wah wah wah…
Dalam satu minggu ini rasanya saya sedang kehilangan passion buat menulis apapun! Dibilang sibuk padahal tidak terlalu juga. Tapi memang ada beberapa hal yang beberapa hari kemarin menyita waktu saya. Such as mempersiapkan diri bertemu Clara Ng, kemudian beberes rumah di hari Jumat, pertunangan Mega di hari Sabtu dan dilanjutkan menghabiskan waktu dirumah dirinya dan menutup dengan sedikit kekesalan, namun semuanya beres pada hari Minggu yang bukannya kuturut ayah ke kota dengan sedikit air mata di pagi hari dan senyum di sepanjang sisa hari (Love you beb)
Yang mau diceritakan yang paling berkesan dulu buat saya minggu lalu ya!
Finally i met her! My number one favorite Indonesian’s author! Mrs. Clara Ng!!!
Awalnya cuma karena email iseng yang waktu itu dikirim setelah iseng juga jalan jalan ke blog ibu itu. Tapi ternyata dengan sangat mengejutkannya dirinya membalas dan menyatakan kesediaan buat datang dan ngobrol bareng di sore hari bersama diriku!
Selanjutnya urusan dilimpahkan pada produser Opick seperti biasa (my kind and generous producer who never shout even when i get so damn late ) Dan awalnya juga sempat ada kabar buruk kalau beliau tidak akan jadi bisa datang karena ga dapat hotel! Yang benar saja! Sudah sempat sangat sedih tapi Alhamdulillah rupanya memang sudah waktunya buat saya bertemu beliau, akhirnya jadi sampai juga di Mustika hari Jumat tanggal 4 Juli kemarin!
Awalnya deg degan sekali! Asli! Saya takut mengecewakan, takut meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan. Yah bagaimana lagi. Kami kan pihak pengundang. Dan terutama adalah saya sama sekali tidak mau membuat perempuan yang sangat saya kagumi ini merasa tidak nyaman! Tapi rasanya ga begitu… Karena satu jam berlalu dengan lancar dan mengalir dengan tanpa kekakuan.
Tidak akan ada yang menyangka dengan hanya melihat sekilas saja perempuan berdarah Cina dengan perawakan kecil dan pembawaan yang sederhana ini adalah pengarang banyak novel dengan ide cerita yang berbeda dari yang banyak ada. Tidak cuma tentang cinta saja. Bukan sembarangan menggunakan kalimat kalimat kiasan. Terangkai dengan sempurna dan semuanya tertuang dari perempuan itu!
Novel yang paling saya suka dan juga banyak kami bahas sore itu adalah 7 Musim Setahun.
Merasa sangat senang karena akhirnya saya tau dari beliau langsung bahwa kenapa ia menjudulkan “7 Musim” disitu, karena ia mengumpamakan manusia manusia yang tidak jauh berbeda dengan musim. Tiap musim punya karakteristik dan ciri yang dibawanya. Demikian pula dengan 7 tokoh dalam novelnya. Saat banyak sms yang memberikan testimoni tentang buku ini dan mengapa tidak diterbitkan lagi, bahkan editornya (Mbak Hetih) pun berkata bahwa sebetulnya pihak penerbit Gramedia sudah sangat ingin menerbitkan buku yang sekarang jadi buku langka (dan membuat saya bangga bah
wa saya punya), namun sang pengarang masih ragu, karena menurutnya menerbitkan ulang sebuah buku yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya apakah tidak akan sama dengan menyatakan pada dunia bahwa saya sedang tidak ada karya jadi bacalah kembali karya saya yang lama… what an idealism! Padahal sekarang album lagu saja banyak yang repackage. Buku ini yang memang sudah lama hilang dari peredaran rasanya tidak akan apa apa kalau diterbitkan ulang, tapi beliau bersikukuh dengan pendapatnya itu. Dan btw, kau tau apa yang sangat hebat dari ibu ini? Novel novelnya yang jadi best seller itu rata rata ditulisnya hanya dalam 3-4 bulan saja! Kalaupun ada writer’s block yang memperlambat, paling lama hanya sampai 5-6 bulan! Bahkan menurut sang editor, saat dirinya sedang mengedit Indiana Chronicles buku pertama, si ibu sudah datang dan menyerahkan naskah untuk buku kedua!
Kemudian bicara soal novelnya yang sedikit banyak hampir di semua judulnya mengangkat kisah perempuan (this is another reason why i love her books so much!) tapi bukan dengan ringan sebagaimana cerita cerita chicklit begitu saja (yang sangat jarang saya baca). Bahkan di beberapa judul seperti 7 Musim Setahun, The Unreality Show, Dim Sum Terakhir, Indiana Chronicles, dan yang paling pasti adalah novel terakhirnya yang merupakan cerita bersambung di harian Kompas dulunya, Gerhana Kembar, mengangkat isu tentang lesbian. Semuanya bukan tanpa alasan. Dan bukan karena diniatkan untuk jadi satu buku yang mengangkat feminisme, tapi karena memang perempuan itu adalah sosok yang multidimensi dan sangat menarik. Banyak sekali yang bisa diangkat dari kisah perempuan. Perempuan metropolitan yang pintar dan bebas sebagaimana Indiana, perempuan perempuan etnis Cina dengan segenap masalah keluarga dan sosialnya di Dim Sum Terakhir, dan tentunya, perempuan dari 3 generasi yang menemukan arti dalam mencari jati diri sebagai perempuan dalam Gerhana Kembar. Satu hal yang membuat Clara Ng menjadi sejarah dalam dunia sastra Indonesia, karena untuk pertama kalinya harian Kompas sebagai surat kabar nasional mengangkat cerita bersambung dengan tema Lesbian.






Dan seperti biasanya, kalau ada pengarang, tentunya ada tips tips bagaimana menjadi penulis yang baik. Tidak terlalu jauh beda sebenarnya tips yang biasa disampaikan oleh pengarang-pengarang yang sudah berlalu lalang di sebrang mixer saya. Kalau versi ibu ini, untuk menjadi penulis yang baik adalah dengan menulis sekarang juga. Jangan dipikirkan. Jangan dibayangkan. Tapi ditulis. Dan yang harus diingat juga bahwa seseorang belum menjadi penulis dengan hanya menghasilkan satu karya saja. Buatlah dua atau tiga karya dan kemudian lakukan review dan jangan pernah berhenti buat menulis. Selalu ingat alasan pertama mengapa kita memilih untuk menjadi penulis.
Ah! Saya sangat ingin juga jadi penulis dan menghasilkan karya suatu saat nanti! Tunggu aku Clara Ng!
Ada beberapa berita bagus yang saya dapat kemarin (paling tidak buat saya dan BFF dan pecinta karya Clara Ng lainnya) bahwa di pertengahan Juli ini akan keluar lagi sebuah Novella bersama kumpulan cerpen yang akan diterbitkan. Ah! Tak sabar aku! Dan juga untuk tahun depan, satu novelnya untuk pertama kalinya akan difilmkan! Kali ini Dim Sum Terakhir yang dapat giliran pertama.
Bahagia. Tidak ada lagi yang bisa mewakili perasaan saya Jumat kemarin. Dan ibu yang baik itupun menandatangani koleksi buku saya dan juga mau diajak berfoto bersama. Semoga saja nantinya akan ada kesempatan lagi bertemu Clara Ng dalam keadaan saya yang paling tidak sudah punya sesuatu buat diperlihatkan pada beliau. Amien.

Ingat setelah selesai interview d’Cinnamons waktu itu dan ditanya oleh lil man “Abis ini mau ngundang siapa lagi coba yang kamu suka?” dan dengan bercanda menjawab “Clara Ng!” dan akhirnya jadi kenyataan juga! Haha… wudnt i believe that Law of Attraction? Dan setelah ini… siapa lagi ya..














AngelNdutz said
Ndutz mungkin
AngelNdutz said
Lha dalah pertamax??
AngelNdutz said
hetric sekalian ah…
iyah daaaaaaahhhh
fanani said
“Ah! Saya sangat ingin juga jadi penulis dan menghasilkan karya suatu saat nanti! Tunggu aku Clara Ng!”
smoga tercapai keinginannya…tapi janji ya..entar kalo udah muncul karyanya jangan sampai lupa ngasih bocorannya di blog ini…
AMIEN…
oh pasti
ubadbmarko said
Salam kanu jangotan, he..he..
aih aih ehem ehem
warmorning said
kok yg gaya abis di foto malah maneh, neng ? hihihi
jah… segitu mah blom abis gayanyaaa :p
senny said
jadi gini…
jadi lo mengkhianati gue?!
jadi ternyata selama ini bukan cuma gue penulis Indonesia kesayangan lo???!!!
alagh… naon seeeehhhh??!
huauahuahuha bu oh buuuuu nanti yah kaw jadi kesayangan kalo udah ada yang dipublikasikan beneran
Wempi said
wah… wah… wah… panjang amir…………..
segini mah blom panjang…
ratutebu said
huaaaa..
^iri mode ON^
saiia sukua tuuhhh jawaban knapa bukunyah ga mau di terbitkan ulang..
saiia juga tidak akan me re-post postingan saiia lohhhh..
sumprittt..
dengan alasan yang sama dengan mba clara NG
^didepak^
heuheuheuheuhe akuh kadang kadang mere-post :p
masenchipz said
gw kok gak pernah baca2 novel itu ya… bagus2 gak bu…
ga bagus mah ga disanjung sebegininyah :p
proletarman said
bagus yah novelnya?? sayang blum pernah dengar..ntar tak coba deh..
klo Es Ito dan Ayu Utami gimana??
karna ta suka pada Larung jadi jarang baca… Es Ito terlihat berat heheu
cinker said
sepertinya kueren banget…..boleh pinjam ngak…..! “pinjem….beli donk”
nah tuh udah tau jawabannya ;p
fenny said
salam kenal yahhhhhh
sama samaaaaaa
dana said
Duh, jadi pengen juga.
erh… pengen yang mana? hehe
ulan said
weks.. jadi pengen baca buku nya..
baca buuuu… u’re gonna like it!
