Untuk Seorang Lelaki yang katanya ingin menikahi Seorang Perempuan

Untuk dirinya, seorang lelaki yang mengatakan berencana mengajak seorang perempuan menikah. Kira kira apakah dirinya tau apa saja yang akan dihadapinya nanti bila akan dan telah menikah dengan sang perempuan? Apa yang sudah direncanakannya? Apa yang sudah ataupun sedang dan kira kira akan dilakukannya buat mewujudkannya? Apakah dia tau bahwa si perempuan sedang memikirkan banyak hal seiring dengan berjalannya hari? Apakah dia tau bahwa kadang si perempuan bilang pada sahabatnya bahwa dia tidak yakin dan tidak tau pasti apa yang sedang dijalani bersama si lelaki? Apakah dia tau bahwa walaupun si perempuan sangat menyayanginya dan mengasihinya dan bersyukur menjalani apa yang sedang dijalani bersamanya, rasa tidak yakin tetap menggelayut di hati sang perempuan? Apakah dia tau bahwa si perempuan sering sekali bertanya apakah benar dirinya adalah yang terakhir buat si perempuan? Lelaki itu, apakah dia sadar bahwa perempuannya punya banyak sekali keraguan yang akhir akhir ini makin ada karena suasana yang terasa makin dan makin aneh entah kenapa. Ya ya ya saya tau sekali si perempuan ini memang sering memikirkan yang tidak perlu dipikirkan, ketakutan sendiri, dan mengacaukan segalanya pada akhirnya. Tapi saya rasa itu bukan salah si perempuan sepenuhnya. Si perempuan punya banyak trauma, si perempuan mengemban banyak tuntutan, si perempuan digantungkan banyak harapan, si perempuan tumbuh ditemani keraguan dan ketidakpercayaan. Lalu apa yang dia harapkan? Taukah dia kalau si perempuan malam ini sedang dilanda kebingungan setelah malam tadi diingatkan pada satu kisah yang agak mirip kisah si perempuan dan dirinya yang akhirnya agak menyulitkan? Apakah dia sadar bahwa si perempuan mulai ragu pada dirinya, akankah dia punya kemampuan menjalani semuanya, akankah dia mampu buat jadi pasangan sehidup semati buat si perempuan, akankah dia mampu membahagiakan sang perempuan? Apakah dirinya tau bahwa saya sendiri bosan! Bosan karena sang perempuan kadang kesal sendiri sampai menangis karena tidak tahu musti bagaimana dengan keraguannya. Taukah dirinya bahwa sang perempuan sering ketakutan saat dirinya mengeluh dan seakan tidak mampu maju menjalani hidupnya, apalagi nanti setelah bersama sang perempuan? Sang perempuan tertular tidak yakin karena dirinya yang tidak sedikitpun menunjukkan bahwa dirinya akan mampu. Mampu buat segala. Si perempuan mulai berpikir lebih jauh lagi, apakah keluarga perempuan ini bisa menerima sang lelaki, padahal sang perempuan ada dalam kungkungan jerat keluarga yang merepotkannya mau tak maupun. Apakah dirinya orangnya? Sang lelaki yang katanya berniat jadi suaminya.

Ah! Malam ini pun bosan! Karena lagi dan lagi si perempuan dilanda keraguan dan kehilangan napsu buat melakukan apa apa yang padahal adalah kewajiban. Jujur, tolol sekali kamu wahai perempuan! Ah, tapi mau apalagi. Si perempuan memang sudah tercetak demikian.

Dan buat dirinya yang disebutkan disini, apabila mungkin membaca sejuta pertanyaan ini, sebagaimana biasanya dia suka membaca tanpa berkomentar apa apa, tolong demikian juga kali ini. Jangan berkomentar apa apa, apalagi repot repot coba bertanya. Karena sebagaimana dia biasa hanya membaca, saya juga biasa hanya menulis. Malam ini sedang begini besok belum tentu masih begini, jadi biarlah hal ini malam ini. Jangan bertanya. Jangan katakan apa apa. Ya. Diam saja. Baca saja.

45 Comments »

  1. galih said

    semangat ya teh… :) pertanyaan yang sangat berharga buat pria-pria yang tidak mengerti apa mau perempuan. *eh, tapi ini kan posting buat semua orang? kok saya komentar yak? :mrgreen:

  2. det said

    huwaaaaaaaaa……..

    baru mampir sekali ke sini, ndak bisa komen apa2..

    tapi kalo mulai timbul keraguan, istikhoroh adalah cara mendapatkan jawaban

    [cak galih, apa yang terjadi dengan dirinya?]

    :mrgreen:

  3. Wempi said

    *diam saja*

  4. yusdi said

    makanya dari sekarang saya kalo cari pacar harus dari semua sisi dan pacaran ga cuma seneng2 aja.musti bisa ngertiin satu sama lainnya…
    apalagi kl menikah….nikah kan cuma sekali seumur hidup(amin), jadi pasangan harus yg bener2 pas dihati

  5. eMina said

    sepertinya saya bisa menebak siapa sang perempuan ini.
    bolehkan saya menebak?
    ah maaf, saya lupa bahwa tak boleh bertanya.

  6. ubadbmarko said

    “…………………..ssstttttt”

  7. Saya ga comment kok cuma baca aja.
    diam diam diam

  8. aminhers said

    Ya saya diam dan tak kan comment apa-apa.
    halaaah.. :)

  9. fisha17 said

    hmmmmmmmm sssstttttt!!!

