Tentang Selingkuh

Saya tidak mau menulis yang berat berat dan emosional kali ini, setelah tulisan penuh emosi dan airmata (tidak terlihat) yang saya tulis terakhir kemarin.

Malam ini saya cuma sedang teringat siaran The Night in Romance saya bersama Prasetyo Adhi hari Senin malam kemarin (my favourite hours), dimana kami membahas soal selingkuh. Sebenarnya bahasan kami tentang bagaimana caranya mengenali dengan pintar kalau pasangan anda mulai berselingkuh, tapi tema yang kami lempar adalah apakah anda mampu memaafkan pasangan anda bila pasangan anda berselingkuh? Dan juga meminta buat cerita apapun seputaran selingkuh.

Seperti biasa dengan sangat menyenangkannya animo buat Romance selalu lumayan tinggi. Padahal setengah jam sebelum Romance sempat mati lampu dan kehilangan pendengar! Tapi malam itu, banyak sekali yang turut bercerita. Ada yang hanya menanggapi saja. Ada yang bercerita tentang pengalamannya diselingkuhi oleh pasangan, dan ada juga seorang istri yang sudah dua tahun menikah mengaku jenuh pada suaminya dan sedang berencana meninggalkannya (what?!). Seperti biasa ya, berdiri di jalur netral. Ada juga yang menanyakan apakah selingkuh hati termasuk selingkuh atau bukan? Pertanyaan lucu yang akhirnya menimbulkan satu pertanyaan baru dari Pras, lebih baik mana, pasangan anda ketahuan selingkuh tapi hanya badaniah saja dengan seseorang, atau tanpa bisa diketahui tapi dirasakan, hatinya berselingkuh dan tidak cuma mencintai anda. Wah! Simalakama… i better not to choose both!

Selingkuh. Saya sangat dan sangat setuju dan setubuh dengan lagu Monita yang di ujungnya berlirik selingkuh tak membawa bahagia. Seharusnya memang demikian. Dan agak terheran heran dengan lagu SHE dengan Selingkuh Sekali Saja nya yang senaif itu meminta izin pada pasangan buat selingkuh. Mana ada di kehidupan nyata? Bagaimanapun bentuknya, sejauh apapun, sedalam apapun, sejarang apapun, selingkuh itu adalah sebuah penghianatan bagi saya. And betrayal is not allowed in a relationship!

Tapi kalau mau membuka mata, rasanya di sekeliling saya banyak oh banyak sekali yang namanya perselingkuhan ini. Mau tidak mau, jadi agak berpikir, apakah berselingkuh itu hal yang wajar sekarang ini? Sehingga dengan mudahnya orang berselingkuh tanpa merasa bahwa dirinya kurang ajar? Percayakah pada karma? Atau tidak peduli pada apa juga yang penting keinginan saat itu terpenuhi?

Selingkuh cuma akan hasilkan rasa sakit. Entah bagi pihak yang mana. Karena tidak menutup kemungkinan sama sekali bahwa yang berselingkuh merasa sakit hati karena menyakiti. Dan kadang entah kenapa, selalu ada pembenaran buat yang berselingkuh. Selalu ada yang lain yang bisa disalahkan. Selalu ada paling tidak alasan untuk tidak disalahkan!

Kenapa demikian? Entah. Itu dalam pikiran saya saja. Dalam hubungan berpacaran pun selingkuh itu pasti menyakiti. Saya? Oh. Saya bicara sebagai korban, dan pernah juga pelaku. Ingat sekali masa dimana seseorang meng-empat-i saya dengan tiga perempuan lain yang kesemuanya tidak punya kesamaan dan rasanya dia tidak punya alasan buat menyakiti kami karena masing masing dari kami mampu jadi pasangan yang sangat baik. Ingat juga pada seorang mantan pasangan terakhir, yang menyudahi hubungan di suatu siang setelah kemarin masih menemani buat datang ke pesta pernikahan, dan dalam beberapa hari kemudian sudah memamerkan kemesraan dengan pasangan yang katanya baru, padahal yang baru hanya diresmikannya. Sakit sekali? Oh tentu!

Tapi kemudian saya ingat dimana ada seseorang yang menangis karena saya. Datang jauh dari luar kota hanya buat menghampiri saya dan meminta supaya mempertimbangkan kembali dan mencoba lagi, tapi saya memilih melukai sebuah hati karena sudah ada yang lain di hati sendiri. Saya ingat wajahnya yang terluka menatap saya yang tampak biasa saja bahkan menampilkan senyum yang bahagia seakan tidak terjadi apa apa.

Cukuplah tentang saya. Sekarang orang di sekitar saya. Teringat pada dua orang kakek yang sekarang sudah almarhum, yang keduanya hampir tidak pernah mengisi kehidupan saya karena keduanya berselingkuh di masa mudanya dan meninggalkan kedua nenek saya dalam keadaan susah payah dengan banyak anak dan tidak dapat perhatian apalagi bantuan apa apa lagi dari mereka. Ya. Hingga detik ini saya masih punya rasa benci pada mereka.