kakanda said
Menulislah,…
sebaiknya yang akan ada banyak manfaatnya bagi orang lain
insya Allah…
Tigis said
gue pikir pas liat namanya ini adalah bintang film mediacorp Singapur. Ternyata novelis indonesia ya
belon prnah baca tuh neng. Tp kalo ngelat buku2xnya yg nata tampilin di sini kyknya kebanyakan berkisah tentang wanita ya
yeap! perempuan sekali
dana said
Pengen ketemu Clara nya.
oooo temuilah
edratna said
Wahh senengnya…saya juga pencinta tulisan Clara Ng…diawali dari saat membaca ceritanya yang dimuat bersambung di Kompas, saya beli buku Gerhana Kembar, dan terus beli yang lainnya. Sayang seri Indiana Chronicle (lipstik), yang kedua tak ada ditoko buku.
Dari Dimsum terakhir saya jadi mempelajari dan tahu tentang kebiasaan etnis Tionghwa terutama tentang merayakan hari raya Imlek.
iyah… saya punya semuanya bu… sangat suka sekali pada ibu yang satu ini!
langitjiwa said
punten…
eh ommmm
realylife said
permisi , ukhti di medan ya ato di sumut ??? mau ngajak kopdar tanggal 20 juli…
mohon konfirmasinya ya ….
wah di bandung… kan batagoris…
latree said
wa… senengnya ketemu idola!
seneng banget
antown said
OOT:
antownholicontest#3 sudah dibuka. Gratis…tis…tis, semuanya bisa ngikut. Please visit my blog.
akuh udah ikutaaaaaaan
nenyok said
Salam
sudah mulai jarang baca buku begitu, tetep suka Iwan Simatupang
erh… aku ta tau heuheuheuhe
Silly said
Wahhh, pertama mo koment ttg dirimu dulu ahhh…
Maaf baru kali ini mampir karena urusan2 domestik, biasa dech ribet sendiri ama org gila yg ngejar2 melulu… (halahhh, sempet2nya CC). Wah, saya surprise loh, karna ternyata dirimu ini Penyiar Tohhh, HEBAT!!!
btw, Saya juga suka clara Ng… Clara Ng?… matiii, jangan2 yg pernah mampir ke blog aku yach.. haduh, suka gak merhatiin sich…
Anyway, dirimu juga hebat kok, so, saya tunggu deh karyanya yach. Semoga mimpinya cepet terwujud
silly
waaaahhh si ibu ini hebat dikunjungi Clara Ng!
iyah saya sering main ke blog mu bu… membaca kisah kisah narsis mu hehe
makasih makasih AMIEN… heheu
salam kenal bu…
Yari NK said
Memang sering melihat buku dan mendengar nama Clara Ng ini tapi belon pernah mbaca bukunya…. maklum saya termasuk orang yg jarang mbaca novel… huehehehe…..
iyah kebayang si om pasti bacaannya yang beuradh beuradh da
tukangobatbersahaja said
di Gramedia ada ga?
pengen beli…
ada pastinyaaaaaaaaaaa
kecuali yang 7 musim setahun
achoey sang khilaf said
pengagumnya ternyata
BIG FAN
Daniel Mahendra said
Wah, suka Clara Ng rupanya…
again… BIG FAN
Yoga said
Keep up the good work so you can show something to your favorite author
WILL DO!
artja said
beneran segampang itu mengundang beliau?
beneran
Self-Motivated « la vita e bella said
[...] postingan baru, jadi silahkan baca postingan saiia yang lamaaa.. huahahahaha.. ^ga mau kalah dari mba clara NG yang padahal ini adalah hasil comotan katah katahnya tentang re publish.. maapkeuuunn [...]
itikkecil said
saya suka Indiana Chronicle
saya juga
nh18 said
HHHmmm …
Pantes si Lala Surabaya cocok dengan Taz ti Bandung tea …
Mirip pemikirannya …
Walaupun berbeda gaya bahasanya …
Sukses buat kelian …
makasih oooooooommmm
ghaniarasyid™ said
Clara? Ngggg…..
- – -
Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…
eh eh eh dia… kmana saja?
neng fey said
hmm, baru baca yang unreality show, gerhana kembar masih jadi tawanan si adek di medan, hihihi
baca smua neeeeeeeenggggg
rame
galanzz said
Hai….
Poppy said
aku juga suka Clara Ng!!!
Dimsum terakhir…dan beberapa cerpen-nya yg suka diterbitkan sama Femina.
Salam kenal buat Natazya
Clara Ng said
Hi Tazya,
Kapan2 undang lagi ke bandung ya.
latree said
I’m happy when you are. tapi aku takut kamu marah kalau baca resensiku tentang novelnya Clara NG, nat…. I’m sorry…
fina said
emhhh…
lo ngomongin clara ng gak ada matinya deh…
caioooo……
deni oktora said
clara Ng, gue suka novelnya, walau gue seorang cowok dan isi tema novelnya emang kebanyakan mengangkat tema feminisme, tapi….karena gaya penulisannya yang memikat..so I’m kind fallin in love with the way she put words in each of her stories…
http://www.denioktora.com