Saya benci dirinya. Saya benci dia yang selalu bicara seenaknya. Saya benci dia yang membuat saya merasa tidak berharga. Saya benci kata katanya yang menyakiti hati. Saya benci pada dirinya yang tidak pernah puas. Saya benci dirinya yang membuat saya merasa tidak berguna. Saya benci padanya yang selalu membalikkan satu kata dari saya jadi sejuta racun yang membuat saya makin membencinya. Saya benci padanya yang selalu bisa mengeluarkan hal yang jelek dari diri saya. Saya benci dirinya yang seegois itu tapi mengatakan bahwa saya yang egois. Saya benci dirinya yang menuntut saya tapi mengatakan bahwa dia tidak pernah mengharapkan apa apa dari saya. Saya benci dirinya yang menyalahkan orang yang meninggalkannya padahal makin kesini saya makin mengerti kenapa semuanya terjadi padanya. Saya benci padanya yang merasa paling susah di dunia. Saya benci padanya yang selalu mengatakan salah pada pilihan saya. Saya benci padanya yang menyumpahi saya. Saya benci padanya yang tidak pernah mendengarkan saya. Saya benci padanya yang membuat saya menangis kemarin, besok, dan hari ini. Saya benci padanya karena saya merasa berdosa saat membencinya, yang punya titel tiga huruf paling besar di dunia saya, I, B dan U
.















Balisugar said
Maaf kalau kedatangan saya tak berkaitan dengan komen yah, cuma mau bilang link mu dipindahkan dulu ke blog ku yang satunya soalnya tadi siang page rank ku menurun dari 4 jadi 2 karena terlalu banyak memberi link.
Balisugar said
Blog mu ku link di http://jeblog.balisugar.com
Mbelgedez said
Owgh…
Page Rank penting yak ???
Wempi said
WaDuh…
Zee said
Benci sama ibu? Ini serius ya.
aminhers said
Neng tasa ulah sok kitu bisi kawalat
Sawali Tuhusetya said
wew… kenapa juga mbak natazya jadi sewot begini? kebencian itu sebenarnya ditujukan kepada siapa? kok IBU? ah, yang bener aja!
ridwhan SQ said
dan….
aku menari-nari
di depanmu yang berdiri mematung
dan….
kuajak biru langit ikut berdendang
di depanmu yang sedang cemberut
dan….
aku terpanggang panas jantungmu
tubuhku nyaris hangus
matikan..
matikan..
matikan
api di jantungmu
aku jadi tak bisa menari…!
dan bolehkan aku buatmu lega?
galih said
kamu benci, tapi kamu mencintainya kan
neng fey said
ups, nona… baikan lagi dong…
theloebizz said
weleeeeehhh…kok bisa ribut ma nyokapnyah>>>???
*dihormati seorang ibu bukan krn dia telah mendidik atau membesarkanmu, tp krn dialah yg telah melahirkanmu ke dunia*
GR said
PAS sekali!
Gitu juga seperti yg aku rasain sama I.B.U-ku..
Tapi,,,
Saya belajar
bahwa membenci seseorang sama saja dengan membenci diri sendiri…
Begitu pun sebaliknya…
masmoemet said
istighfar mbak
namakuananda said
“Saya benci padanya karena saya merasa berdosa saat membencinya”
- Sebuah renungan yang sangat dalam.
I B U, I LUV U
Yari NK said
Apakah warna merah pada font postingan ini juga melambangkan kebencian itu??
Yoyo said
# Saya benci padanya yang menyumpahi saya…..
waduh disumpahi seperti apa Neng ? jangan berbalik menyumpahi, ya ! bisi kawalat, ok ?
edy said
kalo emang ibu salah, membencinya bukan cara yg tepat untuk ngingetin dia
paragraphdalamhujan said
Kita memang tak pernah tahu apa maksud I B U dengan semua kecaman, dan kata-kata yang membuat kita mengalirkan air mata, tapi percayalah ia ingin yang TERBAIK untuk kita….
