Archive for August, 2008

Well…

ah ah ah


emang sih saya bilang mau hiatus….


tapi gimana dong???


suka adaaaaaaaaa ajah yang pengen ditulis!!! dan keselnya kalo akhirnya si bahan tulisan tiba tiba ilang begitu aja karena keburu lupa dan ga sempet dicatet tapi masih ingat kalau kemarin kemarin seakan ada hal menarik yang mau ditulis!!! itu menyebalkan!!!


jadi…. saya menulis saja yah?


cuma oh cuma


maafkan ketidakmampuan saya buat blogwalking sesering biasanya yah…


hmmmmm


apa yah yang baru…


sudah mau puasa dan ternyata sang iblis wanita pembimbing saya bilang kalau musti diganti ke survey saja atau lagi dan lagi ganti fenomena… damn! does she really want to kill me?


dan kemarin lihat dua nama, AYI VIVANANDA (i bet u bandungese know) dan KEMAL VIVAVENI (mantan dj MTV SKY)


dan otak dangkal nona ini berpikir, apakah mungkin pada suatu masa bapak VIVA berpoligami dengan ibu NANDA dan ibu VENI dan tetap ingin memberi label dirinya pada anak anaknya?


ah ah ah


again… diulang… selamat puasa…


dan tidak hiatus! :p

Comments (63)

And So Long !!!

Weekend kemarin berlalu dengan cukup menyenangkan! Terima kasih buat teman teman di Batagor yang ikutan kopdar terutama 5 orang yang entah sekarang sudah berencana mau ganti teman atau tidak… Yep… you guys… Shelly the anti-kissing-scene, Shenni LuYangMana?, Hilman hepi-besdey-on-19th-August, Irfan the half-payer, Yudha the sleepy-head… What a laughter!

Read the rest of this entry »

Comments (51)

To a very Dear Long Lost Friend… with love…

“Iyah… skarang gw lagi pusing banget nih! Emang sih gw fresh graduated jadi gaji gw masih segitu aja… tapi kan gw butuh buat biayain adik gw yang SMA, skarang dia jadi tanggung jawab gw. Abis kasian nyokap bokap gw udah pada tua bentar lagi juga pensiun…”

“Hm… iya iya…”

“Dan loe tau! Kenapa Tuhan ga adil sama sekali sama gw? Dalam keadaan begini, gw musti dapet kabar Bayu udah akan nikah sama pecun yang waktu itu ngambil dia dari gw! Dan gw ga bisa bisa buat ngelupain dia setelah sekian lama! Ga bahkan bisa buat memulai hubungan baru sama siapa-siapa! Cape gw nanggung semuanya ini sendirian…” *sobbing*


“Iya… yang kuat ya say…. gw ngerti… sabar ya…”


“Loe ngga akan ngerti! Loe kan hidupnya enak enak aja! Bokap masih kerja gajinya gede, loe juga ga pernah ngalemin single lama lama kan? Ga pernah sendirian! Jadi loe ga akan pernah bisa ngertiin gw!”

“Iya sayang… gw mungkin emang…” *phone cuts-off* Read the rest of this entry »

Comments (73)

Siapa Yang Tidak Senang (after a perfect weekend)

Bertemu BFF dalam waktu cuma sekitar dua jam di kondangan yang bukan bahkan kondangan orang yang dikenal, jauh jauh melintasi Bandung ke ujung Cimahi, numpang makan enak dan kebagian souvenir segala. Siapa yang tidak senang?

Dipuji pasangan sambil menatap tepat kedua mata dengan senyum paling tulus yang sumpah belum pernah ada orang yang melakukan sedemikian sebelumnya. Siapa yang tidak senang?

Selangkah lebih dekat lagi dengan calon mertua setelah mengobrol tidak begitu lama yang meminta buat di sun waktu pamit pulang yang justru dia pikir bukan akan langsung pulang tapi masih akan kembali lagi ke rumahnya. Siapa yang tidak senang?

Berjalan kaki di malam hari lupakan semua beban buat sejenak saja sambil mengukur jalan dari Wastukancana sampai Riau, tentunya bergandengan tangan. Siapa yang tidak senang?

Ditanya “ini kakak adik?” oleh orang kedua dari sekian banyak orang dengan muka penuh bertanya tiap memandang dua orang yang bergandengan tangan tersebut karena sama sekali tidak serasi kelihatannya di mata mereka, namun dengan sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan menjawab dengan senyum dan yakin, “bukan”. Siapa yang tidak senang?