Ingat seorang Bude yang suaminya mengakunya “poligami” dan beristri empat (tapi menikah lebih dari empat kali) tapi istri paling mudanya seorang perempuan sangat cantik muda belia bahkan lebih muda dari saya! Ingat keluarga yang pecah karenanya. Ingat seorang sepupu saya yang akhirnya jadi neurotik tanpa bisa ditolong lagi. Ingat Bude saya yang hingga tua tidak punya rasa percaya pada siapa siapa dan tidak bisa dekat dengan siapa siapa.

Kemudian teringat tante saya yang baru di awal tahun ini menikah. Usia sudah kepala 4. Menikah dengan seorang lelaki sama kepala 4 lebih tua beberapa tahun. Bujang? Oh tentu bukan. Suami orang. Sang istri memang memberi restu pada akhirnya. Sang istri menandatangani suratnya yang buat saya sama dengan meracuni diri sendiri. Menikahlah dengan sah. Tapi apakah di awal tidak ada yang namanya perselingkuhan sebagaimana yang terjadi pada Pakde yang katanya melakukan poligami my ass? Saya tidak sepenuhnya yakin.

Dan satu lagi. Satu lagi yang paling saya ingat. Yang tidak akan bisa hilang dari kehidupan saya. Momok yang takkan terlupa. Satu hal yang paling dan paling pernah menyakiti hati. Satu yang paling dan paling sering menghadirkan tangis sekalipun katanya bukan lagi atas nama perselingkuhan, tapi dampaknya. Satu kisah yang ada dalam sebuah rumah, rumah yang saya diami. Seorang yang saya sangat cinta dan hormati, yang membagi diri dengan orang lain dan anak anak lain. Yang hadirkan tangis seorang yang saya lebih lagi cintai, yang karenanya jadi sering sekali menyakiti buah hati empat biji dengan tanpa sadar sekalipun pada akhirnya kami yang menangis belajar buat memaklumi. Sakit hati. Cuma sakit hati.

Mananya dari selingkuh yang berbahagia? Mananya dari selingkuh yang biasa saja? Mananya dari selingkuh yang yang penting menuruti kata hati?

Apakah anda percaya karma? Saya tidak. Saya tidak suka kata kata karma. Saya lebih suka dengan setiap orang yang hidup di dunia mendapatkan balasan atas perilakunya. Tapi saya menolak kata karma. Tapi definisi saya terlampau panjang, jadi orang lebih sering dan mudah bilang karma.

Dan yang katanya karma itu yang menimpa mantan pasangan saya yang meng-empat-i saya dulu. Hingga kini usia hampir sebentar lagi kepala 3 dan tidak juga mendapat pasangan lagi yang benar benar mengerti dan mencintai. Karma yang itu juga yang menimpa saya yang akhirnya diselingkuhi lagi oleh mantan pasangan yang terakhir. Belum berhenti! Karma itu juga yang akhirnya lagi dan lagi menimpa mantan pasangan saya yang katanya baru baru ini berakhir hubungannya dengan seorang perempuan yang membuatnya berpaling dari saya. Mau tau kenapa? Ya! Dia diselingkuhi!

Tau yang paling menakutkan? Pernah dengar apa yang anda lakukan akan turun pada anak? Apakah itu yang sedang terjadi di keluarga ini? Dua orang kakek yang sumpah akan sangat sulit buat bisa saya hormati, yang kedua anaknya menjadi orang tua saya, yang akhirnya mengulang kisah yang sama sekalipun tidak separah orang tua mereka, lalu bagaimana? Akankah semuanya turun dan menimpa saya sebagaimana lagi dan lagi terulang pada mereka. Sayang sekali saya lupa tanya pada nenek saya yang sudah almarhumah dan yang satu sudah Alzheimer, apakah dulu buyut saya juga punya kisah serupa. Tau apa yang sekarang bersisa? Takut. Takut yang membuat saya yang sangat ingin menikah punya banyak sekali bayangan buruk. Apalagi kalau sang suami akhirnya seorang yang punya latar belakang sama, seperti seorang yang sekarang sedang mengisi hidup saya lagi. Pertanyaan yang mengusik dan tiada berhenti. Tuhan, akankah demikian lagi? Audzubillah min dzalik Robbi…

Tapi satu hal juga. Sebagaimana tadi dikatakan dalam perselingkuhan selalu ada pembenaran. Katanya mereka pergi karena sang pasangan tidak pernah coba memahami. Katanya mereka pergi karena sang pasangan terlalu banyak menuntut. Katanya mereka pergi karena sang pasangan bukan jadi sang penenang hati tapi pengusik nurani dengan segala keributan yang dihasilkannya. Terlalu mengada ada? Ah. Entah kenapa saya merasa itu mungkin saja. Kenapa? Melihat pada kasus dalam satu rumah ini, yang membuat saya berpikir demikian. Ya. Mungkin saja itu terjadi karena satu pihak pernah salah dan tidak pernah luangkan waktu yang berharga buat saling bicara. Satu catatan berharga buat saya. Satu catatan yang diniatkan dalam hati buat tidak akan pernah dilakukan lagi. Supaya lingkaran setannya berhenti sampai disini. Supaya tidak ada lagi airmata dari siapa siapa. Insya Allah.

Dan sejauh apapun atau seringan apapun selingkuh itu katanya, ya mata, ya badan apalagi hati, saya menolak mentah mentah semuanya! Saya tidak akan meminta anda buat sama menolaknya dengan saya, karena saya tahu bahwa hidup adalah pilihan. Tapi buat satu orang saja, yang akan mengisi hidup saya selamanya akhirnya, tolong bersama hentikan si lingkaran yang sumpah setan! Saya percaya kamu bisa setia. Saya mau percaya kali ini kisah kita akan beda dengan mereka yang hasilkan kita. Amien.

Hm… akhirnya emosional lagi ternyata. Ya maaf saja. Saya cuma ingin menulis saja sebetulnya.

92 Comments »

  1. itikkecil said

    pheww… berat nih….
    saya percaya kalau berselingkuh itu lebihnya dampak buruknya :D


    hauhauhau aku pun ta mengerti kenapa akhir akhir ini ko nulis berad berad *seusai bobot :p*

  2. AngelNdutz said

    yah…setuju ma lagunya merpati band “…karna tak selamanya selingkuh ituh indah….”, buat yg selingkuh2..uda de jgn diterusin…kuwalat loh tar…

    *naudzubillah mindzalik

    yeap… naudzubillah mindzalik…
    aku ga pernah denger merpati band :p

  3. fisha17 said

    ih, jadi ngiri bisa nulis panjang2. Jadi selingkuh itu indah atau gak yah?? :D *Satu ajah belon punya, mo selingkuh sama siapa??*

    nulis panjang da semi curhat heuheuhuehe
    wandatausaya :p

  4. senny said

    nggak pernah selinguh tapi selalu diselingkuhi… hixhix…

    huahuahauha aku pernah dua dua nya :p

  5. alrocker said

    selingkuh itu indah kk, pa lagi klu ga ketahuan. hahahaha :)

    kakanya sapa? :p hm.. ya.. again.. pilihan :D

  6. Blum bisa kasih komen substansial… tapi lebih ke arah moral… berbuat baik tanpa pamrih… bisa diterapkan kepada pasangan juga… nawaitu nya menjauhi hal-hal yang berdampak buruk bagi hubungan terlebih rumah tangga…

    betul… setuju!

  7. galih said

    selingkuh kayaknya menjadi tren baru di negara ini. yaiks… tren kok ya jelek… tambah kacau saja bangsa kita ini :(

    makanya lagu lagu yang beredar juga araraneh :p

  8. galih said

    Selingkuh, belum & jangan deh, takut ntar kena sendiri :D
    kalo melihat ajha itu selingkuh, ya ga tau juga sih. berarti mataku selama ini isinya dosa terus dong :(

    pake kacamata kuda ah, biar ga bisa liat kanan-kiri :p

    *maap bcanda,coz selingkuh tuh topik yang susa diomongin, tapi emang bener-bener ada , nyata banget, dan semoga tukang selingkuh dapat balesannya.. ya kan :p *

    hm… ga tau juga hehe

  9. galih said

    eh,diatas tuh galih juga :p

  10. eve said

    Duh… jangan selingkuhan deh. Kayanya ga ada yang lebih menyakitkan dari itu ya bo? Ga tau juga sih… so far, dalam rilesyensyip, buat gue yg paling berat adalah di selingkuhin whatsoever yang berhubungan degan pere lain. (pere ya bo…. kalo lekong sih eyke mah pasrah deh. alatnya beda…)

    hauhauhuaha kalo gitu gimana yah… hmmmm bingung juga :) )

  11. warmorning said

    selingkuh memang merupakan salah satu pilihan : satu pilihan yang salah !!

    mungkin…

  12. areep said

    katanya seh getoo ya…. selingkuh itu emang indah, seindah matahari terbit dipuncak lawu, se sejuk embun di kala hujan, blalalalallaa…

    aku ta berpendapat begitu…

  13. Selingkuh=masalah! Better ga usah selingkuh. Nikmati aja yang sudah dianugerahkan pada kita.

    seharusnya demikian…

  14. insansains said

    ^_^ No comment banyak ah kali ini…

    Yang penting, seneng denger hatinya udah lega dan baekan sama ibunya.. Btw.. kalo diperhatikan tulisan2 nya, tema sesungguhnya hanya ada 4 :
    - dikau sendiri
    - BFF (siapa ya namanya saya lupa)
    - Ibu
    - the last.. pria pujaan itu.
    Benar tidak ?

    Ah.. what ever, tapi kok image icon-nya ganti ? padahal saya lebih seneng warna coklat…!

    yang ijo itu gravatar om soalnya… headshot nya mah nda ganti da…
    BFF ku namanya Memey…
    memang hanya 4… itu saja isinya hidup saya… ^=^

  15. katanyah SELingan indah Kekasih utUH :P
    *di tabok bibir amak ayang* :mrgreen:

    huahuahuahua kalo ditabok bibir mang maonya kali tuuh :p

  16. ah liat selingkuh di sinetron aja pusing banget.
    apalagi ngejalanin sendiri:(
    mending jauh-jauh deh dari itu.
    dari pada kejebur ato kebakar.

    monggo… jauh jauh… ^_^

  17. chatoer said

    hahaha, kalo selingkuh hati kayak gimana???

    oya ada salam tuh dari Mr. C

    :P

    heuheuheuheu segala lah selingkuh mah… salam balik buat Mr C :p

  18. nh18 said

    Hmmmm …
    Aku udah baca tapi … No comment

    Selingkuh itu dusta …
    Dusta itu Dosa …

    Udah gitu aja …

    makasih Om… ^_^

  19. GR said

    *møde SMS ôñ* λ_λ

    Λh, sáyà mäh nggâk pernãh selïngkuh apalagî dìselíngkuhï.. wäläü sudåh bànyák yg jd mäntän sâyâ.. :P

    Sãyã tîpe lelåki setïâ kôk… :D

    *cãri jødøh mõde ön*

    Pököna™,
    SÂY ÑΘ TΘ SEL¡ÑGKÜH!

    :mrgreen:

    hauhauhauhau promosi diri di blog orang yeeeeeeeeeeee :p

  20. neng fey said

    baru baca depannya, blom sempet baca :( (((

    “apakah anda mampu memaafkan pasangan anda bila pasangan anda berselingkuh?”

    kalo gw kayana enggak sanggup deh, terlalu sakit hehehe

    ada lho yang bisa ;) gw juga ga bisa huehuehuehue

  21. Wawanz said

    Hmmm… Selingkuh itu tidak baek dan hal tidak baek itu harus kita hindari.

    semoga saja…

  22. realylife said

    sebenernya saya bingung juga mau jawab , soale belum pacaran nich
    gimana ya ?

    gpp ko ga jawab juga hehe

  23. Tigis said

    Bentar, apakah yg dimaksud adalah kalo memang faktanya hubungan ga akan bisa berjalan dgn baik better putusin dulu baru cari yg lain? kalo mksudnya begitu berarti intinya mslh timing saja kan? Krn cepat atau lambat dia pasti akan mendekati pria/wanita lain.

    Dari sisi lain, gue justru melihat selingkuh itu adalah tanda bahwa seseorang ga mungkin bisa menemukan yang terbaik bagi dirinya. Jadi dlm perjalanan waktu, apabila dia menemukan alternatif lain yg bisa memenuhi aspek “terbaik” itu bisa jadi dia akan mencoba menjajaginya. Sekarang tinggal batasan yg kita pakai utk melakukan penjajagan tsb. Kalau sampai melibatkan kemesraan fisik ya jelas berabe. Tapi kalo akhirnya mulai muncul simpati hati dia harus segera memutuskan utk tetap meneruskan usahanya dan memutuskan hubungan yg skrg atau tidak.

    koq jadi panjang ya :)

    hauhuahuahua yah… terserah.. ^_^

  24. putihungu said

    sekedar sharing aja. memang saat ini selingkuh seakan sudah menjadi hal yang wajar. yang dimaklumi. WALAU semua orang tahu itu salah. tapi seringkali terasa berat untuk melepaskan peluang untuk melakukannya.

    setelah menikah, aq selalu berusaha untuk melepaskan semua kebiasaaan buruk itu. bahkan beberapa tahun sebelum pernikahanku. tapi setelah menikah, walaupun mencoba membentengi diri, tapi ada saja peluang untuk melakukan itu. sekitar setahun dari pernikahan aq ketemu sama kenalan lama. (kenalan lama ini udah 3 tahun ga ada kabar, trus selisih umur 8 tahunan ma aq). ada keperluan. telpon. first call impressed dan berlanjut hingga hari ini, detik ini. udah pernah mencoba stop sampe 3 x dan masih..

    lalu kenapa aq bilang 50:50. pertama jauh karena sekarang kita lain kota lain pulau walaupun phonecall almost everyday. kedua.dia membatasi perasaanya padaku dan tidak pernah mengaku secara eksplisit. saat aq tanya langsung 2 kali dia menjawab ” aku tidak mencintaimu” tapi juga tidak pernah benar2 rela kehilangan diriku. ketiga. setelah season ketiga berjalan aq lebih rileks dan tidak semenggebu waktu lalu.jadi lebih bisa nahan diri.

    seperti menyembuhkan penyakit dan atau berhenti dari kebiasaan merokok.. mungkin harus bertahap… aq yakin pasti bisa.. semoga waktu membantu semuanya berjalan lebih baik dan lebih cepat. aq ga ingin lukisan indah kehidupanku terkoyak dan rumah yang kubangun menjadi runtuh.. berhenti sebelum lebih baik dari pada memperbaiki … walau ada perasaan ga rela, jiwa advonturir yang menyala dan memanggil … “kicinta dia??? mungkin hanya yang di Atas yang tahu”

    anyway, thanks for sharing the experience

    makasih yah buat ceritanya ^_^
    jadi tambahan bahan renungan…

  25. berat, berat, berat

    taro kalo berat :p

  26. aminhers said

    I think TOW-TOM are bad habit like : drug ,drink,and others.
    They’re unworthily!

    ^_^ indeed

  27. verri4 said

    tapi aku pernah ketemu sama seorang co yang ternyata dia rela kalau cenya selingkuh.. tau alasannya kenapa?
    dia bilang.. “aku dan dia jauh,, aku ngga bisa bahagiain dia dengan berada di sampingnya.. mungkin dengan mengizinkannya selingkuh itu akan membuatnya bahagia.. dan sekaligus akan ada yang menjaganya disana.. aku hanya ingin bahagiakan dirinya meski aku sakit.. dan aku akan sangat berterima kasih karena telah menjaganya..”. (ini nyata lho… nama conya Andri.. temen me..)

    tuh sumpe ada co yang kayak gitu.. tapi tetep cenya sayang sama dia.. dan ngga mau pisah.. ga tau tuh diapain ma conya..

    (kasian yang di selingkuhinn.. dia ngga tau klo di selingkuhin.. hiihihi..)

    hehehe thanks for sharing anyway ^_^

  28. putihungu said

    emang berat banget ..

    berat ngejalaninnya..
    berat mikirin akal bulusnya ..
    berat biayanya ..

    dan berat2 yg lainnya…

    cm kok ya jalan terus sih ….

    pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!!!!

  29. walau ada yang bilang SELINGKUH ‘ Selingan Indah Keluarga Utuh ‘. tapi ujung ujungnya memang harus ada yang gak utuh.
    Karena playing with emotions isssssssss really bahayyyyaaaa

    setubuh! ^_^

  30. Ly said

    nauzubillaaahh minzaliq dech…
    amit² cabang baby… tujuh turunan lapan tanjakaaaaan…
    jangan sampe “lagi” diselingkuhin… hikzz…..

    SAKIIIIIIIIIIIIIIIITT……

    hehhee semoga ga keulang lagi ya ^_^

  31. ayaelectro said

    selingkuh? wah temen2 saya udah ada tuh yang selingkuh. haha, masih kecil udah selingkuh aja….aneh bener deh.

    heuheeuhe ada yang bilang selingkuh itu karena kebiasaan… yah.. kalo masih kecil udah gituh… tunggu ajah beberapa taun lagi huhuhu

  32. tintin said

    well .. sebenernya sih kembali kepada kita dalam memahami agama dan sekufu .. :)

    sebab perselingkuhan Insya ALLAH tidak terjadi jika masing2x mengamalkan apa yang ada adalam agama ISLAM .. :)

    mau berbuat selalu diukur dengan apa yang ada dalam ISLAM .. subhanalloh .. :)

    ^_^
    semoga saja demikian yah..

  33. Johan said

    Selingkuh itu sama aja lagi berbohong ya. Orang yg suka bohong biasanya sering merasa orang lain lagi bohongin dia juga.

    hahaha mungkin…

  34. yanti said

    pernah berada pada situasi ini.. dimana hati taruhannya…SUBHANALLAh.. gak sanggup jika mengingatnya…

    TIDAK akan pernah terjadi hal itu.. jika kejujuran landasannya… dan itu pelajaran yang SANGAT tidak mudah…

    yeap.. indeed…

  35. apakah anda mampu memaafkan pasangan anda bila pasangan anda berselingkuh?

    Mbel:
    Weeee…..
    Kalok ituh mah nanyak sama Sisca /em>ajah, yah….???

    :D

    sapa sisca teh? hehehe

  36. van said

    selingkuh ???? mendingan jangan deh dosa kali yee, tapi gw seneng sama ilustrasi gambar ayam nya wekekeke kok bisa ada ayam bertelurkan gajah ????

    kan ayamnya slingkuh :p

  37. nenyok said

    Salam
    Selingkuh itu indah lagee, makanya orang banyak lakuin buat cari sensasinya yang ga indah adalah endingnya, dah dapet dosa eh bisa2 kehilangan the real soilmate :)

    heuheuheuhe yap yap… padahal yang paling penting adalah endingnya ya ^_^

  38. leah said

    Manusia memang ga pernah puas kalo cuma menuruti hawa napsu..

    setubuh

  39. zeen said

    Ih… jangan selingkuh ah…..
    emang ga ada kerjaan lain apa selain selingkuh……
    kalo just looking-looking cewe cakep or cowo guanteng seh egp…
    tapi kalo sampai selingkuh, jangan sampai ya…
    jangan ya mbak..mas…om…tante…
    tar ada yang bales lho, kalo ga dibales di dunia yah paling di akherat dapet balesan…

    heeehehe….. lam kenal mbak na…..

    salam kenal jugaaa ^_^

  40. Zul ... said

    “Saya tidak mau menulis yang berat berat dan emosional kali ini, setelah tulisan penuh emosi dan airmata (tidak terlihat) yang saya tulis terakhir kemarin.”

    Tapi, aku baca sampai selesai tulisanmu ini, kok tetap berat?
    Atau aku terlalu serius menanggapi ketidakberatanmu.
    Tapi, komentar aku ini ringan-ringan saja, lho!
    Entahlah, kamu nanggapinya berat atau tidak!

    hueheuheu iyah om saya juga baru sadar ternyata teteubh ajah berat juga begitu beres nulisnya hehe yah… tapapalah ^_^

    mau ringan ato berat makasih lho tanggapannya :D

  41. Chic said

    pernah di-empat-in????? :eek: OMG….
    beeeeuh kayak apa tuh ya rasanya… diduain aja nyesek banget!!! pernah ketemu ga berempat-empatan itu?

    pernah bangedh buuu!!! ketemuan… temenan… hehehe

  42. Rifqi said

    salam kenal juga….n makasih udah mampir di webQ…

    diselingkuhin itu memang menyakitkan…tp kita harus show must go on…
    jodoh itu yg ngatur ALLAH…pasti kita dapat yg terbaik pilihan dari ALLAH.

    AMIEN…

  43. Wempi said

    para lelaki boleh masuk gak?

    sok ajaaaaaah

  44. Jingga said

    oooo…….jadi nona nata ini penyiar toh, aku taunya dari fisha :D … wii…pantes tulisannya panjang2…

    *kaburr sebelum dipentungi nata*

    heuheuheuhe

    siaran itu kan bahasa verbal buuu ini kan non verbal hehehe

  45. lingkuh itu emang indah :lol:

    :p tau aaah

  46. takochan said

    wah.. berat juga..
    soal karma, gak brani bilang apa2, tapi berusaha dapat dan jadi yang terbaik saja lah..

    fwew! Selingkuh? Pusing! :P

    aku juga ta komen lag soal karma mah…

  47. Selingkuh itu cape hati, cape otak, cape badan, capek duit :)

    benar :D

  48. mbok ya pada setia pada pasanganya masing-masing kenapa sih?
    gitu ae kok repot yo!

    wah nda tau tuh… akupun bingung kenapa repot :p

  49. ubadbmarko said

    selingkuh bikin repot. Kalo ketauan !!!

    huahuauahuah okay :p

  50. Elys Welt said

    seharusnya para peselingkuh itu mikir bagaimana kalau kejadiannya sebaliknya ?

    justru mungkin harus mengalami dulu yang sebaliknya baru mengerti…

  51. ick said

    biar di kata munak….tapi paling nggak demen yang namanya orang selingkuh

    sip sip sip

  52. yainal said

    identik nggak selingkuh itu dengan ego yang tinggi?

    dunno… anyidea?

  53. emfajar said

    biarpun banyak orang yang benci ama selingkuh tapi akhir2 ini banyak tema lagu atau sinetron yg bertema perselingkuhan lebih digandrungi…

    mau jadi apa ya anak bangsa :D

    makanya saya ga apal apal lagu indonesa…
    tertarik saya kurang…

  54. Dino said

    setujuh mbak… apapun bentuk selingkuh dan alasan2nya aku juga nolak mentah2 whehehe..

    good ^_^

  55. oh jadi gitu :)

    begitulah… ;)

  56. Yoga said

    wah.. subyek berbahaya ini :)

    tergantung bagaimana anda memandangnya hehehe

  57. wennyaulia said

    “apakah anda mampu memaafkan pasangan anda bila pasangan anda berselingkuh?”
    ya harus bisa…Allah aja maha Pemaaf. toh ntar biar Dia yang balas…dan pasti akan lebih kejam daripada kalo kita yang balas :D

    hueeuheuhe anda benar :D

  58. Raffaell said

    Bagiku…

    Selingkuh itu cuman kata…
    Sebuah ketidak mampuan manusia untuk menjadi yang terbaik untuk satu sama lain.
    Dan juga….
    Sebuah ketidak puasan manusia, terhadap sesuatu yang sudah di dapatkanya.

    soo, kalo ngomong soal selingkuh, kenapa dia selingkuh ya alasan nya yang paling tepat karena kita… ya kita sendiri.

    yeap… makanya… emang kadang ada juga pembenarannya… dan jadi ga bisa nyalahin siapa siapa…

  59. A insensatez…! betapa teganya….

    kalau aku menjadi korban 2 kali dari 4 pacaran huhu… karena karma? mungkin juga, karena aku selalu pacaran dengan eks teman2 terdekatku huhuhu…

    kalau aku memilih untuk memaafkan pasangan saya, well.. everybody makes mistake, asal dia berusaha lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama…

    salam kenal :-)

    good… berjiwa besar ^_^

  60. clusternic said

    selingkuh,,, ahhh tidaakkk…

    heheheh tidak apa? tidak nolak? huhuu

  61. Popi said

    booooo, emang yaa, menulis isi hati itu paling mudah dilakukan, lancarrr ehehehe. Eh eh, para anak nenek gw, alias tante dan bibi gw juga punya sejarah dengan selingkuh. Ditinggal suami setelah hartanya dikuras habis oleh suami kurang ajar setan! dan sang suami lari dengan perempuan muda, diceraikan dan ditinggalkan bersama 5 anak perempuan yang masih kecil-kecil karena sang suami kabur! lagi-lagi dengan perempuan yang jauuh lebih muda, katanya siih atas nama cintaah. Dan beberapa sejarah yang lain. Kita sama darl! tolak perselingkuhan!! biar mati saja itu yang namanya perselingkuhan!


    ya bu… lets cut this GODAMN vicious circle!

  62. ichanx said

    uh… mikirin selingkuh… ngejer satu aja gak dapet-dapet… apalagi 2, 3, 4?

    huhuhu curcol :p

  63. jeunglala said

    Itulah hukum tabur tuai, Nat.
    Yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Bagi saya, Tuhan tidak akan membalas kesalahan kita kepada orang lain; jadi tidak ada hubungannya dengan anak cucu kelak. Kalaupun nanti ada kemiripan, saya rasa itu hanya kebetulan saja… Manusia kan paling jago dalam bikin skenario :D
    Soal selingkuh…
    Itu adalah soal pilihan. Manisnya, silahkan dirasa. Pahitnya, oh, oh, jangan kira bisa lari darinya. Sebuah pilihan adalah one whole package yang nggak bisa dipilah-pilah; ambil manis, buang sepatnya, dsb. Begitu kita memilih; berarti kita siap menanggung resikonya.
    Buat yang siap menanggung resiko kesakitan karena perselingkuhan… monggo…. selingkuh saja….
    Kalau saya sih…… ogaaaahhhh… :mrgreen:

    aku juga sudah berkata ogah sekarang ^_^

  64. pinkcutez said

    wah….klo sampe cowokku selingkuh, nggak bakalan hidup tenang dy…..!!!!!!

    Thx y dah comment di blogQ

    Lam kenal


    hauhauhauha ngeyi :p

  65. sybond said

    Selingkuh itu indah kejam. Mendingan poligami.. :D


    jangan salah… poligami ga selalu indah…

  66. SiMunGiL said

    Selingkuh trend lagi kah? Setelah beberapa waktu lalu dipopulerkan oleh lagu TTM? :)
    Entah tapi saya juga pernah menulis soal ini…

    Terimakasih sudah mampir :)
    Seringsering datang yah…!

    *kunjungan balik..*


    nda… lagi kepikiran ajah ^_^

  67. latree said

    posting yang nonjok!! tapi kayanya selingkuh emang diangggep maikn biasa ya… lihat aja ada album ’selingkuh’
    *prihatin*

    sama… akupun prihatin dan rada najis…

  68. 4guwija said

    Jangan selingkuh ah..ntar takut ada karmanya..:)

    Nyari satu aja uda susah payah dapetiinnya..gimana mau selingkuh..D
    ….yang ada malah diselingkuhin..kasihan ya gw..hiks hiks…

    thanks

    heuheeuhe nda papa… pengalaman hidup ;)

  69. datums said

    posting penuh rasa emosional tampaknya.. :)
    cheer up… jangan terlalu negative thinking… :)
    maafkan diri sendiri dulu, baru kemudian maafkan orang lain, bukankah lebih susah berdamai dengan diri sendiri daripada dengan orang lain? *kayaknya dah 2 kali nulis kayak gini hari ini* :P heheheheheheh

    eniwei.. alamak… 68? kebaca semua kah komennya?? :D


    i’ve forgive myself ^_^
    yah dibaca atuh masa ngga…

  70. Adieska said

    Ga tau ya… Kalo aku sih sampe sekarang ga ada niatan selingkuh. Tapi kalo sekedar lirik sana-lirik sini (tanpa menggoda) sih emang iya. Masih manusiawi (laki2 banget) deh kayaknya. Lagi pula ngapain sih selingkuh. Kalo emang dah bosan ya kasih tau aja… kecuali yang udah komit untuk berdua ampe mati alias udah merit. Ya harus siap dong memenuhi sumpah saat ijab kabul atau pemberkatan nikah. The point is “Jangan main api kalo nggak siap terbakar”. Karena “Karma” itu ada dan secara halus diterangkan dalam setiap agama. “Apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai”. Think it… Kalo kamu selingkuh, suatu saat kamu pasti akan diselingkuhin juga. Huehehehehe… Nice post nona cantix ;)

    ya… akupun akhirnya mencoba selingkuh dan lagi dan lagi diselingkuhin :p
    makasih om… ^_^

  71. Menik said

    selingkuh ya Bu ???

    *siap2 ngasah Godam* :evil:

    Siapa yang mau selingkuh dan diselingkuhi ???


    heuehuheuhe ndatautuh kalo masalah niat… yang udah ajah diatas mah :D

  72. esensi said

    Wah, bisa jadi referensi yang berguna nih ;-)
    *untung saya blom menikah* [lega]

    *buru2 kabur*


    heueuheuueeh da saya juga blom :p

  73. Wrestler said

    ya bener kt ente diselingkuhi itu sakit,,
    tp ga ambil pusing mnding nyari lagi dari pada dipikirin terus mlah pusing..

    heuheuheuheuh not that easy thou…

  74. dsatria said

    selingkuh…. apa ya… blm pernah ngalamin tuh

    Alhamdulillah atuh :D

  75. si uman said

    Selingkuh itu,, kaya’ matahari di sore hari..

    Indah,, pada awalnya (mungkin,, blom pernah ngerasain)
    tapi hanya berselang beberapa saat,, hilanglah keindahan itu, dan digantikan oleh kegelapan!!

    fuuh,, jangan ampe deh saya ngalamin yg kaya’ gitu,,

    Berarti keputusan seseorang untuk mempunyai pasangan itu emang bener-bener harus dipertimbangkan,, jangan asal ambil..

    Untung keluargaku ga ada sejarah selingkuh-menyelingkuhi,, semoga saja gak terjadi padaku..


    Alhamdulillah dan AMIEN then ^_^

  76. isal said

    heheheh… gak deh selingkuh. Btw obatnya anti selingkuh adalah:
    1. Kalau buat suami : sang istri harus memberkan service terbaik. Dandan yang terbaik perkataan yang baik. di tempat tidur baiknya berpakain yang super seksi. Insya Allah suami gak akan selingkuh atau mikir mau selingkuh. gak akan. Sumpeh deh..

    2. Kalau buat istri: Sang suami harus mencukupkan kebutuhan lahir bathinnya. Terutama uang belanja jangan kurang. Sang suami harus bantu istri mengurus anak dan mengusrus ruamh tangga. sang suami harus sering-seringmemberikan pujian dan tidak memberikan kata2 yan gmenyninggung. Karena beda ya kalau wanita itu psikologis sekali. sekali berantem suka gak mau.