Okta Sihotang said
wah..benci ama siapa mbak ??
jangan marah2 dong, ntar jelek loh
FAD said
Benci tapi rindu…eh itu lagu siapa ya…Diana Nasution Kali…
achoey sang khilaf said
benci sewajarnya saja
jangan2 nanti malah cinta
wennyaulia said
sabar, mbak….sabar…
sy41ful said
Sebesar apapun kebencian yang kita lontarkan terhadapnya… semakin kita mencintainya.. karna yang mengalir di tubuh kita adalah sama dengan sesuatu yang mengalir ditubuhnya…
IBU, kenapa kita harus membencinta hanya karna tindakkannya, kata-katanya, sikapnya, sifatnya, atau kejelekkan lain yang ketahui tentangnya…. jika benar adanya… tapi belum seberat saat dia melahirkan kita kedunia…
Bukankah anda juga wanita? 9 bulan 10 hari anda di dalam kandungannya, dengan segala kondrat yang ia ada sehingga pada saat anda mahu dilahirkan, ia bertarung dengan maut. Bahkan dia rela nyawanya di pertaruhkan untuk memberikan nyawa kepada anda… jadi kenapa anda harus benci?
Kebencian anda tidak ada arti apa-apa ketimbang pengorbanannya pada anda… ingat… berapapun jeleknya dia, dia tetap seorang IBU….
Santri gundhul said
Andai AKU adalah IBU …
Kembalikan AIR SUSU itu….pada si empu-Nya
Kembalikan PERIH dan LARA…pada si empu-Nya
Kembalikan Tetesan KERINGAT dan DARAH…pada si empu-Nya
Heks..heks…
Jangan-jangan saking CINTANYA pada IBU, Nata menyampaikan semua KEBENCIAN kepada IBU
Bukankah BENCI = BENar-BENar CInta…???
tehaha said
terharu saya..
ingat ibu nun jauh disana..
nice post..!!
natazya said
makasih buat santri gundhul… rasanya itu merangkum semua yang mau saya tanggapi buat yang bertanya di atas…
maaf ya… memilih buat tidak menanggapi komen satu satu buat postingan yang satu ini…
terima kasih ^_^
tintin said
mbak – mbak sabar ..
ingatlah ta’at pada ibu dalamhal yang ma’ruf adalah WAJIB ..
so kalo ada perselisihkan diskusikan dengan baik dan sabar .. dan jelaskan denganbaik .. jangan sampai menyinggung perasaannya ..
ingatlah ridho ALLAH melalui ridho ortu .. dan ada yang mengatakan surga di bawah telapak kaki ibu .. semoga anda tidak emembencinya hingga mengakar kepada hati ..
ingatlah jika anda punya anak dan anda dibenci oleh anak anda ..
so .. introspeksi .. dan bersabar ..
just heling you .. if u wanna consult this problem .. i’d love try to help ..
regards ..
Jingga said
hai nat, mungkin lagi kesel aja. tapi masak sampe benci ??? deep in your heart , i’m definitely you never do
.
ntar kalo tiba saatnya kamu mengungkapkan perasaanmu sama ibu, pasti bakal mehek2 deh .
give yourself time….coz sometimes time is all we need
benazio said
serius lo ? IBU ? ckck ga bole lah,, benci ga boleh lama2 juga .. hooho
natazya said
ah ya… jangan salah… menulis ini pun saya menangis…
dan membacanya lagi sambil mengingat apa yang saya rasakan waktu menulis, cukup buat bikin lagi dan lagi menangis…
Chic said
auuuuuh… bingung mo komen apa.
Ibu juga manusia, ga luput dari kesalahan… Emang ga bisa didiskusiin ya?
azaxs said
hmm… saya milih no comment aja mbak…
fisha17 said
Ada apa inih ada apah???
carra said
mmmm… aku sih malah emang menangkap yg lain yg tersirat di postingan ini
ga tau kenapa kok memang ada kontradiksi apa yg ditulis dengan apa yg kayaknya dialami sama Nata…
Nice post Nata…
bener2 ngungkapin rasa hati… suka banget aku bacanya…
Amoy said
habis berantem sama mama ya..
aku juga kemaren. huks. langsung pengen kabur dari rumah tapi habis itu ujan gede..
huhu. ga dibolehin sama tuhan kayaknya
verri4 said
ibu 3 hurup yang tak kan pernah terlupa..
3 huruf yang akan membuat hati tenang..
3 huruf yang akan membuat kita bahagia..
3 huruf yang akan selalu terpatri dalam dalamnya memori kehidupan..
HILMAN said
Corry gak berani comment banyak Ta….merenung dulu yah !!
yusdi said
wow sabar,,sabar…..tarik nafas,,trus ngucap deh…..
Agus't said
wew…ini beneran?
Ibu yang mengandung kita khan..yang merawat kita , yang membesarkan kita..sampai kita bisa sepertis sekarang ini..wajar donk kalau ibu sekali-kali marah ke kita…
Amarahnya sudah diluapin di blog ini ya..skarang uda baikkan lagi khan.!!!!kalau belum cepat-cepat baikkan ntar kualat loh…:)
Emank masalahnya apa kok bisa sampai benci gitu….Dikira aku tadi benci ama pasangannya..:)
Surga ada di telapak kaki ibu lho…
Thanks
dafhy said
k’bs benci ma ibu mbak….surga dibawah telapak kaki ibu lho
insansains said
Di sengaja atau tidak, tulisan ini memang ditulis dengan perasaan campur aduk. Amarah, rasa tersudutkan, terhakimi, ada pula rasa kasih, penyesalan, dan banyak rasa lainnya. Terlihat kontras dari isi dan judulnya. Hm.. tapi ada sesuatu yang menarik! Saya ajak menyelami dunia matematik yach…!!!
Tahu gak berapa kali mba menyebutkan kata ’saya benci’. Di sadari atau tidak, itu ditulis diawal tiap kalimat. Dan berjumlah (fantastis) 17 kali. Dan kalau mba mau menghitung, ada 189 kata yang ditulis dalam postingan ini. Percaya gak? (kecuali kalau diubah). Lalu ada yang unik pula pada judulnya, kata ‘MAAF’, ada 4 huruf, tapi ditambahkan dengan 3 titik. Sehingga judulnya sekarang menjadi 7 huruf/karakter. Dan satu lagi..! objek yang diceritakan disini adalah ‘IBU’, 3 karakter.
Jadi :
17 = kata benci (bil prima)
189 = susunan kata
7 = judul (bil. prima)
3 = objek yang ditulis (bil. prima)
Ok.. kita sudah dapat adonan, sekarang tinggal ‘memasaknya’ :
189 / 3 = 63
63 terdiri dari 6 dan 3, jika dijumlahkan 6 + 3 = 9
17 / 7 = 2 sisa 3
ambil angka 2,
kalikan sisanya (angka 3) dengan 7 untuk menggenapkan :
3 * 7 = 21
Kita akan mendapatkan susunan : 9 – 2 – 21
Apakah arti 3 susunan angka tersebut. Ternyata, jika kita mau mengurutkan A = 1, B=2, C=3, dst. Susunan tersebut merangkai sebuah kata yang luar biasa, I – B – U.
Hm.. ajaib…!
Btw… saya juga mau ngasih hadiah, bagi mereka2 yang dilahirkan dari seorang ibu (special untuk pemilik blog ini). Sebuah animasi flash, tentang seorang ibu, bisa di download di :
sini, atau di halaman Free Download blog saya.
Trima kasih. Tulisan ini, menjadi inspirasi hari ini untuk menulis esok hari.
AngelNdutz said
humm…jadi terharu…kecintaan yg terlampau dalam yg buat mbak nulis inih yah…Ndutz jg cintah bgt ma Bunda Ndutz
lainsiji said
cuma bisa ngucapin: sing sabar yo…
BanNyu said
Surga di telapak kaki ibu lho ya …..
ven said
yah cukup mengerti…terkadang yg dewasa tdk memahami bahwa…menjadi orangtua tdk berarti memiliki anak sepenuhnya…cukuplah..membesarkan dan mendidiknya…tdk hrs memiliki jg setiap harapan disamakan dg harapan2 pribadi…tp sungguh betapa sulitnya memisahkan antara berusaha mendidik dan memaksakan kehendak yg menurut pandangan kacamata orangtua itu yg terbaik…
jd yg sabar ya nat…yg ada dipikiran I B U cm yg terbaik untuk anaknya…pasti susah yah…bisa ngrasain…
gajahkurus said
nggak mungkin deh benci beneran hehehe…
Adhit said
janganlah kau buat kebencian itu sebagai boomerang yg akan merugikan km.