Memiliki seorang adik paling lucu yang bisa diberikan dunia yang dengan mudah berkata “coba masih kelas dua, kan aku bisa ngapa-ngapain semau aku” padahal dirinya pun baru kelas tiga SD, dengan ekspresi wajah serius super lucu yang tidak bisa ditahan. Siapa yang tidak senang?

Bahkan dalam level terendah dan tidak produktif dalam kehidupan, masih punya banyak sekali hal hal remeh temeh yang bila dihargai dapat sekali buat disyukuri. Siapa yang tidak senang?

Jawaban buat semuanya, bukan saya.

Comments (20)

Menghilangkan Stress… Hmmm… Such an Easy Ways to Reduce Stress!

Well, dalam rangka saya sedang agak stress dan tidak bersemangat menulis apa apa, rasanya baik juga kalau saya kasih beberapa tips jitu buat menghilangkan stress dengan singkat, yang sebenarnya saya ambil dari script siaran Psikopop nya Twilight Road tiap hari Senin sore hehe

Jadi begini…. Read the rest of this entry »

Comments (60)

DAMN U WHINER!!!!

Sendiri di tengah sebuah studio yang nyaman dan menyenangkan namun membuat kurang nyaman karena kebosanan menggila yang menyerang beberapa hari ke belakang!


Saya tidak mampu menulis apa apa… tidak ada niat… Saya juga malas melakukan apa apa… kehilangan semangat… Dan bayangkan, saya tidak bahkan bernapsu memikirkan apa apa well.. no wonder u havent graduated yet you fool!!! Tapi mau apa lagi karena saat ini rasanya saya ada di titik jenuh yang tidak bisa lagi ditoleransi!!!


Tidak ada saja kemajuan yang rasanya berarti akhir akhir ini. Dan saat melihat ke kalender mendapati bahwa ini sudah bulan Agustus lagi dan kemajuan yang didapat sangat tidak berarti dibandingkan banyaknya waktu yang terbuang, rasanya lagi lagi ingin bunuh diri.. thou thats exactly one thing i’ll never do to me!!!


Ya ya sutralah… jangan kuliah soal self regulasi dan sebagainya karena sama sekali sedang ga ada pengaruhnya buat saya… tapi bener deh! Sedang ingin melakukan sesuatu yang rasanya bisa menghilangkan kebosanan yang siyalan ini!!! huhuhu


U know what my buddy Glentceh wud say? Its a great time to have some sex!!! :lol: Pernah dengar seks itu menenangkan? huahuahuahu Tetap saja… sayang sekali itu belum bisa dijadikan jawaban buat saya… thou i may want someone to “do” me eniwei… Ohmaygat… tolong hentikan saya di jenuh dan bukan di gila!!! :p


Saya bosan… sedang merasa berada pada titik paling rendah dalam kehidupan di mana benar benar sedang merasa sangat tidak produktif dan benar benar merasa tidak berguna luar dalam… DAMN I HATE THIS STATE!!! Saya tidak tahu bahkan apakah ada satupun hal yang bisa dilakukan buat merasa lebih baik saat ini juga… Menjalani semuanya seperti biasa dengan apa adanya


Hey… jangan kira saya tidak berusaha! I pulled me best! It just that its not working rite now… Tau ah… Benci deh… Muak deh… Bosan deh…


Well, liat kalendar lagi dan sadar sudah tanggal 8 which they said today’s a lucky day 080808, oh yeah?? not for me… dan baru ingat kalau dalam beberapa hari dari sekarang dan kemungkinan besar tidak sampai satu minggu, im gonna have my period…


It all makes sense then… PMS darlin… The Bitch inside’s coming out.. pfhew….


Damn PMS :p

Leave a Comment

Ibu, Quran Butut ?

Saya punya sebuah cerita lucu tentang ibu.

Ya ya. Kalau kemarin saya punya berjuta kecewa pada sang ibu, sekarang rasanya keadaan sudah kembali biasa. Tapi rasanya nanti juga keadaannya akan sama saja. Suatu lingkaran setan yang terus berulang tiada henti dan bagaikan sebuah kutukan!

Tapi lelaki kecil saya mengingatkan saya, bahwa keadaan yang demikian tidak akan selamanya. Tahun depan pun insya Allah keadannya akan berubah. AMIEN. Terima kasih saat ini ada dia dalam hidup saya. Ada satu hal yang masih bisa selalu saya syukuri dalam kehidupan saya.

Tapi rupanya akan ada lagi.

Kemarin BFF saya bercerita tentang seorang teman SMA yang menghabiskan masa kuliah di tempat yang sama bersamanya dan sekarang pun masih jadi orang Jakarta. Ira namanya. Ira yang dari SMA saya selalu anggap sebagai perempuan super centil, materialistis, mau enaknya saja. Saya memang tidak akan pernah bisa terlalu dekat dengan orang ini. BFF saya juga tidak. But as PlainAmi said, we adapt, yes? Demikian juga dia.

Ira ini lulus kuliah sejak awal tahun ini dan sudah bekerja di Bakrie sebagai staff HRD. Dia ini semasa kuliah yang 5 tahun itu sempat tiga kali berganti pasangan sama seperti saya. Dan dengan Angka, pasangannya yang sekarang, dia merasa akhirnya menemukan The One nya dia, sama seperti saya. Beberapa lelaki yang sejak dulu bergantian memasuki kehidupannya selalu saja ada yang salah di mata ibunya, sama seperti saya. Ira ini paling mudah menangis karena ibunya, sama seperti saya sekali lagi. Ibunya nampak agak sakit jiwa, yang ini beda dengan saya.

Ya, ibu saya memang orang yang sangat rumit dan sering bikin saya sakit hati. Tapi ibu Ira ini rasanya jauh lebih parah lagi! Dia dan suaminya bercerai kira kira 4 tahunan yang lalu. Ibu ini tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Well, memang sih ibu ini memasak tiap hari buat keluarga, tidak seperti ibu saya. Tapi ibu inipun meminta seluruh gaji anaknya yaitu Ira dan hanya memberinya sekitar 30 persennya perbulan, karena katanya sisanya ditabung buat masa depan.

Ibunya Ira, mungkin karena trauma pribadinya pada lelaki jadi punya standard yang berlebihan tentang laki laki yang boleh mendapatkan anaknya. Maunya yang pintar, terbungkus dalam casing yang baik dan layak dipamerkan kalau kata Ibu saya, juga berasal dari keluarga berlatar-belakang normal dan status ekonomi masuk dalam hitungan orang berada. Standar sekali ya? Keinginan para ibu. Tapi coba deh, liat diri sendiri dulu. Kalau anaknya memang sudah sangat bagus sekali sih masih bisa diwajarkan. Nah kalo anaknya juga merasa biasa biasa saja seperti saya begini? Ibunya Ira punya tolak ukur begini. Ibu saya juga begini. Namun pada satu titik tertentu, akhirnya ibu saya mau mencoba buat menerima dan memaklumi kemauan saya. Mungkin karena saya juga orangnya agak memaksa dan memang ingin menjalani apa yang saya yakini. Ira tidak demikian.

Suatu hari Ibunya Ira sedang mengadakan arisan bulanan di rumahnya dan banyak ibu ibu lain disana. Ada seorang ibu yang bilang, “Duh, saya lagi nyariin anak saya jodoh nih. Umurnya sudah 28, udah kerja, udah mapan, tampangnya juga lumayan… heran mbokya nyari jodoh aja kok susah”. Wajar? Ya memang. Tapi yang agak kurang wajar ketika Ibunya Ira dengan semangatnya bilang, “Buat anak saya aja!’. Dan segera setelahnya Ibunya menyampaikan pada Ira soal so-called-perjodohan tersebut. Ira jelas marah. Dia sakit hati. Ibunya tau dia sedang menjalin hubungan ke arah yang serius dengan Angka. Ibunya tau dia berniat menikah. Ibunya malah bilang, “Kamu pikiran lagi lah soal Angka. Dia kan cuma lulusan D3, kerjanya begitu aja, gajinya juga gedean kamu! Orangtuanya aja masih numpang tinggal di rumah neneknya! Mau jadi apa kamu nanti? Nanti malah kamu digantungin sama keluarganya Angka lagi? Terus kalau neneknya meninggal emang pada mau tinggal dimana kalau rumahnya dijadiin warisan?” dan banyak lagi kalimat kalimat lainnya yang membuat Ira sungguh sangat merasa sakit hati. Angka. Dia lelaki baik hati berusia 23 tahun dan bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Bandung, sambil berwirausaha bersama temen kuliahnya dulu. Keluarganya termasuk menengah dan memang mereka tinggal di rumah neneknya karena sang nenek sudah tidak punya siapa siapa lagi sejak dulu. Dan di keluarganya tidak ada catatan kecacatan seperti perceraian dan lainnya.

Lalu Angka jadi tidak layak? Read the rest of this entry »

Comments (72)

Older Posts »