Apakah Saya Orang Baik ???
Waktu ditanya kenapa saya pulang cepat sekali, dengan mudahnya bilang “Mau beberes rumah nih! Kan merangkap PRT juga”, ternyata disahuti “Yah… sekarang sama nyokap disuruh suruh, bentar lagi ma laki deh kalo dah nikah”. Weits… iseng saja saya bilang “Engga dong! Ntar mah laki gw yang jaga rumah! Dia aja yang beberes!”
Biasa… tidak ada yang istimewa dan bermakna.
Jadi tidak biasa waktu tiba tiba bos kami yang urun bicara *seperti biasanya hobi menyambar begitu saja* “Ah maneh mah mana mungkin ngagawekeun salaki….” dan berbicara beberapa kalimat lagi yang saya lupa apa, tapi lanjutannya itu… “Da laki mah nu penting tanggung jawab! Yang lainnya bonus kalo kata orang mah. Tapi da kalo kata saya mah proses.”
Langkah yang sudah hampir mantap menuju keluar kantor jadi terhenti di depan ruang kerja pak GM saya.
“Iya da selama ini yang sama kamu kan belum tanggung jawab. Yang penting mah tanggung jawab sama pilihannya. Tanggung jawab sama kamu karena dia sudah milih kamu. Nah… yang lain lainnya nanti berjalan sesuai proses. Pengalaman say amah begitu dan saya memang yakin begitu”, dengan wajah 39 tahunnya yang kadang saya lihat kebapakkan.
“Yah… ya… marilah! Cowo bertanggung jawab datanglah”, saya cuma menyahut asal sambil tertawa, karena mereka tidak ada yang tahu saya sedang bersama siapa sekarang toh.
Satu kalimat pamungkas sebelum pulang yang menohok hati tiba…
“Nanti juga ada, da orang baik pasti dapet yang baik. Kamu orang baik kan Tasya?”, dengan senyum yang sama seperti dulu waktu saya menghadap ke kantornya karena cuti siaran beberapa kali setelah berakhirnya hubungan dengan seseorang yang jelasnya tidak punya tanggung jawab dan menangis dengan kata kata yang keluar dari mulut yang sama, “Kamu orang yang unik. Kamu pasti bisa bertahan sebagaimana selama ini kamu menjalani hidup kamu. Kamu terlalu berharga. Jangan biarkan yang begini menganggu kamu.”
Saya tidak menangis tadi sore.
Tapi jadi terdiam dan bertanya sendiri. Ya Robbi… apakah saya orang baik? Dan teringat pada banyak dosa yang hari ini saja… yang kemarin… yang kemarin lagi… seminggu ini…. sebulan ini… selama ini….
Robbi, baik yang bagaimana yang bisa dibilang baik buat mendapatkan seseorang yang juga baik dan bisa bertanggung jawab atas pilihannya yaitu saya, seperti yang dibilang oleh Pak Tata?
Apakah saya sudah cukup baik? Ataukah karena saya bukan orang baik maka sampai sekarang saya tidak dapat orang yang baik? Apakah saya layak dapat yang baik? Baik itu seperti apa? Baik yang bagaimana?
Dan teringat pada seseorang yang saat ini sedang entah apa yang belakangan mengisi hidup saya dan niatnya katanya buat seterusnya. Hey kamu, apakah kamu orang baik? Apakah kamu kelak akan bertanggung jawab? Bertanggung jawab pada pilihanmu? Bertanggung jawab padaku?
Belum bisa jawab…
Baiklah.
Satu PeeR lagi dari hari ini.