apa lg membenci IBU, itu adalah hal yg tak mungkin. berfikirlah berulang2 jika itu emg bner2 terjadi. karena ridlo Ibu adalah Ridlo Allah, n Benci Ibu adalah Benci Allah. oleh karena itu jgn sampe km membenci seorg IBU.
tukangobatbersahaja said
Mau menangis silakan…
Sehari lagi ketawa lagi ya…
goop said
semua memiliki cara tersendiri untuk membenci dan mencinta…
bila berkenan silakan ke sini
sluman slumun slamet said
selamat hari ibu
agoyyoga said
Saking bencinya sampai perlu font merah ya, kenapa gak sekalian pake huruf besar semua? Peace!
latree said
believe it or not. saya bisa (sedikit) mengerti ‘kebencian’ yang kadang timbul pada IBU atau BAPAK kita. tapi sungguh, sebenci-bencinya pada orang tua, kita akan selalu bisa menemukan sesuatu yang bisa melunturkan itu semua.
begitu mudah saya menulis tentang BAPAK. ketika mencoba menulis tentang IBU, saya kesulitan mendapatkan kenangan manis, yang ada yang ’seram-seram’… tapi ketika saya temukan satu kenangan manis, tiba-tiba saja mengalir sendiri begitu banyak keindahan tentang IBU…. (sayang belum selesai…)
*dan saya menangis ketika menulis keduanya*
langitjiwa said
bocah kecil itu merindukan malam hening.
di malam hening ia melihat senyum Ibu hadir
dimana ada senyum Tuhan menghias pada wajah Ibu.
arizane said
tapi sayah tidak benci anda hehehe…
nenyok said
salam
Non Nata, entah knp sy kok sgt merasakan kata2mu di atas dan kalau begitu biasanya saya menangis, keluar sebentar, kemudian mengambil air wudhu dan adukan semuanya kepada-Nya, hingga tak merasa begitu terluka dan kata maaf lah yang bisa membuatmu lebih bahagia.
Hasan Seru said
benci = cinta…
musa said
aku benci kamu
ILYAS AFSOH said
bebaskan dirimu
ekspresikan aksimu
tulis saja kebencianmu
katakan pada dunia betapa marahnya kamu
dan sampaikan
betapa PEMAAFnya diriMU
enggar said
Tidak ada manusia yang sempurna ‘kan? Memaafkan memang sulit tapi bukan berarti tidak bisa.
chatoer said
hmmmm… curcol dirimu tadi siang diangkat ke blog juga…
Ingat jangan ampe keterusan ya, yg sudah ya sudahlah
akhirnya pulang jam berapa, ga keujanan kan
yakhanu said
waduh mbak jangan kau tanam kan kebencian di hatimu
kebencian adalah malapetaka buat kita sendiri di hari nanti…
Raffaell said
wah kebanyakan benci nya nih, hidup dengan haters yang sangat tinggi itu gak bagus….. bisa di bilang kita itu jadi lemah, lemah terhadap diri
ahh kalo mengkritik nanti di benci pula….
*kabuuur*
Zul ... said
Benci itu biasa. Yang luar biasa bila diungkapkan dengan kemarahan, bahkan daya menghancurkan.
Selamat menikmati kebencian, mumpung masih punya nyali untuk benci.
Tabik!
Andre said
Setuju….I,B dan U itu terkadang membuat sedih…tapi membuat kita semakin terluka ketika kita membencinya…tapi…sesuatu yang luar biasa yang I, B dan U pernah lakukan adalah MELAHIRKAN kita…isn’t AMAZING?
Zulmasri said
aduh…
orang bijak bilang, kalau cinta ya seperlunya (yg wajar). kalau benci, ya seperlunya juga.
tapi benci ibu?
aduh… (jangan ya…)
SQ said
salam kenaaaaal..
thanks 4 de visit, berkunjung ke Hanggadamai saya ketemu judulnya samaa..
warmorning said
saya benci dengan semua orang yang saya kenal karena gak pernah berusaha untuk membenci saya
Donny Reza said
Mbak, cetak tulisan ini … kasihin ke dia
Tigis said
BAPAK benci kamu soalnya kamu ndak bikin posting-an buat BAPAK
anyway, yg kamu bilang bener semua. Mgkin sudah menjadi bagian inherent dr seorang ibu utk melakukan semua itu krn kasih sayangnya. Tiap ibu mesti juga punya standard tentang manusia yg baik, yg belon tentu sama dgn standard kita. Terlebih dgn beranjaknya umur dan perkembangan zaman.
indra1082 said
serem euy…………
gak ikut2an ah….
sabar neng………..
sekotak sereal said
I B U, 3 huruf membentuk satu pribadi hangat, kuat, hebat dan sangat penyayang. pantaskah ia dibenci?
senny said
sabar, bu!
oh ya… ini mungkin bakalan terdengar klise tapi…
sebenci apa pun kita sama ibu kita… kita nggak bakalan bisa mangkir dari kenyataan kalo dia itu orang tua kita, orang yang bikin kita bertahan sampai segede ini…
jadi… waktu lo benci nyokap lo, coba pikirin lagi beribu-ribu kali!
btw, I beer there drunk that (eh maksdunya been there done that) bedanya, gue benci bukan karena dia menuntut gue tapi karena keputusan yang telah dia pilih… dan sampai sekarang… kalo diinget2 gue pengen banget marah tapi ya… l;ike I told u before, ada yang harus dipikirin lagi
suci said
gw pernah ngerasain hal yang sama
mutiatun said
Aku bingun dengan maknanya….
Popi said
Bo! bo! lu di akhir kan menulis I,B,U yaa, dan gw butuh waktu 5 menit siah untuk mencari2 kepanjangan dari kata itu, gw kira lu mencantumkan huruf2 singkatan gitu, ternyata…IBU ahahahaha! ya oloooo, dasar gw eror yaa, yang mudah kok dibuat susah ahahaha. Eh eh…kalo nyokap lu meninggal tiba2, lu bakal sedih gak?
YA JELAS LAH!! gila luw :p gw ini sedang marah saja… tapi yah… gitulah… u know… *secara gw curhat melulu kan?* :p
ichanx said
hus hus… jangan gitu ah…… gak baek….
jeunglala said
perasaan negatif tidak akan bikin hidup kita lebih nyaman.
itu aja
Ikkyu_san said
ne … ne… (bahasa jepang loh)…
kalo udah legaan
tanya deh sama ibu
gimana dulu dia sama ibunya
nenek kamu
mungkin si nenek kata kuncinya
krn dia digituin sama nenek kamu
maka dia gituin kamu
atau malah kebalikan
karena dia tidak digituin nenek (tidak dikerasin)
jadinya dia kerasin kamu
kalo aku ngga bisa tanya
karena ibuku tidak beribu
meninggal wkt dia umur 3 th
jadi aku tahu apa yang dia lakukan murni darinya.
ibu juga manusia
yang lahir dari seorang ibu
dan kelak kalo kamu jadi ibu, semua akan teringat kembali
hubungan kamu, anakmu, ibumu, dan nenekmu
thats life. (jadi inget circle of life nya Lion King)
and time will heal the wound. gambatte ne…
adie said
heits,. sastra tingkat tinggi,. ini salah satu alasan kenapa aku lebih memilih komik daripada novel :p
*pusing*
Since said
Ibu emang sering membuat kita berjuta rasa.
Aku ‘gak kesasar, emang tujuannya ke sini
‘lam kenal balik.
ghaniarasyid™ said
tapi yakinlah…
ibu adalah seorang paling pemaaf di dunia ini
seberappaun besarnya kesalahan kita
seberapapun besarnya acuhnya kita pada beliau
kasih ibu sepanjang masa
Bumi Gonjang Ganjing « If its Not So Important To U, Well It Is For Me said
[...] Bukan juga karena teman si ibu yang namanya Peter datang melulu ke rumah dan agak agak tidak tahu waktu sampai lewat jam 10 malam, sekalipun katanya buat membetulkan pc yang dalam satu bulan sudah dua kali di format ulang. Erh… bukan sepenuhnya bukan tentang beliau sih, karena pada akhirnya selalu kembali lagi padanya. [...]