Archive for November, 2008

Bismillah…

Im alrite. Im fine. It just that im focusing and i cant get distracted. My time is running out, but im chasing it believely. Wish me luck and success this time. I know i can get it as i wish for it. AMIEN.

taking-my-time1

Comments (43)

This is it… For Now…

there...

there...

Ternyata saya masih begini begini saja. Belum juga berubah jadi seseorang yang lebih baik seperti yang saya mau. 4 hari kemarin benar benar puncak kelelahan semuanya buat saya. Akhirnya saya jatuh sakit, kalah oleh badan sendiri dan menghabiskan hari Jumat dan Sabtu tidak melakukan apa apa selain terbaring tanpa makna. Sempat diurut sebadan badan, dan badan yang segede kapal laut ini menghabiskan waktu dua jam buat terjangkau semuanya! Agak terasa enak, tapi ternyata ga terlalu berpengaruh, karena besok besoknya masih juga meriang dan demam. Katanya sih mungkin shock akibat kecebur selokan itu baru berasanya sekarang, karena kemarin si kaki kiri yang keperosoknya sangat sangat merah waktu diurut! Juga punggung yang beberapa hari tiap bangun pagi berasa nyeri… itu malah agak merah menghitam! Parah rupanya! Hm… minum obat… yang ga menyenangkan adalah lidah jadi pahit dan rasa semua makanan jadi ga enak, dan itu sampai sekarang! Kesal karena merasa seperti anak tiri yang kesepian dan bosan di rumah waktu sakit karena benar benar mati gaya, dan si ibu yang tetap saja dengan dunianya sendiri… pfhew… bosan… akhirnya hari Minggu merasa sedikit membaik, walau masih anget anget kuku, memaksakan diri buat ketemu si lelaki kecil. Karena dia belum bisa eksis di rumah saya dan ga bisa menjenguk saya sama sekali dan itu sumpah membuat saya sangat kesepian. Ga taunya sampai di rumahnya siang hari malah tepar. Memalukan. Tidur selimutan spanjang hari, dan agak sore pulang sebelum hujan. Magrib sudah sampai lagi di rumah, dalam keadaan lagi dan lagi sakit. Rasanya sih waktu kemarin sakit masuk angin, sekarang ganti jadi panas dingin, ah! Pokonya lagi ga bener sama sekali yang namanya badan! Minum Nelco sampai 3 sendok makan, terserah deh, biar mati suri sekalian. Alhamdulillah pagi ini bangun badan sudah mendingan dan akan melanjutkan aktivitas.

Read the rest of this entry »

Comments (35)

Sekelumit tentang dia…

Kemarin, setelah membaca sebuah tulisan tentang seorang teman lelaki lupa di blog sapa…, sekalipun situasinya berbeda, saya jadi teringat pada seorang teman lelaki di SMA dulu yang hanya dalam waktu satu setengah tahunan saja kedekatan kami ada. Jangan salah. Saya tidak pernah punya mantan teman satu sekolah, dan makanya agak menolak kalau dibilang punya highschool’s sweetheart, tapi saya punya Ragowo. Read the rest of this entry »

Comments (26)

I N V U

Manusia itu mahluk yang kompleks. Rasanya itu satu kenyataan yang paling nyata dan ga mungkin akan berubah. Jangankan bicara soal banyak manusia yang sudah sangat pasti berbeda satu sama lainnya, coba saja melongok ke dalam diri. Ah… betapa banyak substansi rasa yang bercampur aduk di dalamnya, yang disukai dan dibenci, yang disadari dan yang direpresi, semua ada di dalam sana.

Siapa juga yang tidak akan berusaha jadi orang baik di dunia ini dan mencoba menyucikan hati? Tapi kadang usaha saja tidak cukup buat bisa membendung rasa rasa lain yang ada? Kecewa, sakit, benci, marah, dendam, atau mungkin… iri?

Entah dapat darimana tapi saya termasuk orang yang percaya, mau tidak mau – suka tidak suka, kadang orang akan merasa ada di atas setelah melihat ada orang lain yang lebih di bawah. Dan yang ada di bawah tidak perlu buat liat ke atas sering sering, karena cuma akan mendapati rasa silau yang menyakitkan mata.

Tidak. Saya sama sekali bukan orang yang suka melihat ke atas buat menjadi termotivasi atau apalah. Saya orang yang merasa terpuruk saat merasa orang orang semua sudah di atas dan saya masih di sini sini juga. Saya tidak bisa…

Dan hari ini, pagi pagi sekali, ada sebuah kabar gembira dari seorang sahabat. Sudah punya sesuatu buat ditempel di belakang namanya yang asli cuma satu kata. Dia yang sedang berbahagia.

Saya juga jadi bahagia mendengarnya. Tapi sedikit. Tapi sesaat. Lebih banyaknya adalah … saya tidak bisa. Entah kenapa di sisi itu saya sedang ada di sudut dimana saya tidak bisa ikut bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Saya merasa tertinggal dan jadi takut dan sendiri. Rasanya tidak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan yang saya sendiri sangat cukup punya dan mungkin dia tidak punya yang saya punya! Iri selalu ada. Sekuat apapun dia berusaha buat ditekan. Sekuat apapun dihindari. Seberusaha bagaimanapun dianggap tidak ada dan tidak mau buat disadari. Ada tuh. Disitu.

Mungkin memang begitu adanya? Ada satu sisi kelam yang tidak bisa dihindari selalu ada. Saya bukannya orang paling malang sedunia padahal. Enak saja! Saya juga bahagia. Dan mungkin ada orang lain yang juga tidak mampu berbahagia dengan kebahagiaan saya. Setiap tiap pasti sudah punya porsinya… tinggal disadari saja.

Tapi ya sudahlah. Mungkin tidak apa apa. Mungkin saya cukup hindari sedikit buat sementara. Manusia sekali lagi, kompleks. Saya, mahluk sosial yang kadang memilih buat anti-sosial. Jadi buat sekarang biar begini saja. Dan biarkan saja saya agak berdamai dengan diri sendiri sementara saja.

Comments (18)

When My Anxiety’s There

Dueng dueng dueng

Im on my bouncing mode.

Harusnya pagi ini pergi pagi sekali buat mencari cari sesuap nasi  sesuatu yang memang belum saya dapat sama sekali. Apakah? Ada lah… Malu mau ceritanya juga *blushing* Tapi yang pasti jadi gagal sama sekali karena saya ga mampu membuka mata lebih lama setelah bangun beberapa menit subuh tadi. Eh… sadar sadar dengan sempurna udah jam 9 aja!

Kenapa? Ya. Tadi malam habis melalui satu percakapan sangat panjang dengan si lelaki kecil. Mulai dari diam diam, sedikit banyak, sampai jadi seperti biasa lagi. Ada yang salah pada saya kayanya. Kecenderungan bipolar yang sekalipun katanya ada hanya karena saya menganggap diri saya demikian tetap saja ada dan sangat mempengaruhi!

Pada intinya adalah kemarin berbicara lagi dan lagi dari hati ke hati tentang perasaan yang mengganggu. Sedang merasa dia makin jauh di depan sana. Sedang merasa, kami yang waktu di awal memulai sama sama dari titik yang satu, tiba tiba sudah ada jauh di depan sana dan setelah kemarin dia datang ke kantor saya dan mengobrol dengan Mr T dan tidak menceritakan apa apa pada saya, rasanya dia makin akan jauh saja dari saya, yang masih stuck di titik yang sama dari awal baru mulai. Benci sekali karena merasa dia akan meninggalkan saya dan lupa pada saya. Ketakutan ketakutan saya yang datangnya sangat tiba tiba dua hari kemarin, membuat saya jadi menumpahkan semua kekesalan pada dia. Padahal dia sendiri sama sekali ga tau sebetulnya ada apa. Ditambah lagi dua provider yang kami pakai sama sama sedang super dodol, nambah nambah lah perasaan miskom dan membuat saya makin merasa kesal. Kesal. Sekalipun saya sudah bertemu dia kemarin siang di kampus buat makan siang bareng setelah saya bimbingan dan dia habis ketemu klien, dan jujur kami sedang sama sama dalam suasana kurang senang sebelum saling bertemu. Sekalipun kami tertawa tawa, bercanda, saling dukung seperti biasa. Read the rest of this entry »

Comments (8)

YaYiYaYiYaYi

I Love U


U Love Me


We’re Gonna Make a Happy Family (AMIEN)


love-u-pacaaaaaaaarrr


Cup Mwah :*

Comments (27)

GEDEBAGE aka CiMol kebanggaan Bandung!!! *kata saya :p*

Belanja belanji? Huh! Jadi ingat minggu lalu waktu nganter Cya keliling outlet cuma buat ngeliatin dia belanja dan ga mampu buat ikutan asik asik ambil inih ituh karena tiada kemampuan untuknya! Hm… tapi emang ga kepengen2 amat sih… Tapi kan kalo bisa kenapa ngga yah? :p

Nah! Itulah beruntungnya bagi saya karena tinggal di Bandung. Ga mampu ke outlet? Oh ya tenang aja… ka nada si BuTik langganan! Sok gaya banget loe nge-butik? Weits… BuTik means Butut saeuTik men! Jadi ga masalah… huhuhu

Read the rest of this entry »

Comments (23)

Older Posts »