Archive for October, 2008

Hujan dan Kau…

Hujan yang dirindukan tiba sudah. Basah, lembap, membawa bau tanah menggelitik hidung di tengah siang yang gelap gulita seakan lupa pada kodratnya yang seharusnya bawa matahari bersamanya. Tapi tidak apa apa. Tidak mengeluh. Dingin yang sama, yang selalu meniupkan rasa sepi yang sama. Rasa sepi yang nantinya hadirkan rindu yang besar. Rasa rindu yang nantinya membawa ingatan tentangmu lagi dan lagi. Selalu  begitu. Dalam dingin sore menatap rintik hujan yang keliatan hanya samar samar dari jendela kecil di sisi studio. Berharap terbasuh tanpa perlu ikut basah. Menghapus sisa sisa airmata yang mungkin masih ada di satu sudut tersepi jiwa. Tidak terlihat dan tidak terasa namun tetap di sana. Rintiknya satu satu membawa kenangan indah yang sengaja diingat ingat sore ini. Hujan dan taman kota. Hujan dan airmata berdua. Hujan dan berpelukan seraya berbagi cinta. Hujan dan berjalan kaki, susuri Pajajaran, sore hari, berdekapan erat berdekatdekatan. Hujan selalu membawamu. Membawa rindu padamu. Hujan kini. Aku rindu padamu. Meski baru bertemu, meski besok lagi lagi bertemu. Aku selalu rindu. Dan mungkin besok masih akan ada hujan. Saat berdua. Saat sedang berjalan berpegangan tangan. Saat sedang berdekatdekatan untuk membagi kehangatan. Saat sebuah ciuman mendarat tiba tiba bahkan di tengah keramaian. Seperti saat itu…

Hujan… Selalu membawa cinta…

Comments (29)

Dari Klab Baca Qanita *Again*

Erh… kalau baca blog saya akhir akhir ini postingannya kebacanya sedih sedih melulu yah? Padahal ngga lho… Im not that depressed hehehe


Sebetulnya tadinya mau cerita soal film nih yang baru aja ditonton kembali tadi malam, dan seperti waktu pertama kali saya menonton film itu, saya sangat suka!!! keren lah!!! film apa??? ada deh ada dong tunggu deh tunggu dong :lol: najis ginih…


Cuma karena sore hari ini ada sesuatu yang lebih menarik buat saya jadi tulis itu dulu deh…

Read the rest of this entry »

Comments (11)

Misah Misuh

Habis nonton SAW, berita kriminal dan Today’s Dialogue


Cuma benar benar lagi pengen menyuarakan isi hati sedikit… bahwa menurut nona nata yang pengetahuannya sangat terbatas ini,


tidak ada seorangpun yang berhak atas sebuah nyawa, bahkan yang dianggapnya miliknya, selain yang memang menciptakannya, yaitu Tuhan sudah tentunya! Tidak bahkan dengan dalih dan alasan dan atasnamaan apapun siapapun.


Sedang sedikit muak saja jadinya…

Leave a Comment

Bandung Hujan dan Saya Rindu Sebuah Pelukan…

Comments (22)

Ingin Tertawa

Comments (30)

Bumi Gonjang Ganjing

Comments (22)

Sadness is only a state of mind… *and happiness’s likewise*

Comments (4)

Older Posts »