Sumpah sebelumnya ini sama sekali tidak bermaksud membawa bawa nama Mbakyu Ira sang itikkecil. Ini murni ceracauan yang jatuhnya jadi tulisan.
Ini adalah kisah tentang itik buruk rupa yang tidak akan pernah menjadi angsa. Bukan. Bukan yang ada di cerita anak waktu itu. Karena itik yang ini manusia biasa. Sebagaimana bawang merah dan bawang putih yang bukan bumbu dapur tapi manusia. Itik juga manusia.
Itik dilahirkan sempurna. Setelah sembilan bulan lebih beberapa hari dikandung di rahim sang ibu. Itik jadi pujaan keluarga besarnya karena ia cucu pertama. Itik dilimpahi kasih dan hidup dalam baluran tawa bahagia. Tapi beberapa tahun kemudian cucu selanjutnya lahirlah, dan itik tidak lagi jadi terlalu istimewa. Itik belum mengerti pada saat itu.
Itik kecil senang berlari riang gembira kesana kemari. Tidak kenal perih. Tidak kenal sakit hati. Itik kecil selalu merasa berlebih. Berdiri dengan bangga. Mengambil perhatian teman teman seusianya, diinginkan kehadirannya dalam tiap ekspedisi mereka mulai dari mencari serangga hingga menciptakan rumah boneka. Dia tidak memikirkan yang lain lainnya, hanya merasa bahagia. Ayah ibunya mencintainya. Adiknya yang masih bayi jadi kebanggannya. Dia bahagia.
Tapi bahkan kanak kanak tidak selamanya hatinya murni dan tidak bernoda. Memasuki masa remajanya itik melihat teman teman lelakinya satu persatu jadi berbeda, dan teman teman perempuannya mulai bermetamorfosa. Mereka jadi seperti angsa! Putih, cantik, anggun, berpesona. Angsa angsa yang membuat lawan jenisnya memilih mereka. Angsa angsa yang bisa terbang kesana kemari dengan bangga.
Itik masih juga itik. Itik yang buruk rupa. Teman teman lelakinya tidak pernah ada yang meliriknya. Saat para gadis gadis angsa lainnya terkikik kikik membicarakan soal cinta pertamanya, itik diam dan mulai terasing. Ayah ibunya pun mulai berbeda. Mereka mulai tidak saling bicara, dan tidak menegurnya. Mereka sibuk berpisah sendiri sendiri. Itik tidak tahu dia ada dimana. Apakah ada di tengah. Apakah bahkan tidak ada dalam lingkaran lingkaran yang pesat berputar di sekelilingnya.
Memasuki masa remaja akhir itik buruk rupa semakin merasa ada yang salah. Di tengah orang orang yang katanya sahabatnya itik merasa sangat berbeda. Mereka dan dia tidak sama! Mereka tidak akan pernah mengerti dirinya. Mereka yang angsa dan selalu dipilih para lelaki. Mereka yang tidak pernah sendiri. Mereka yang lahir dari dua angsa jantan dan betina yang tidak akan pernah terpisahkan dan berlawanan. Mereka! Itik buruk rupa jadi murka. Kehidupan tidak pernah berpihak padanya! Itik memulai memusuhi sahabatnya dalam diamnya. Itik mulai sering memperlihatkan temperamen buruknya dan mengamuk ngamuk bagaikan itik buruk rupa yang menggeliat berkecipak! Hal yang tidak akan pernah dilakukan para angsa! Itik benci melihat kaca. Itik benci melihat pantulan dirinya yang selalu saja buruk rupa! Itik memang berbeda. Dia tau itu dan tidak bisa merubahnya. Itik merasa tidak diterima.
Satu hari kehidupan mulai memberi celah buat itik. Ada seseorang yang katanya datang buatnya. Itik bahagia. Sesaat itik merasa bahwa mungkin sekarang dia sudah jadi angsa, karena akhirnya orang itu memilihnya. Tapi ternyata orang itu pergi lagi. Dan bukan hanya sekali. Berkalikali. Itik muak. Itik buruk rupa ingin berhenti dan menyepi dalam keitikan dan keburukrupaan. itik mencela sahabatnya yang pernah berkata dulu kala padanya bahwa suatu hari akan tiba waktunya ada seseorang yang tidak akan melihatnya sebagai itik yang merasa buruk rupa, tapi sebagai diri manusia apa adanya. Itik kecewa. Yang dinantinya takkan tiba.
Itik buruk rupa coba lanjutkan kehidupannya. Sebagai itik. Itik yang ada di luar lingkaran. Itik buruk rupa yang tidak akan pernah jadi angsa. Itik buruk rupa yang berbeda. Itik yang tidak mau peduli pada dunia. Itik yang memilih jalannya sendiri.
Tapi hari itu itik bertemu. Dengan dia, yang bukan itik, bukan angsa, tetap manusia biasa, tapi dia juga berbeda. Sama sama tidak merasa bagian dari lingkaran mana juga. Sama sama tidak akan pernah jadi mereka. Sama. Sama seperti si itik buruk rupa. Itik merasa memahami, dan anehnya buat pertama kalinya, dipahami. Tapi dia tidak menolak dunia, dia jadi bagiannya, dalam bedanya. Dia tidak merasa murka, dia cuma tetap menjadi dirinya. Dia yang beda.
Untuk pertama kalinya itik sadar. Selamanya itik tidak akan pernah jadi angsa. Selamanya dia akan jadi itik. Mungkin selamanya itik tidak akan pernah bisa jadi sesuai apa yang sebenarnya diharapkan mereka darinya. Dia cuma itik. Tapi dia tidak sedemikiannya buruk rupa. Dia cuma berbeda. Dan tidak ada yang dosa dengan jadi berbeda. Tidak ada salahnya. Dia hanya perlu lebih mencintai dirinya yang berbeda, dan kemudian dia akan jadi sama dengan angsa angsa yang dikaguminya, berharga.
Itik dan dia yang juga berbeda berjalan bersama dalam beda. Dua yang sama sekali bukan angsa dan tidak akan pernah jadi angsa. Itik tidak terlalu peduli arahnya kemana. Tapi itik tahu bahwa jalannya sudah benar. Itik sudah bisa menerima dirinya.
Itik yang sama sekali tidak buruk rupa itu bahagia.














realylife said
sapa ya si itik itu ??
yg jelas semoga dia berbahagia
amin
insya Allah dia bahagia
Amien
yudhi14 said
ksihAN sekali itik
gak bisa jadi angsa
da ga akan bisa emang dimana mana juga heheu
atmtukang said
kaya cerita sinetron aja.
salam kenal,mbak,teh
kujungan balik.
huahuahuhauha sinetron ga laku
takochan said
teh, aku belum bertemu dia yang berbeda..
can i realize it by myself?
bisa bu… bisa…
tunggu waktunya aja
edratna said
Naz, cerita yang menarik…
Itik hanya berusaha mau menerima dirinya seperti apa adanya. Dengan penerimaan ini, dia akan bahagia, dan kebahagiaan ini akan terpancar di wajahnya…menjadi itik yang baru, yang penuh senyum, dan yang lain akan melihat perubahan wajah itik…menjadi itik yang cantik dengan senyumnya….
hihihi tapi ko jadi ngebayangin itik *dalam makna denotasi* senyum yah bu… hehehe pasti ngeri deh
Tigis said
apa ini maksudnya kalo angsa ya kumpullah dgn angsa, tp kalo itik ya kumpullah dgn itik biar bisa belajar menerima kekurangan diri sendiri. Ga tau juga. Tp memang betul, kalo banyak ngumpul ama org yg berkelebihan secara fisik atau materi dibanding kita scr ga sadar kita kadang menjadi serba berkekurangan. Kesimpulannya mgkin kalo ngumpul ya banyakin ama org yg berkelebihan dr sisi moralitas dan tingkah laku.
koq jd inget pelajaran PMP
heuheuheuheuhe mungkin ga ada hubungannya ama postingan sendiri tapi baca komen loe gw inget prinsip gw sendiri… bahwa gw ga terlalu suka ngeliat ke atas! silau! heuheuheu
PMP??? duh maap.. jaman gw PPKN
theodora said
waduh2 jgn sama2in itik ama manusia dong neng…(paragraf pertama)
heuheuehue masa terbaca begitu ya?
Jay said
Awalnya itik ngak menerima takdirnya…
Untungnya itik cepat sadar bahwa ternyata dia itik… kalo ngak cepat sadar mungkin gantung diri kali yeee………..
Heheheh.
Cerita yg bagus…
heheuheuheu bukan gantung diri.. menenggelamkan diri
Nenad Mohamed said
Salam kenal ya,mbak..kunjungan perdana nih
salam kenal juga
warmorning said
kau mau merubah namamu jadi itikkecilburukrupa, taz ?
ah pengalaman pribadi lagi-lagi, kan ? kaNNNNN !
*ngaku hayo ngaku !!*
dududududududududud
*purapuratidaktau
ubadbmarko said
Meski itik buruk rupa, telor asin masih tetap telor itik tidak telor angsa.
aaaahhhh sayang sekalih aku tidak suka huhuahuahuha
lala said
ah, itik lbh enak dimakan drpd angsa.. Analogi seseorang ya buw…
kira kira? heuheuheuhe
ga tega ih makan angsa ih!!!
yessymuchtar said
aku pernah bikin cepen seperti ini..judulnya bukan itik buruk rupa..endingnya juga kurang lebih sama..bahagia..selamanya heheh
erh… ini sih blom bahagia slamanya bu…
tapi paling ga saat ini bahagia… dan berusaha dijaga
chilonic said
Ceritanya menarik Naz.. terkadang orang sulit menerima dirinya sendiri. Padahal ada banyak ‘kekayaan’ dalam dirinya yang dia sendiri harus segera menyadarinya.
Thanks ya, sudah click blog saya lagi.
ur blog’s sumwhat like a novel… i like it
zacky said
si itik boleh bermimpi asalkan dibarengi ma usaha yg bener jangan kedukun biar jadi angsa, mpe kiamat pun gak akan jadi……. taiya?
iya kali heuehuheuhe
itikkecil said
kesummon….
syukurlah kalau akhirnya itik bahagia… agar dicintai orang lain, ia harus bisa mencintai dirinya terlebih dahulu…
Koko said
hayo, sudah ikut Blog Action Day 2008 belum?
Prabu Dian Sori said
met kenal dulu
baru baca n koment kemudian…
naki said
inspiring nat , gw jadi berkaca sama diri sendiri niyyy
smOga si itik berbahagia yaa ~~
genial said
potong bebek angsa, angsa di kuali
nona minta dansa, dansa 1000x
uuughhhh… cape gw…
cahaya said
Itik buruk rupa ini, bagiku tak buruk rupa. Ia selalu menyinari dan memnghibur disetiap ocehan2nya….
Semoga itik akan selalu bahagia bersama dia yang juga berbeda