  10. diam mode on

  11. Mungkin lebih baik dikomunikasikan saja apa sebenarnya yang kita inginkan ke pasangan kita masing-masing…

    Salam kenal…

  12. Kang Aom said

    Kata pak ustad…..menikah itu lembaga agama, bukan ekonomi……

  13. ngumpulin uang dolo…. :P

  14. GiE said

    :?

  15. iBLO said

    perbanyak bersyukur… mungkin siapapun yg kita pilih bukanlah yg paling baik tapi menjadi baik itu bisa dirangkai bersama sama setelah terjalin tali pernikahan.

    peace teh :)

    *silent mode:on…

  16. L.A. said

    Diam saja, baca saja, Hmmm…

  17. gakpede said

    gamang
    berjuta yang mengalaminya, berjuta pula yang akhirnya melupakan kegamangannya
    berjuta yang mendiamkannya, berjuta pula yang akhirnya menjalaninya
    dengan rasa bahagia

  18. ridu said

    duh.. yg dimaksud di sini ridu apa bukan yah?? :mrgreen:

    si dia yg bersangkutan udah baca blom yah?? :roll:

  19. Onta said

    wah,, ada 12 tanda tanya di tulisan ini… tanya ken-apa,,,

  20. isal said

    komitmen dulu dari awal. mau di bawa ke mana ini keluarga. komitmen juga setelah menikah tinggal di mana. komitmen dari awal ingin punya anak berapa. komitmen dari awal mengenai pngaturan keuangan keluarga.

    Awal menikah biasanya indah2. Setelah punya anak satu banyak cobaan. Setelah punya anak dan seterusnya ingat ceramah kang ibing.

    Btw banyak istikhoroh sebelum mengambil keputusan. Banyak syaum dawud. Batasi pertemuan yang tidak perlu. Jgn sampai coba2 KNPI (Kissing, Necking, Pet****, Inter****)

    Sebelum menikah apalagi setelh lamaran syetan berusaha sabar menjerumuskan dua insan agar jatuh. Waspada ya.

    Ingat patokan cari lelaki yang soleh. Kalau perlu kayak si azzam di novel KCB. Wuiih sedappp…

  21. isal said

    satu lagi cinta saja tidak cukup. aspek materi dan ruhani perlu jadi pertimbagan. mudah2n dapetin yang kayak azzam ya.. Ammien..

  22. nairasmile said

    *pusing*
    no comment mba…
    berat hehehehe…

    tapi moga2 si perempuan dan si lelaki terus yakin pada dirinya sendiri dan pada pasangannya…

  23. duh.. jadi lelaki itu ternyata gak gampang yaaa… ck..ck…

  24. tintin said

    sipppp .. kayaknya undangannya bentar lagi deh .. .hahahaha ..

    sabar .. kalo bingung shalat istikharah .. :)

    so minta diberikan yang terbaik .. ok ..?? :)

  25. putradi said

    OK .. 2 th lagi berarti .. :)

  26. gamma said

    paling bener kalo lagi bingung, nanyanya ama Allah SWT..

    ayoo..istikharoh ajaa…

  27. ratutebu said

    saya juga diam saja,, baca saja,, :)

  28. siHarri said

    mmhh..cari pasangan dl ahh :)

  29. scarafce said

    gambarnya lucu romantis gitu loh

  30. rhainy said

    ya deh…aku baca aja….gak komen apa-apa….

  31. benazio said

    cara dapet jodoh biar cepet gimana yah ? hix.

  32. emmmm…… emmmmmm…….. **duh mo ksh komen katanya diam aja… :D

  33. *manggut-manggut* :roll:

  34. Menik said

    Nat…
    cuma mau bilang…

    di komputerku, warna biru tulisannya bikin ga kebaca .. :( :( :(

    jadinya ga komen apa2 deh :mrgreen:

  35. Adieska said

    Wadooh… Serius banget sih non keraguannya. Ragu2 kog sampe kronis. Kayaknya postingan sejenis ini dah banyak banget deh. Buat yang disebutkan di postingan ini yang membaca dan nggak pernah berkomentar, pas banget. Jangan pernah berkomentar dengan kata2 atau tulisan. Berikan komentar atas keragu-raguan nona nata yang kronis lewat tindakan. Semoga saat bahagia itu bisa kalian capai. Ugh… So sweet :)

  36. emfajar said

    ikutan baca aja deh,, diam mode ON

  37. Tigis said

    Hehe posting-an ini manusiawi banget. Keraguan utk melangkah ke jenjang yg ultra serius spt pernikahan memang dialami oleh semua org mskipun giliran gue belum tiba :)

    Btw, kalo ragu cuman ada satu cara. Shalat istikharah aja :)

  38. nenyok said

    Salam
    Akh pria, kadang bikin semaput, sebal aku :D

  39. Nux17 said

    Mendadak saya merasa tersindir. Tp lebih baik saya diam saja…

  40. jeunglala said

    yeah..
    apparently.. we ARE that complicated.. hmmm…
    *wish I could tell him what I felt that day…. oh My… I really wish I could!*

  41. cinker said

    KOK saya sedikit merasa terkena yach……!
    no comment dech….! :)

  42. heper70 said

    Yang terpenting kan adanya keterbukaan dan kejujuran dari masing – masing pasangan, juga adanya komitmen diantara mereka berdua

  43. Heru diskak said

    Intinya adalah mau menjadikan segalanya lebih baik insyallah akan berjalan lancar tuch pernikahan………..

  44. Dy said

    nice posting :)

  45. [...] kala bicara soal harapan, soal masa depan, ada goretan kecewa yang menjegal. Maaf, yang itu aku tak kuasa tahan. Harusnya sudah sampai di [...]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment