Maaf…

Saya benci dirinya. Saya benci dia yang selalu bicara seenaknya. Saya benci dia yang membuat saya merasa tidak berharga. Saya benci kata katanya yang menyakiti hati. Saya benci pada dirinya yang tidak pernah puas. Saya benci dirinya yang membuat saya merasa tidak berguna. Saya benci padanya yang selalu membalikkan satu kata dari saya jadi sejuta racun yang membuat saya makin membencinya. Saya benci padanya yang selalu bisa mengeluarkan hal yang jelek dari diri saya. Saya benci dirinya yang seegois itu tapi mengatakan bahwa saya yang egois. Saya benci dirinya yang menuntut saya tapi mengatakan bahwa dia tidak pernah mengharapkan apa apa dari saya. Saya benci dirinya yang menyalahkan orang yang meninggalkannya padahal makin kesini saya makin mengerti kenapa semuanya terjadi padanya. Saya benci padanya yang merasa paling susah di dunia. Saya benci padanya yang selalu mengatakan salah pada pilihan saya. Saya benci padanya yang menyumpahi saya. Saya benci padanya yang tidak pernah mendengarkan saya. Saya benci padanya yang membuat saya menangis kemarin, besok, dan hari ini. Saya benci padanya karena saya merasa berdosa saat membencinya, yang punya titel tiga huruf paling besar di dunia saya, I, B dan U

.

82 Comments »

  1. Balisugar said

    Maaf kalau kedatangan saya tak berkaitan dengan komen yah, cuma mau bilang link mu dipindahkan dulu ke blog ku yang satunya soalnya tadi siang page rank ku menurun dari 4 jadi 2 karena terlalu banyak memberi link.

  2. Balisugar said

    Blog mu ku link di http://jeblog.balisugar.com

  3. Mbelgedez said

    Owgh…

    Page Rank penting yak ???

  4. Wempi said

    WaDuh…

  5. Zee said

    Benci sama ibu? Ini serius ya.

  6. aminhers said

    Neng tasa ulah sok kitu bisi kawalat

  7. wew… kenapa juga mbak natazya jadi sewot begini? kebencian itu sebenarnya ditujukan kepada siapa? kok IBU? ah, yang bener aja!

  8. ridwhan SQ said

    dan….
    aku menari-nari
    di depanmu yang berdiri mematung

    dan….
    kuajak biru langit ikut berdendang
    di depanmu yang sedang cemberut

    dan….
    aku terpanggang panas jantungmu
    tubuhku nyaris hangus

    matikan..
    matikan..
    matikan
    api di jantungmu
    aku jadi tak bisa menari…!

    dan bolehkan aku buatmu lega?

  9. galih said

    kamu benci, tapi kamu mencintainya kan :)

  10. neng fey said

    ups, nona… baikan lagi dong…

  11. theloebizz said

    weleeeeehhh…kok bisa ribut ma nyokapnyah>>>???

    *dihormati seorang ibu bukan krn dia telah mendidik atau membesarkanmu, tp krn dialah yg telah melahirkanmu ke dunia*

    ;)

  12. GR said

    PAS sekali!
    Gitu juga seperti yg aku rasain sama I.B.U-ku..

    Tapi,,,
    Saya belajar
    bahwa membenci seseorang sama saja dengan membenci diri sendiri…

    Begitu pun sebaliknya…

    :?

  13. masmoemet said

    istighfar mbak :)

  14. “Saya benci padanya karena saya merasa berdosa saat membencinya”

    - Sebuah renungan yang sangat dalam.
    I B U, I LUV U

  15. Yari NK said

    Apakah warna merah pada font postingan ini juga melambangkan kebencian itu??

  16. Yoyo said

    # Saya benci padanya yang menyumpahi saya…..

    waduh disumpahi seperti apa Neng ? jangan berbalik menyumpahi, ya ! bisi kawalat, ok ?

  17. edy said

    kalo emang ibu salah, membencinya bukan cara yg tepat untuk ngingetin dia

  18. Kita memang tak pernah tahu apa maksud I B U dengan semua kecaman, dan kata-kata yang membuat kita mengalirkan air mata, tapi percayalah ia ingin yang TERBAIK untuk kita….

  19. wah..benci ama siapa mbak ??
    jangan marah2 dong, ntar jelek loh ;)

  20. FAD said

    Benci tapi rindu…eh itu lagu siapa ya…Diana Nasution Kali…

  21. benci sewajarnya saja
    jangan2 nanti malah cinta :lol:

  22. wennyaulia said

    sabar, mbak….sabar… :mrgreen:

  23. sy41ful said

    Sebesar apapun kebencian yang kita lontarkan terhadapnya… semakin kita mencintainya.. karna yang mengalir di tubuh kita adalah sama dengan sesuatu yang mengalir ditubuhnya…

    IBU, kenapa kita harus membencinta hanya karna tindakkannya, kata-katanya, sikapnya, sifatnya, atau kejelekkan lain yang ketahui tentangnya…. jika benar adanya… tapi belum seberat saat dia melahirkan kita kedunia…

    Bukankah anda juga wanita? 9 bulan 10 hari anda di dalam kandungannya, dengan segala kondrat yang ia ada sehingga pada saat anda mahu dilahirkan, ia bertarung dengan maut. Bahkan dia rela nyawanya di pertaruhkan untuk memberikan nyawa kepada anda… jadi kenapa anda harus benci?

    Kebencian anda tidak ada arti apa-apa ketimbang pengorbanannya pada anda… ingat… berapapun jeleknya dia, dia tetap seorang IBU….

  24. Andai AKU adalah IBU …

    Kembalikan AIR SUSU itu….pada si empu-Nya
    Kembalikan PERIH dan LARA…pada si empu-Nya
    Kembalikan Tetesan KERINGAT dan DARAH…pada si empu-Nya

    Heks..heks…
    Jangan-jangan saking CINTANYA pada IBU, Nata menyampaikan semua KEBENCIAN kepada IBU

    Bukankah BENCI = BENar-BENar CInta…???

  25. tehaha said

    terharu saya..
    ingat ibu nun jauh disana..
    nice post..!!
    ;)

  26. natazya said

    makasih buat santri gundhul… rasanya itu merangkum semua yang mau saya tanggapi buat yang bertanya di atas…

    maaf ya… memilih buat tidak menanggapi komen satu satu buat postingan yang satu ini…

    terima kasih ^_^

  27. tintin said

    mbak – mbak sabar .. :)
    ingatlah ta’at pada ibu dalamhal yang ma’ruf adalah WAJIB ..

    so kalo ada perselisihkan diskusikan dengan baik dan sabar .. dan jelaskan denganbaik .. jangan sampai menyinggung perasaannya ..

    ingatlah ridho ALLAH melalui ridho ortu .. dan ada yang mengatakan surga di bawah telapak kaki ibu .. semoga anda tidak emembencinya hingga mengakar kepada hati ..

    ingatlah jika anda punya anak dan anda dibenci oleh anak anda ..

    so .. introspeksi .. dan bersabar ..

    just heling you .. if u wanna consult this problem .. i’d love try to help .. :)

    regards ..

  28. Jingga said

    hai nat, mungkin lagi kesel aja. tapi masak sampe benci ??? deep in your heart , i’m definitely you never do :) .
    ntar kalo tiba saatnya kamu mengungkapkan perasaanmu sama ibu, pasti bakal mehek2 deh .
    give yourself time….coz sometimes time is all we need :)

  29. benazio said

    serius lo ? IBU ? ckck ga bole lah,, benci ga boleh lama2 juga .. hooho

  30. natazya said

    ah ya… jangan salah… menulis ini pun saya menangis…
    dan membacanya lagi sambil mengingat apa yang saya rasakan waktu menulis, cukup buat bikin lagi dan lagi menangis…

  31. Chic said

    auuuuuh… bingung mo komen apa.
    Ibu juga manusia, ga luput dari kesalahan… Emang ga bisa didiskusiin ya?

  32. azaxs said

    hmm… saya milih no comment aja mbak…

  33. fisha17 said

    Ada apa inih ada apah??? :oops:

  34. carra said

    mmmm… aku sih malah emang menangkap yg lain yg tersirat di postingan ini :) ga tau kenapa kok memang ada kontradiksi apa yg ditulis dengan apa yg kayaknya dialami sama Nata…

    Nice post Nata…

    bener2 ngungkapin rasa hati… suka banget aku bacanya…

  35. Amoy said

    habis berantem sama mama ya..

    aku juga kemaren. huks. langsung pengen kabur dari rumah tapi habis itu ujan gede..

    huhu. ga dibolehin sama tuhan kayaknya

  36. verri4 said

    ibu 3 hurup yang tak kan pernah terlupa..
    3 huruf yang akan membuat hati tenang..
    3 huruf yang akan membuat kita bahagia..
    3 huruf yang akan selalu terpatri dalam dalamnya memori kehidupan..

  37. HILMAN said

    Corry gak berani comment banyak Ta….merenung dulu yah !!

  38. yusdi said

    wow sabar,,sabar…..tarik nafas,,trus ngucap deh…..

  39. Agus't said

    wew…ini beneran?
    Ibu yang mengandung kita khan..yang merawat kita , yang membesarkan kita..sampai kita bisa sepertis sekarang ini..wajar donk kalau ibu sekali-kali marah ke kita…
    Amarahnya sudah diluapin di blog ini ya..skarang uda baikkan lagi khan.!!!!kalau belum cepat-cepat baikkan ntar kualat loh…:)
    Emank masalahnya apa kok bisa sampai benci gitu….Dikira aku tadi benci ama pasangannya..:)
    Surga ada di telapak kaki ibu lho…

    Thanks

  40. dafhy said

    k’bs benci ma ibu mbak….surga dibawah telapak kaki ibu lho :-)

  41. insansains said

    Di sengaja atau tidak, tulisan ini memang ditulis dengan perasaan campur aduk. Amarah, rasa tersudutkan, terhakimi, ada pula rasa kasih, penyesalan, dan banyak rasa lainnya. Terlihat kontras dari isi dan judulnya. Hm.. tapi ada sesuatu yang menarik! Saya ajak menyelami dunia matematik yach…!!!

    Tahu gak berapa kali mba menyebutkan kata ’saya benci’. Di sadari atau tidak, itu ditulis diawal tiap kalimat. Dan berjumlah (fantastis) 17 kali. Dan kalau mba mau menghitung, ada 189 kata yang ditulis dalam postingan ini. Percaya gak? (kecuali kalau diubah). Lalu ada yang unik pula pada judulnya, kata ‘MAAF’, ada 4 huruf, tapi ditambahkan dengan 3 titik. Sehingga judulnya sekarang menjadi 7 huruf/karakter. Dan satu lagi..! objek yang diceritakan disini adalah ‘IBU’, 3 karakter.

    Jadi :
    17 = kata benci (bil prima)
    189 = susunan kata
    7 = judul (bil. prima)
    3 = objek yang ditulis (bil. prima)

    Ok.. kita sudah dapat adonan, sekarang tinggal ‘memasaknya’ :
    189 / 3 = 63
    63 terdiri dari 6 dan 3, jika dijumlahkan 6 + 3 = 9
    17 / 7 = 2 sisa 3
    ambil angka 2,
    kalikan sisanya (angka 3) dengan 7 untuk menggenapkan :
    3 * 7 = 21

    Kita akan mendapatkan susunan : 9 – 2 – 21

    Apakah arti 3 susunan angka tersebut. Ternyata, jika kita mau mengurutkan A = 1, B=2, C=3, dst. Susunan tersebut merangkai sebuah kata yang luar biasa, I – B – U.

    Hm.. ajaib…!

    Btw… saya juga mau ngasih hadiah, bagi mereka2 yang dilahirkan dari seorang ibu (special untuk pemilik blog ini). Sebuah animasi flash, tentang seorang ibu, bisa di download di :
    sini, atau di halaman Free Download blog saya.

    Trima kasih. Tulisan ini, menjadi inspirasi hari ini untuk menulis esok hari.

  42. AngelNdutz said

    humm…jadi terharu…kecintaan yg terlampau dalam yg buat mbak nulis inih yah…Ndutz jg cintah bgt ma Bunda Ndutz

  43. lainsiji said

    :mrgreen:

    cuma bisa ngucapin: sing sabar yo…

  44. BanNyu said

    Surga di telapak kaki ibu lho ya …..

  45. ven said

    yah cukup mengerti…terkadang yg dewasa tdk memahami bahwa…menjadi orangtua tdk berarti memiliki anak sepenuhnya…cukuplah..membesarkan dan mendidiknya…tdk hrs memiliki jg setiap harapan disamakan dg harapan2 pribadi…tp sungguh betapa sulitnya memisahkan antara berusaha mendidik dan memaksakan kehendak yg menurut pandangan kacamata orangtua itu yg terbaik…

    jd yg sabar ya nat…yg ada dipikiran I B U cm yg terbaik untuk anaknya…pasti susah yah…bisa ngrasain…

  46. gajahkurus said

    nggak mungkin deh benci beneran hehehe…

  47. Adhit said

    janganlah kau buat kebencian itu sebagai boomerang yg akan merugikan km.
    apa lg membenci IBU, itu adalah hal yg tak mungkin. berfikirlah berulang2 jika itu emg bner2 terjadi. karena ridlo Ibu adalah Ridlo Allah, n Benci Ibu adalah Benci Allah. oleh karena itu jgn sampe km membenci seorg IBU. :)

  48. Mau menangis silakan…
    Sehari lagi ketawa lagi ya…

  49. goop said

    semua memiliki cara tersendiri untuk membenci dan mencinta…
    bila berkenan silakan ke sini

  50. selamat hari ibu
    :D

  51. agoyyoga said

    Saking bencinya sampai perlu font merah ya, kenapa gak sekalian pake huruf besar semua? Peace!

  52. latree said

    believe it or not. saya bisa (sedikit) mengerti ‘kebencian’ yang kadang timbul pada IBU atau BAPAK kita. tapi sungguh, sebenci-bencinya pada orang tua, kita akan selalu bisa menemukan sesuatu yang bisa melunturkan itu semua.
    begitu mudah saya menulis tentang BAPAK. ketika mencoba menulis tentang IBU, saya kesulitan mendapatkan kenangan manis, yang ada yang ’seram-seram’… tapi ketika saya temukan satu kenangan manis, tiba-tiba saja mengalir sendiri begitu banyak keindahan tentang IBU…. (sayang belum selesai…)
    *dan saya menangis ketika menulis keduanya*

  53. langitjiwa said

    bocah kecil itu merindukan malam hening.
    di malam hening ia melihat senyum Ibu hadir
    dimana ada senyum Tuhan menghias pada wajah Ibu.

  54. arizane said

    tapi sayah tidak benci anda hehehe…

  55. nenyok said

    salam
    Non Nata, entah knp sy kok sgt merasakan kata2mu di atas dan kalau begitu biasanya saya menangis, keluar sebentar, kemudian mengambil air wudhu dan adukan semuanya kepada-Nya, hingga tak merasa begitu terluka dan kata maaf lah yang bisa membuatmu lebih bahagia.

  56. Hasan Seru said

    benci = cinta…

  57. musa said

    aku benci kamu

  58. bebaskan dirimu
    ekspresikan aksimu
    tulis saja kebencianmu
    katakan pada dunia betapa marahnya kamu

    dan sampaikan

    betapa PEMAAFnya diriMU

  59. enggar said

    Tidak ada manusia yang sempurna ‘kan? Memaafkan memang sulit tapi bukan berarti tidak bisa.

  60. chatoer said

    hmmmm… curcol dirimu tadi siang diangkat ke blog juga…
    Ingat jangan ampe keterusan ya, yg sudah ya sudahlah

    akhirnya pulang jam berapa, ga keujanan kan

  61. yakhanu said

    waduh mbak jangan kau tanam kan kebencian di hatimu
    kebencian adalah malapetaka buat kita sendiri di hari nanti…

  62. Raffaell said

    wah kebanyakan benci nya nih, hidup dengan haters yang sangat tinggi itu gak bagus….. bisa di bilang kita itu jadi lemah, lemah terhadap diri

    ahh kalo mengkritik nanti di benci pula….

    *kabuuur*

  63. Zul ... said

    Benci itu biasa. Yang luar biasa bila diungkapkan dengan kemarahan, bahkan daya menghancurkan.

    Selamat menikmati kebencian, mumpung masih punya nyali untuk benci.

    Tabik!

  64. Andre said

    Setuju….I,B dan U itu terkadang membuat sedih…tapi membuat kita semakin terluka ketika kita membencinya…tapi…sesuatu yang luar biasa yang I, B dan U pernah lakukan adalah MELAHIRKAN kita…isn’t AMAZING?

  65. Zulmasri said

    aduh…

    orang bijak bilang, kalau cinta ya seperlunya (yg wajar). kalau benci, ya seperlunya juga.

    tapi benci ibu?
    aduh… (jangan ya…)

  66. SQ said

    salam kenaaaaal.. :-) :mrgreen: thanks 4 de visit, berkunjung ke Hanggadamai saya ketemu judulnya samaa..

  67. warmorning said

    saya benci dengan semua orang yang saya kenal karena gak pernah berusaha untuk membenci saya :D

  68. Donny Reza said

    Mbak, cetak tulisan ini … kasihin ke dia :D

  69. Tigis said

    BAPAK benci kamu soalnya kamu ndak bikin posting-an buat BAPAK :)

    anyway, yg kamu bilang bener semua. Mgkin sudah menjadi bagian inherent dr seorang ibu utk melakukan semua itu krn kasih sayangnya. Tiap ibu mesti juga punya standard tentang manusia yg baik, yg belon tentu sama dgn standard kita. Terlebih dgn beranjaknya umur dan perkembangan zaman.

  70. indra1082 said

    serem euy…………
    gak ikut2an ah….
    sabar neng………..

  71. I B U, 3 huruf membentuk satu pribadi hangat, kuat, hebat dan sangat penyayang. pantaskah ia dibenci?

  72. senny said

    sabar, bu!
    oh ya… ini mungkin bakalan terdengar klise tapi…

    sebenci apa pun kita sama ibu kita… kita nggak bakalan bisa mangkir dari kenyataan kalo dia itu orang tua kita, orang yang bikin kita bertahan sampai segede ini…
    jadi… waktu lo benci nyokap lo, coba pikirin lagi beribu-ribu kali!

    btw, I beer there drunk that (eh maksdunya been there done that) bedanya, gue benci bukan karena dia menuntut gue tapi karena keputusan yang telah dia pilih… dan sampai sekarang… kalo diinget2 gue pengen banget marah tapi ya… l;ike I told u before, ada yang harus dipikirin lagi

  73. suci said

    gw pernah ngerasain hal yang sama

  74. mutiatun said

    Aku bingun dengan maknanya….

  75. Popi said

    Bo! bo! lu di akhir kan menulis I,B,U yaa, dan gw butuh waktu 5 menit siah untuk mencari2 kepanjangan dari kata itu, gw kira lu mencantumkan huruf2 singkatan gitu, ternyata…IBU ahahahaha! ya oloooo, dasar gw eror yaa, yang mudah kok dibuat susah ahahaha. Eh eh…kalo nyokap lu meninggal tiba2, lu bakal sedih gak?

    YA JELAS LAH!! gila luw :p gw ini sedang marah saja… tapi yah… gitulah… u know… *secara gw curhat melulu kan?* :p

  76. ichanx said

    hus hus… jangan gitu ah…… gak baek…. :)

  77. jeunglala said

    perasaan negatif tidak akan bikin hidup kita lebih nyaman.
    itu aja :D

  78. Ikkyu_san said

    ne … ne… (bahasa jepang loh)…

    kalo udah legaan
    tanya deh sama ibu
    gimana dulu dia sama ibunya
    nenek kamu
    mungkin si nenek kata kuncinya
    krn dia digituin sama nenek kamu
    maka dia gituin kamu
    atau malah kebalikan
    karena dia tidak digituin nenek (tidak dikerasin)
    jadinya dia kerasin kamu

    kalo aku ngga bisa tanya
    karena ibuku tidak beribu
    meninggal wkt dia umur 3 th
    jadi aku tahu apa yang dia lakukan murni darinya.
    ibu juga manusia
    yang lahir dari seorang ibu
    dan kelak kalo kamu jadi ibu, semua akan teringat kembali
    hubungan kamu, anakmu, ibumu, dan nenekmu
    thats life. (jadi inget circle of life nya Lion King)

    and time will heal the wound. gambatte ne…

  79. adie said

    heits,. sastra tingkat tinggi,. ini salah satu alasan kenapa aku lebih memilih komik daripada novel :p

    *pusing*

  80. Since said

    Ibu emang sering membuat kita berjuta rasa.

    Aku ‘gak kesasar, emang tujuannya ke sini :)
    ‘lam kenal balik.

  81. tapi yakinlah…
    ibu adalah seorang paling pemaaf di dunia ini
    seberappaun besarnya kesalahan kita
    seberapapun besarnya acuhnya kita pada beliau
    kasih ibu sepanjang masa :)

  82. [...] Bukan juga karena teman si ibu yang namanya Peter datang melulu ke rumah dan agak agak tidak tahu waktu sampai lewat jam 10 malam, sekalipun katanya buat membetulkan pc yang dalam satu bulan sudah dua kali di format ulang. Erh… bukan sepenuhnya bukan tentang beliau sih, karena pada akhirnya selalu kembali lagi padanya. [...]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment