Malam ini saya sulit sekali rasanya buat memejamkan mata. Kantuk itu ada, tidak bohong. Tapi entah kenapa memilih buat tetap terjaga dan diam saja di depan komputer buat malam ini mumpung sang ibu sedang di kamar saja, entah tidur entah chatting dengan hp nya. Yang manapun tidak masalah, yang penting saya jadi bisa pakai komputer dan menulisnulis ga jelas begini.
Ah… sudah subuh!!!!
Tadi malam seperti biasa Jumat harinya kopdar bareng teman teman Batagor. FUN! Di Toko Coklat yang ceritanya diliat ajah di blog orang yah
Yang jadi masalah adalah begitu sampai di rumah, entah kenapa si moodswing kumat dan bawaannya jadi ingin menangis… STUPID NATAZYA!!!! Ga bersyukurkah saya akan satu hari yang bisa dibilang close to perfection, siang bareng pacar malem bareng teman, keketawaan, bahagia. Kurangnya dimana?!!
Bukan… bukan karena mereka sama sekali atau apapun. Lagi sensitif saja. Lagi kangen pada mereka yang konon namanya “sahabat”. Yang sekarang SMS an saja sulit. Apalagi telpon. Apalagi ketemu. Apa kabar disana? Kesepiankah seperti saya?
Saya tahu bahkan kata Erik Erikson pun di tahap perkembangan psikososialnya dia bilang di usia saya which is dewasa muda yang bisa terjadi hanya dua, apakah
Intimacy atau justru terpuruk pada Isolation. Mungkin itu sebabnya rata rata orang butuh pasangan?
Mungkin karna belum tiba waktunya saya, tapi saya sedih kalau melepas seorang sahabat buat menikah. Melepasnya buat menjalani hidup barunya. Ah. Tidak sepenuhnya sedih sih. Bahagia malah. Hanya ada satu sisi yang ga bisa bohong sedih, sekalipun pasti bisa rela dan ikhlas, dan sekali lagi, ikut bahagia!
Harusnya pagi ini saya janjian ketemu sahabat saya yang 6 tahunan terakhir ini jadi salah satu orang yang paling dekat dengan saya selain BFF saya. Mega namanya. Mega yang baik, Mega yang cantik, Mega yang jadi tempat sampah saya, Mega yang sering menenangkan saya, Mega yang suka bertukar curhat dengan saya, Mega yang suka jadi tempat menginap saya. Mega yang minggu depan akan menikah dengan Agam.
Seharusnya besok kami bertemu dan bertukar cerita setelah sekian lama sibuk dengan kehidupan masing masing. Terakhir bertemu waktu dia menunggui saya sidang. Sudah sebulan dan belum pernah bertemu lagi, dan belum juga bertukar cerita! Sesibuk itukah kami? Apa benar kami ini sahabat?
Saya sedih. Sedih karena akhirnya besok tidak bisa ketemu dan minggu depan katanya dia sudah akan memasuki masa pingitan sebelum tanggal 4 April yang diberkahi itu. Yang mana rasanya kami ga akan ketemu lagi sebelum dia di pelaminan nanti. Sedih karena tidak bisa menyampaikan apa yang saya pikirkan tentang pertemanan kami pada dia yang masih gadis. Sedih karena takut lagi lagi nanti teman saya akan makin dan makin jauh saja.
Saya bukan orang yang suka berteman. Sedikit sekali teman saya, terutama sisa teman sekolah. Saya tidak bisa membuka diri pada semua orang. Makanya teman dekat saya yang benar benar hanya sedikit. Dan mereka kini hilang satu satu. Umumnya karena menikah, atau akan menikah. Saya bukannya tidak tahu memang sudah masanya demikian. Tapi tidak mau kesepian tidak salah juga kan?
Ada seorang teman saya yang baru menikah bulan lalu status di fbnya bilang “baru menyadari temannya ternyata memang suaminya, yang lainnya makin lama cuma jadi bumbu saja…sedih…”
Saya juga sedih jadinya.
Meskipun saya tahu. Nanti juga saya akan menemukan teman baru. Nanti juga saya akan menikah. Nanti setelah menikah ada teman lagi. Selalu begitu dan tidak berhenti. Semoga begitu lebih tepatnya.
Tapi saat ini saya cuma merasa sedikit sepi… dan itulah yang buat bulir bulir tak bertuan itu tadi berjatuhan.
Tapi sekarang tidak! Terima kasih yah temans buat pertemanannya! Saya bersyukur dulu membuka diri buat kenal kalian! Dan tentunya terima kasih ya pacar. Maaf tadi aya jadi aneh lagi. Its not you, its me, as it used to be…
It just that sometimes its hard to be single when everyone around is not