    Dmeiian lah semoga kita terjerumus oleh bahaya zina. Ya Allah lindungi kami ya.

    AMIEN… amien…

  77. masmoemet said

    kalo ngeLINK blog ituh ga termasuk kategori selingkuh kan jeung ??? :mrgreen:

  78. permasalahannya, manusia kdg2 butuh sebuah tantangan yang bisa memacu adrenalin. hidup yang gitu2 aja kdg bikin bosen, hohohoho! :twisted:

  79. selingkuh itu gampang gampang susah
    ada seninya
    ada deg degannya
    pokoknya klo sukses selingku ada kepuasan
    tapi jangan di biasain

    *itu saya kutip dr tmn2ku lo…

  80. wieda said

    bagus jeng tulisannya…
    “selingkuh” satu kata yg pasti membuat sakit…tapiiii juga harus dilihat latar belakangnya…kenapa harus terjadi perselingkuhan?
    menurut saya ini yaaa : sebuah perkawinan itu (walau mereka yakin berdasar suatu agama tertentu) tetap BUKAN suatu perjalanan yg mudah, butuh perjuangan, pengorbanan dan yg jelas saling “respect”.
    Tapiiii kadang ketika rasa lelah melanda keduanya, maka seringkali mereka butuh “oranglain” yg bisa membuat batin mereka merasa “bernilai” lagi…
    “selingkuh” memang menyakitkan salah satu pasangan….tapiiii…kadang “selingkuh” itu bisa membuka mata betapa yg terbaik itu adalah pasangan kita….suami ato istri yg telah diberikan Allah pada kita

    jangan takut menikah jeng, dalam pernikahan selalu butuh perjuangan untuk penyesuaian diri ..(dua hati dengan otak yg berbeda cara berfikir dan bertindak yg di “paksa” untuk bersama mengarungi hidup)
    menikah bukan suatu yg mudah..tapi menyenangkan….

  81. yakhanu said

    emang terus terang jika kita melakukan sesuatu dengan bukan pasangan kita emang terasa beda..tapi itu semua tipu daya aja…..

  82. Nin said

    He… ujung-ujungnya tulisannya beratnya juga non…
    Ngomong apa ya….?

    Beidewei, fotonya cakep… (yang atas lho)
    Kalo yang ayam… hehe… kesian bener ya…

  83. selingkuh.
    nggak akan terjadi kalo pegangan agamanya kuat
    *celingkuan cari pegangan* :roll:

    mudah sebenernya…
    cuma memang perubahan jaman membuat semuanya begitu menggoda.
    bukan hanya pada orang, tapi juga benda :(

  84. vieny said

    yaiksss

    selingkuh?
    gamauuuu!
    gamau selingkuh dan gamau diselingkuhi

    emuh emuh emuhhhhhhh

  85. nung said

    pokoknya yg namanya selingkuh ga bisa di tolerir lagi
    g ada maaf, karna selingkuh adalah sebuah pangkhianatan BESAR

  86. ahsani taqwiem said

    ga bisa comment karena bisa dibilang saya sedang menjalani yang namanya perselingkuhan, hiks…
    melukai sih, tapi too complicated,,,
    salam kenal.
    tabik!

  87. yudhi_dharma said

    bagi aku selingkuh selalu akan membawa kebahagian, disanalah adrenalin kita berpacu untu mencari suatu hal baru yang lebih menarik… tapi ketangkap basah atau ketahuan adalah suatu hal yang tidak membawa kebahagiaan…

    kesimpulannya teruslah selingkuh jangan sampai ketangkap basah… karena selingkuh tidak akan pernah merusak suatu hubungan…. ketangkap basahlah yang akan merusak suatu hubungan tersebut…

    Selingkuh adalah suatu bumbu kehidupan yang tampa di sengaja akan di lalui dan dinikmati oleh anak manusia… tergantung dari kita menyikapi bagaimana arti selingkuh..

    bagi gwe tidak akan pernah menyalahkan pasangan gwe selingkuh.. tapi tiada ampun bagi pasangan gwe yang ketangkap basah…. sama juga begitu sebaliknya terhadap gwe… semoga bisa di pahami…

  88. universitashidup said

    Tema selingkuh tetap digemari sepanjang masa. Nggak tahu mulai kapan selingkuh itu timbul.

  89. jchan said

    setuju. tolak selingkuh… tentang segala bentuk poligami..

  90. [...] sekali. Banyak juga hal jelek yang dibawa juga oleh si facebook ini… Salah satunya adalah perselingkuhan yang jadi makin memungkinkan dengan adanya facebook ini! Teman yang cerita… Mama yang juga [...]

  91. Bang Aswi said

    Makanya, ada aturan jangan main dengan api kalau tidak mau terbakar. Makanya ada aturan jangan memandangnya atau jangan sentuh kulitnya kecuali yang mahram. Aturan ini, kendati klise dan sederhana ternyata pengaruhnya LUAR BIASA!

    Saya pun sedang belajar, kendati sulitnya LUAR BIASA karena godaan di luar begitu … heuh! Ya Allah….

  92. [...] itu? Mencoba mencari yang terbaik, mungkin adalah termin yang masih akan saya benarkan. Tapi kalau “selingkuhlah”… memangnya tidak pernah terpikir bahwa itu akan jadi suatu kebiasaan yang akan terpelihara hingga [...]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment