ga akan sebanding dengan apa yang saya dapat dengan berkumpul dengan mereka. Atau saya sering sekali menolak bertemu dengan seorang teman yang sudah menikah dan nampak sangat ingin curhat pada saya hanya karena saya merasa tidak PD dengan keadaan saya, merasa beda, merasa dia pasti akan mencela saya, padahal sampai sekarang belum saya coba dan saya pasti tidak akan tahu sebetulnya bagaimana. Atau saat beberapa kali menolak tawaran MC di acara yang saya merasa saya tidak akan bisa, dan menyesalinya kemudian.

Banyak sekali yang sudah terlewat dalam kehidupan. Bukan sama sekali mau buat terus begini, tapi entah kenapa rasanya masih akan ada lagi beberapa yang akan terlewati. Padahal sudah berjuta kali saya dimarahi pacar karena pola pikir saya yang seperti ini. Yes, my Mr Law of Attraction minded. Tapi kenapa ya buat merubah cara si kepala bekerja kok susah? Pintar banget dia itu, buat beralasan! Saya sama sekali tidak mau merugi, tapi…


Comments (13)

Another “Shitty” Movie :p

Lagi lagi film yang datang dari jaman di mana kekuasaan adalah hal mutlak yang musti dimiliki, dan pada umumnya dengan sukses membodohi!

Sekitar beberapa minggu film ini cuma nangkring dalam damai di dalam laci koleksi film bajakan saya, karena entah kenapa kalah terus buat jadi prioritas dibanding film lain yang juga ngantri buat ditonton. Beginilah pengangguran yang tidak berambisi tinggi, kerjaannya cuma nonton dividi dan baca novel, setelah di pagi hari “sekolah bareng” anak SD :p Well that doesn’t matter here.

Anywho… jadi ceritanya kemarin hari Minggu adalah hari menonton nasional buat saya! Siangnya nonton The Ugly Duckling and Me dan Wolverine screening version yang asli bikin geli sendiri liat gambar yang masih dodol begitu bareng pacar seharian pacaran di rumah itu menyenangkan sekali!!! :D dilanjut lagi malamnya nonton The Other Boleyn Girl.


Menceritakan tentang kehidupan kerajaan Inggris di abad ke XVI dimana saat itu rajanya adalah King Henry VIII yang diperankan dengan sangat YUMMY oleh Eric Bana. Sama juga dengan di The Duchess dimana seorang Duke saja sebegitu harusnya punya keturunan laki laki, apalagi ini yang raja! Sayangnya saat itu si raja tidak punya anak lelaki sama sekali dari ratu yang dinikahinya. Jadilah si raja ini mencari perempuan lain buat dititipi benihnya dan semoga saja keluar sebagai mahluk berpenis!

Disisi lain ada sebuah keluarga kecil di pinggiran Inggris, The Boleyn, yang tidak terlalu kaya tapi bersaudara dengan salah seorang penasihat kerajaan yang berencana menjodohkan salah satu dari anak gadis keluarga Boleyn untuk dijadikan Mistress nya sang raja. Sang ayah mendukung rencana tersebut demi menaikkan derajat keluarga dan tentunya untuk mendapatkan banyak harta dari raja. Ada dua gadis cantik di sana. Mary played by Scarlett Johansson yang buat saya ga pernah terlalu cantik, yet SO SEXY, anak kedua yang baik hati dan biasa biasa saja tidak terlalu berambisi dan baru saja menikah dengan seorang lelaki yang tidak kalah biasa-biasanya dengan dirinya. Ada juga Anne dimainkan dengan cantik oleh perempuan yang ga pernah ga cantik, Miss Natalie Portman, yang pintar dan bebas. Awalnya Anne yang disodorkan pada sang raja oleh sang ayah. Tapi karena kemandiriannya yang tinggi dan ketidakmauannya diatur oleh orang lain, perilakunya menjadi kurang berkenan di mata sang raja. Saat demikian, Mary menampilkan dirinya di depan raja dan kesederhanaan serta ketulusannya memikat sang raja.

Akhirnya Mary lah yang diminta buat datang ke istana buat menemani raja! Sang ratu yang malang mulai mengetahui apa rencana suaminya namun sama sekali tidak bisa berbuat apa apa. Tapi yang terjadi di luar kendali, Mary jatuh cinta pada raja karena merasa dimengerti sebagai anak kedua yang akhirnya diperhatikan oleh orang lain, bukan kakaknya. Pernah dengar sibling rivalry? Itulah yang kemudian tumbuh dengan liarnya di hati Anne. Apalagi ketika dia dipaksa untuk meninggalkan lelaki yang baru dinikahinya buat menghindari skandal, yang menurutnya hanya demi menjaga posisi Mary, hingga diasingkan ke Paris.

Beberapa waktu berlalu, Mary hamil. Anne dipanggil kembali ke Inggris untuk menemani raja selama Mary diwajibkan berbaring selama kehamilannya. Tujuannya satu, untuk menjaga raja dari godaan perempuan lain supaya tetap kepada Mary. Tidak lain. Tapi dasar kebencian sudah ada di sana, Anne memikat raja buat dirinya sendiri. Hingga akhirnya raja terpikat dengan taktik hard to get yang dimainkan Anne sampai meninggalkan Mary yang padahal berhasil melahirkan seorang putra, hingga meninggalkan sang ratu buat menjadikan Anne ratu baru!

Tapi sesuatu yang dimulai bukan dengan kejujuran dan ketulusan, mana pernah berakhir bahagia? Kehidupan pernikahan Anne dan raja sama sekali tidak bahagia dengan banyak intrik dan gosip yang melanda, juga raja yang mulai menyadari kesalahannya melepaskan ratunya dan menggantinya dengan Anne saat semuanya sudah terlambat. Anak pertama yang dilahirkan Anne ternyata perempuan, dan hal itu menimbulkan kekecewaan yang begitu besar dan memperbesar jarak diantara raja dan ratu tersebut. Pada kehamilan keduanya, ternyata Anne keguguran! Hal ini yang jadi pemicu dari masalah sangat besar yang akhirnya mendatangkan sebuah akhir yang mengejutkan!

Saya benci film ini. Ah, salah! Film ini bagus sekali malah! Saya benci pada kehidupan manusia di jaman itu, dimana kekuasaan dan harga diri masih jadi yang paling utama buat dicari, hingga menghalalkan segala cara buat sampai kesana. Saya benci pada orang tua bodoh yang ambisius buat mencapai lebih banyak daripada apa yang pernah mereka bisa punya, dengan mengorbankan anak mereka! Satu hal yang justru seharusnya paling bisa mereka jaga, dan semustinya jadi sumber bahagia. Saya benci pada ketidakmampuan buat berbuat apa apa hanya karena terikat apa yang namanya jabatan dan lebih parah lagi, terikat pada orang yang punya jabatan tanpa sebenarnya punya apa apa!

Hah… baiklah. Saya sama speechless nya di akhir film ini, sama terguncangnya seperti saat menjeritjerit setelah nonton The Boys In a Stripped Pajamas. Im not gonna share the story bout that movie. For me that’s too depressing! Ah… rasanya ga menyalahkan orang yang cuma mau nonton film yang endingnya bahagia sekalipun sama sekali ga ada istimewa istimewanya :p

Comments (6)

Perempuan dalam Film

Sudah nonton The Duchess belum? Itu lho… film terbarunya Kiera Nightley dan Ralph Fiennes yang diambil dari kisah nyata seorang Georgiana Cavendish, Duchess of Devonshire. Awalnya kalau cuma lihat posternya sih seperti sebuah cerita kerajaan yang manis dengan banyak mimpi-mimpi indah di dalamnya.

Ternyata saya menghabiskan 110 menit yang berujung pada sebuah kekecewaan dan kekesalan!

Hm… saya ga mau banyak cerita soal film ini karena saya ga terlalu suka, tapi kehidupan yang dijalani oleh Georgiana sama sekali tidak berpihak pada dirinya, dan pastinya jauh dari itu yang namanya adil! Kenapa? Karena dia “cuma” seorang istri dari seorang Duke of Devonshire yang arogan dan memandang istrinya sebagai benda miliknya yang harus menjaga “nama baiknya” di hadapan masyarakat.

Percuma rasanya kehebatan yang dimiliki Georgiana yang jago mendisain baju-baju yang dipakainya sendiri dan jadi trendsetter pada masanya, kepandaiannya dalam politik, dan segala kehebatannya dalam menulis naskah teater yang diambil dari kehidupannya sendiri, karena pada akhirnya dia tidak bisa sepenuhnya menjalani hidupnya sesuai dengan apa inginnya.

Status sebagai Duchess mengikatnya dan membuatnya harus rela menerima ketidakadilan yang dilakukan suami jahatnya kepada dia. Serumah dengan istri kedua suaminya dan anak-anaknya, padahal seharusnya perempuan itu jadi sahabatnya. Memang dia punya alasan untuk itu, tapi bukankah seharusnya Georgiana juga punya pilihan buat pergi? Tapi ini tidak… dan itu sangat mengesalkan buat saya yang lahir jauh bertahun-tahun sesudahnya.

Kemudian lihat satu film juga (ceritanya beberapa minggu ini pulang dari sekolah langsung rajin nonton kalau sedang bosan tidur siang) yang diambil secara acak waktu kemarin seperti biasa “kunjungan” ke Vertex. Judulnya The Women.

Saya suka karena Meg Ryan yang main di film ini. Entah kenapa kalau buat saya Meg Ryan berkorelasi dengan komedi romantis yang manis (sekalipun film terakhirnya The Deal ga begitu ok) jadi rasanya film yang satu ini juga seharusnya adalah film yang manis, apalagi karena perempuan yang jadi inti ceritanya.

Dan sekalipun belakangan saya baca di website film di luar sana yang bilang kalau ini hanyalah film remake yang jauh kalah bagus dari film sebelumnya, buat saya ga penting. Yang penting adalah ceritanya “megang” banget! nyahahaha masih suka geli sendiri kalau menggunakan kata “megang” :p

Bercerita tentang Mary Haines, perempuan yang entah kenapa look messy dan ga terawat padahal orang kaya jelas, sebagai penulis best selling novel dan suami yang ga kalah suksesnya. Mary yang merasa hidupnya baik-baik saja jadi kacau setelah tahu bahwa suaminya selingkuh dengan seorang perempuan sales parfum bernama Crystal Allen yang super seksi dan jauh lebih muda dari dirinya.

Yang saya suka adalah bagaimana di sini diperlihatkan kekuatan persahabatan antara perempuan, dimana ketiga sahabat setia Mary (Sylvia, Edie dan Alex) ripuh sendiri, mulai dari cara memikirkan bagaimana memberi tahu pada Mary tentang suaminya yang berselingkuh, berada di sisi Mary saat perpisahan terjadi, sampai beramai-ramai datang “melabrak” Crystal dengan sangat galaknya! Ah… girls… sampai usia berapapun rupanya “melabrak” perempuan perusak hubungan sahabat akan tetap jadi sesuatu yang musti :D

Mary adalah perempuan hari ini, yang memilih membebaskan dirinya sendiri. Yang tidak mau menerima begitu saja sang suami yang sudah menyakiti. Sekalipun sang ibu, si perempuan masa lalu, bilang semustinya pura-pura tidak tahu saja apa yang terjadi dan berlakulah seperti biasa sebagai seorang istri, Mary menolak mentah-mentah. Which is good for me, karena buat apa menipu diri sendiri dan makan hati sendiri? Ga ada gunanya sama sekali. Memperjuangkan diri sendiri tentunya sangat layak buat dilakukan bukan?

Berpisahlah dengan si suami. Tapi kisah tidak berhenti, karena sang sakit hati masih terasa. Juga seorang putri yang belum mengerti. Ditambah lagi masalah dengan Sylvia sang sahabat yang mempublikasikan kisahnya tanpa seijinnya. Tapi memang persahabatan di antara perempuan tidak ada yang dangkal dan hanya di permukaan. Pada satu titik itu rasa saling membutuhkan yang menang, dan tangisan penyesalan buat waktu yang sempat hilang saat bermusuhan jadi awal berbaikan. Manis sekali. Saya jadi kangen sahabat saya di Bekasi sana :( Sylvia juga membantu Mary memperbaiki hubungannya dengan putrinya.

Mary tidak diam dan kalah dengan sakit hati. Dia berusaha menjadi dirinya sendiri yang selama ini belum diikuti kata hatinya. Membuka butik sendiri dengan pakaian rancangan sendiri, kecil-kecilan tapi diiringi keseriusan akhirnya berbuah kesuksesan. Dan sang suami? Ah… laki-laki seringnya begitu. Pada akhirnya mereka pasti tahu siapa yang benar-benar ada buat mereka dan harusnya dampingi hidup mereka. Dia datang sendiri dan meminta maaf. Mary? Perempuan punya itu, hati yang begitu besar. Tidak serta merta menerima kembali… tapi mampu buat memaafkan dan memberi kesempatan buat tumbuhkan lagi kepercayaan. HEBAT!

Oh ya, di film WOMEN ini ga ada sama sekali muka laki-laki yang muncul lho! Keren lah!

Jadi anda mau jadi perempuan yang mana? Hidup seperti Duchess Georgiana yang terlihat bahagia padahal memendam kebebasan dan keinginannya dalam-dalam, atau seperti Mary, perempuan tangguh yang tidak hancur dengan ujian yang datang, dan menjadikannya satu turning point buat jadi lebih baik lagi setelah lebih mengenali diri sendiri dan memberi kesempatan untuk mengeksistensikan diri? Tanpa lupa punya kelembutan yang besar dengan kemampuan memaafkan dan memberikan kesempatan kedua. Karena kesempatan bukan cuma sekali, tapi dibuat sendiri!

Gals, be Smart and Beautiful wud u? ;)

Comments (2)

NO INTERNET NO BLOGWALKING STILL BLOGGING

Hmmm…

malam Saptu curi curi online di laptop si adek yang sedang tidur cepat abis kecelakaan kemarin dan masih sakit sakit badan sambil nemenin di kamarnya aja. Ada cerita seputar ini, tapi nanti saja lah..

Saya sekarang sangat jarang online. Paling sering cuma update status di FB aja dan itupun pakai hp tentunya. SMART punya saya ga terlalu pintar malah cenderung goblok jadi sudah sejak dua bulan yang lalu dianggurkan begitu saja ga di toel toel sama sekali. Ditambah internet di rumah mati dan mama memutuskan pasang TelkomFlash aja buat sendiri, saya juga sudah ga bekerja dimana saya bisa internetan dua jam dari 3 jam di gaji, jadi ya mau ga mau tenggelam dalam keterbelakangan deh! *aduh lebaynya :p

Maaf ya kalau sekarang ga jawab2in komen… Dan sumpah ga pernah lagi itu yang namanya blogwalking!!! Ga sempet dan ga bisa!!! :(

Jangan lupakan aku yah bloggers

hahaha najis ginih :p

Comments (9)

Menemani Pacar

Kemarin kemarin waktu baru hari hari pertama saya resign siaran dan belum ada kegiatan apa apa, hingga sekarang di saat sedang ga magang, saya sering kurang kerjaan! Malas di rumah, tapi ga tau juga mau kemana. Apalagi sedang dalam masa pengiritan yang tentunya kalau bisa meminimalkan itu semua acara acara pelesiran supaya minim juga si pengeluaran. Tapi asli, ada di rumah setiap hari sama sekali bukan pilihan!

 

Akhirnya satu kegiatan yang menyenangkan buat dilakukan adalah menemani pacar! Kadang kalau dia juga sedang malas datang ke markas sih kami cuma di rumah aja. Bercintah hahaha tapi sekarang sudah makin jarang. Seringnya ngendon di markas Uncluster.com karena yang memang dia mengerjakan ina itu di sana. Saya? Tetap ikut!

 

Salah satu alasannya adalah karena saya bisa menemukan tukang es podeng keliling di sana! dsc00429Wih.. sebelnya karena di Buah Batu yang beginian lewat! Kok ga sampai depan rumah saya ya :sad: ini es favorit saya sejak jaman di Bekasi dulu. Isinya podeng murahan, roti murahan yang biasa buat es tong tong, alpokat, eskrim tong tong murahan dan susu coklat di atasnya. Dulu sih ditaburi kacang, mungkin sekarang karena kacang mahal diganti meses yang juga murahan dan yang ini sih ga enak makanya saya ga pernah pakai. Kalau baru jadi warnanya lucu dan tempting. Kalau saya makannya biasanya diaduk tanpa ampun sampai warnanya kecoklatan dan ga berbentuk! Tapi saya menganut asas anak kampung… makin kaya sampah makin nikmat rasanya :p dan memang! Karena si rasa jadi menyatu dengan bagus…

 

Halah halah… kok jadi ngomongin es podeng yah hahaha tapi memang ini salah satu alasan yang masuk utama kenapa saya suka menemani pacar hihihi

 

Senang juga karena sekarang dia dapat ruangan sendiri jadi saya bisa duduk dalam damai di samping dia. Ngeliatin dia mengerjakan apa apa yang saya ga mengerti sama sekali. Kadang sambil bengong. Kadang sambil ngajak dia ngobrol yang akhirnya lebih sering ga ditanggapi dan sebal sendiri. Kadang juga rasanya ada gunanya saya disana, saat dia misah misuh ga keruan kalau koneksi internet sedang jelek lah, kalau sedang sebal sama rekan tim yang ga bener kerjanya dan cara pikirnya menurut dia lah, dan sgalagala yang bikin dia jadi menyebalkan. Saya rasa saya berguna, buat mendengarkan dia, buat kadang ingatkan dia supaya sabar, atau pada saat saat tertentu buat balik mengomeli dia. Biasanya sih jadinya misah misuhnya ga kepanjangan kalau sudah begitu, skalipun dongkolnya dia pasti ada! Kadang kalau sedang bawa laptop saya sering sambil ketak ketik ya buat bahan postingan di blog ini, atau bikin buat novel pertama saya. Btw doain ya moga moga cepat jadi dan dipinang penerbit… AMIEN :D

 

Ga merasa kagok sama sekali karena teman kerjanya dia hampir semuanya teman saya waktudsc00430 di radio dulu yang kena program perampingan dari direktur baru yang goblok. Jadi saya ga selamanya diam begitu saja di ruangan pacar. Nangkring di ruangan teman yang lain dan kadang iseng mancing mancing mereka curhat juga suka saya lakukan. Apa saja lah pokoknya. Menghabiskan waktu di bawah atap yang sama dengan pacar menyenangkan buat saya.

 

Kangen pacar… Besok saya mau menemani pacar sepulang magang karena malas buat langsung ke rumah. Mau bawakan lumpia basah atau apapun buat makan siang atau cemilannya, mau memandangi dia yang sibuk sendiri, sambil sesekali iseng colek colek pinggangnya dan membuat dia ngambek. Ngambek tapi lalu ingat ada pacarnya di sampingnya, senyum ke arah saya sambil menatap mata, dan satu dua kecup jatuh entah di kening, pipi, atau di bibir dengan curi curi.

 

Its good to be with the one you love who can always make u feel save and comfort.

 

No matter what.

 

Pengen kawin :sad:

Comments (12)

Masa Kecil Lumayan Bahagia

Have you seen my Childhood?
I’m searching for the world that I come from
‘Cause I’ve been looking around
In the lost and found of my heart…
No one understands me
They view it as such strange eccentricities…
‘Cause I keep kidding around
Like a child, but pardon me…

-Michael Jackson : Childhood

 

Hari ini hari pertama saya masuk dan ikutan “belajar” bareng di kelas 5 di salah satu SD di daerah Dago atas sana. Wih… ngantuk gila gila an di jam jam pertama! Berasa jadi anak murid lagi yang sedang mendengarkan guru menerangkan sambil tengak tengok kanan kiri memperhatikan murid murid satu persatu. Anak SD sekarang ko kecil kecil sekali yah? Apa hanya di SD itu aja ya? Dipikir pikir memang dengan adik ganteng saya yang kelas 3 SD masih gedean badannya si Arbi! Haha turuan gigantic mungkin kami :p

 

Yang lucu adalah mendapatkan menyaksikan cikal bakal kepribadian yang dikembangkan di masa kritis mereka. Masa anak tengah dan akhir itu kan masa paling penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan segalagala. Melihat anak yang ga peduli sama sekali dengan keriuhan teman sekelasnya padahal semua sedang ribut saat guru ga ada. Melihat anak di samping saya yang dalam beberapa pelajaran maunya terlihat pintar dan semangat sekali menjawab semua pertanyaan sang guru yang bahkan bukan ditanyakan pada dia, dan dengan curangnya membenarkan jawaban waktu ulangan karena ga mau disalahkan. Hm… yang begini sih saya lebih suka bilang need for power nya yang gede dibanding need for achievement nya.

 

Overall, hari pertama observasi umum saya berlangsung dengan cukup menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi karena saya lihat mereka sadar saya ada tapi tidak cukup sadar mungkin karena saya di pojokan duduk manis memperhatikan dari belakang buat menampilkan perilaku asli mereka ya pada saat belajar, bermain, bahkan iseng pada teman. Besok dan sampai beberapa bulan ke depan masih akan terus berurusan dengan mereka, dan saya harap nantinya juga memang inilah dunianya saya.

 

Ga bisa dihindari, pada saat memperhatikan mereka asyik dengan dunia kanak kanak yang masuk ke praremajanya, saya jadi mengingat ingat bagaimana rupa saya ketika itu. Kelas 5 SD. Ah… waktu itu saya belum punya kasus curi mencuri, paling ga bukan di sekolah :mrgreen:

 

Saya sekolah di salah satu SD Kristen yang cukup bagus di Bekasi waktu itu. Di samping terminal  Bekasi, jadi kadang suara guru sahut sahutan dengan suara klakson bis dan koasi dan sebagainya. Saya pindah kesitu kelas 3 SD, setelah orang tua saya rujuk dan saya dipulangkan dari rumah bude bersama nenek saya di Surabaya setelah setahun lebih sekolah di sana. Saya lumayan gampang bergaul waktu SD dulu. Waktu itu saya punya beberapa sahabat perempuan yang hingga sekarang sama sekali ga bisa saya temukan bahkan di facebook skalipun! Ada juga tetangga yang jadi teman pulang dan jadi cinta monyetnya saya waktu itu. Kadang kadang kami pulang kerumah jalan kaki, padahal jaraknya jauh sekali lho! Ada satu lagi seorang kakak angkat yang rumahnya dekat saya dan jadi dekat sejak kami sering pulang bareng. Cicilia Cynthia namanya. Ah, saya jadi ingat belum cari dia di facebook. Nanti deh. Dia baik sekali dan saya beruntung punya dia dalam tahun tahun masa kecil dan praremajanya saya karena saya yang anak pertama merasa diperhatikan oleh dia yang anak bungsu di keluarganya.

 

Di sekolah prestasi saya cukup bagus. Bukannya mau sombong tapi saya sama sekali ga pernah keluar dari sepuluh besar sepanjang sejarah sekolah. Heran. Kemana ya semua ilmu dan otak yang sporadic itu. Kok sekarang kaya yang ga ada sisanya sama sekali? Yes, otak memang selalu butuh stimulasi rupanya :p Dulu setiap bagi rapot di setiap catur wulan yang dapat ranking 10 besar selalu dapat hadiah dari Dunkin Donat! Itu menyenangkan sekali karena setiap cawu saya pasti kebagian! Saya ingat di catur wulan terakhir kelas lima saya kecewa sekali karena cuma dapat ranking 7 saja dan dapat hadiah yang ga terlalu spektakuler, padahal di cawu dua saya masih ranking 2. Ah ya, problem emosi saya kala itu sudah mulai muncul dan mengacaukan segalagala.

 

Papa saya dulu masih kerja di Jakarta dan masih hanya bersama keluarga kami saja. Galaknya bukan main kalau mengajarkan anak! Saya pernah dipentung centong nasi gara gara ga bisa bisa matematika! Dan betapa sering saya diomeli jika dulu ga cepat mudeng pada apa yang sedang diajarkannya. Tapi ada bagusnya juga, karena akhirnya saya mau ga mau jadi rajin belajar sekalipun lebih sering dengan perasaan kesal dan saya ga pernah mencontek di sekolah sampai SMA. Mulai SMA mulai bandel dan membodoh haha

 

Dulu juga waktu kelas 5 ada satu pengalaman gila yang ga bakal saya bisa lupa. Ada seorang anak lelaki yang katanya naksir sama saya sejak awal saya pindah ke sekolah itu. Namanya Christanto. Saya ga ingat nama lengkapnya. Yang saya ingat waktu itu dia seperti campuran antara Doraemon yang bulat dan Nobita berkacamata. Dia sahabatnya tetangga saya yang saya justru sempat taksir dulu! Suatu hari Minggu tiba tiba dia datang kerumah saya bareng si Wiwin bawa sesajen yang kayanya dulu hebat sekali buat anak SD. Es campur plus coklat hahaha perpaduan yang aneh memang. Saya ingat dulu teman teman saya ada yang memaksa saya jadian dengan si Christanto ini karena dia orang kaya, punya showroom mobil hahahah anak itu pasti sekarang jadi cewe matre :p tapi saya dari dulu dan sekarang memang bukan type yang begitu sih. Waktu dia ke rumah juga saya malah ngobrol sama Wiwin dan agak bingung mau ngobrol apa sama anak ini.

 

Besoknya di sekolah saat mau pulang jam 12 siang, tiba tiba mencegat saya. Ada yang bilang dia mau nembak saya. Pre-teen me ketakutan setengah mati! Ga tau gimana caranya buat menolak orang. Dia mendekati saya bawa bunga! YES! BUNGA! Gila ya tuh anak kelas 5 SD belajar darimana. Saya? Lari sodara sodara! Saya lari ketakutan ga mau ketemu dia, dan makin heboh saat ternyata dia ikut lari mengejar saya! Panik berat waktu itu! Akhirnya kamar mandi perempuan jadi tempat sembunyi saya. Menangis sesenggukan dan ketakutan dicegat sampai hampir sejam saya ga mau keluar, dan baru keluar waktu ada teman perempuan yang bilang keadaan sudah aman. Besok besoknya tiap kami ketemu dia yang gantian kabur dan menghindari saya. Ya ampun… maafkan aku melukai hatimu yah Tanto :p tapi yang lucu adalah lelaki ini ga berhenti berusaha sampai kita SMA, dia masih sempat sekali main ke rumah saya dengan alasan waktu itu ngajak reuni SD. Tapi papa ga suka karena katanya matanya merah khas pemabuk haha ga berhenti disitu! Kuliah dia sempat kasih kabar waktu akhirnya ikutan pindah ke Bandung dan masuk di STSI karena di DO dari UKI. Dasar sinting. Ga sekalipun saya kasih lampu hijau ke dia sampai akhirnya dia berhenti dan menyerah sendiri :D

 

Waktu kelas 5 SD saya masih belum kenal itu kata cerai dan lain sebagainya. Tapi orangtua yang dari saya masih lebih kecil lagi sudah rajin teriak teriak di rumah rasanya membentuk saya yang mau ga mau modeling pada mereka dan menyelesaikan masalah hingga sekarang dengan teriakan. Tapi sedang mulai belajar untuk tidak kok. Karena sekarang saya bisa tahu apa saja yang terjadi di masa sekolah saya dulu dan membentuk saya sebegini rupa, dan hal apa saja yang saya catat dan ingat ingat buat tidak diulang diterapkan pada anak. Im gonna be a better mom than my own mom. I know that. Dan saya ga sendiri sekarang, si lelaki kecil juga suka ikut catat dan obrolin hal ini itu.

 

Melihat wajah wajah anak SD ini, yang mungkin dibalik semua kepolosan dan kemurnian yang masih terlihat, ga menutup kemungkinan ada beban beban di dalam sana. Yang membuat entah segi mana dari perkembangannya terganggu. Yang sekarang belum kelihatan. Paling hanya beberapa yang sudah mulai memperlihatkan dengan buruknya prestasi akademik dan jeleknya penyesuaian sosialnya. Itulah kenapa saya ingin ada disana. Saya mau ada buat mereka. Saya mau membuat mereka merasa lebih baik. Mengoptimalkan dan mengarahkan perkembangannya mumpung masih awal. Saya mau bantu itu mereka yang mungkin saja alami hal hal yang orang sekitar mereka ga mengerti dan ga berusaha pahami, padahal mungkin mereka mereka juga yang membentuknya sedemikian rupa. Saya pernah, saya ingat, dan saya mau bantu mereka supaya lebih baik dari saya.

 

Robbi, moga moga memang ini jalannya hamba yang Engkau mulai tunjukkan pelan pelan. AMIEN…

Comments (3)

Di Sini Kedamaian Sudah Tidak Ada Lagi

Memusuhi mama

Itulah tema yang kira kira saat ini sedang ada di rumah kami. Atau justru sebaliknya ya? Mama yang memusuhi kami? Tidak bisa bilang dengan pasti… tapi ya demikianlah yang terjadi. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Older Posts »