Archive for April, 2008

My Jonah is So Damn Complex!

...wondering...

like a slap in the face

that’s just exactly what i felt read a few line from a godamn heavy book *after swearing all over again at my damn skripsi and feeling desperate plus extremely sad* called INTERPERSONAL DINAMIC and found myself drowning on Maslow’s pages…

he said *to his students actually*”Do you plan to be a psychologist?” “Well, yes!’ “Are you in training to be a mute or and inactive psychologist? What’s the adventage of that? That’s not a good path to self-actualization. No, you must want to be a first class psycholoist, meaning the best, the very best you are capable of becoming. If you deliberately plan to be less than you are capable of being, then I warn you that you’ll be deeply unhappy for the rest of your life. You will be evading your own capacities, your own possibilities.”

As if he was talking to me back then. And start to ask myself.. what kind of psychologist im planning to be? or do i even still got that plan to be godamn psychologist? do i have the guts? do i really be able to push myself to reach my peak?

ever heard of The Jonah Complex? It is a partly a justified fear of being torn apart, of losing control, of being shattered and disintegrated, even being killed by the experience. Great emotions after all can in fact overwhelm us.

Truth it is… and i do believe that the biggest fear of mine is a fear of success, thou i never know exactly how’s it gonna be when i succeed… in every aspect of live, love, all!

aaaaaaaaah….

LORD… let me be what’s best from me… AMIEN…

Comments (34)

HERAN

Sudah lama juga perempuan itu melupakan si lelaki. Lelaki aneh yang singgah sejenak dalam hidupnya, mewarnainya dengan warna cerah tapi belakangan lebih banyak kelam hingga akhirnya menghitam. Lelaki yang tidak sama sekali punya kesamaan dengan si perempuan hingga akhir masa mereka tiba. Lelaki yang meninggalkan si perempuan untuk seorang perempuan lain yang berbeda dengan perempuan itu, perempuan lain yang mungkin dilihat lelaki itu lebih cantik, lebih bebas, lebih punya kesamaan dengan si lelaki.

Baiklah…

Si perempuan mengalah dan melangkah

Tapi yang terjadi hari ini membuat si perempuan tidak habis pikir. Ketika si lelaki datang dan meminta bantuannya. Ketika si lelaki meminta untuk lekas memberinya. Ketika si lelaki yang setelah dua bulan lebih tidak pernah lagi menderingkan nada apapun di ponsel si perempuan, tiba tiba hari ini menderingkannya. Ketika si perempuan menatap deretan angka di ponselnya yang hanya berbeda satu digit dengan miliknya. Ah… masih dipakai juga rupanya.

Dan si perempuan makin heran ketika setelah bantuan yang dimintanya tidak jadi diberikan pada si lelaki, malam ini si lelaki memanggil si perempuan dengan nama yang hanya ingin didengarnya dulu. Bukan sekarang. Bukan malam ini. Dan lagi lagi… dengan memanggil si perempuan dengan panggilan yang sekarang terasa menggelikan, si lelaki meminta bantuan. Kali ini bantuan yang lain lagi. Namun si perempuan tetap heran. Kenapa si lelaki menganggap si perempuan akan membantunya?

HERAN

Ya. Si perempuan heran. Dan merasa bahwa dirinya lebih memilih berdosa tidak membantu hambaNya daripada harus berhubungan lebih jauh lagi dengan lelaki itu apapun caranya. Daripada disangka masih peduli pada lelaki itu yang telah membuang kesempatannya. Si perempuan heran. Heran saat si lelaki terus mengajaknya bicara yang tidak ingin disimaknya, atau bahkan hanya sedikit didengarnya. Si perempuan HERAN! Si perempuan ingin teriakan satu kalimat saja buat si lelaki yang memprotesnya karena katanya si perempuan sekarang sudah berbeda. Si perempuan ingin teriakan satu kalimat pada si lelaki yang entah kenapa tidak lekas pergi seutuhnya dari kehidupannya. Si perempuan ingin teriakan satu kalimat pada si lelaki yang lagi dan lagi mengganggunya.

“LOE MENGHARAPKAN APA SIH?”

Sudah.

Itu saja.

Comments (50)

Berlalu Begitu Saja…

sambil mendengarkan Jonathan Rhys Meyer bernyanyi Moondance dengan seksinya berulang kali

Hari ini berlalu begitu saja entah apakah cukup berarti atau tidak. Paling tidak saya sudah berusaha ke kampus tetangga mencari referensi sebagaimana yang orang lain usulkan, sekalipun pada akhirnya tidak ditemukan. Paling tidak hari ini rumah saya rapi dan bersih karena akhirnya meluangkan waktu buat bebersih rumah dengan seksama, sekalipun bau kucing yang pipis entah dimana dengan sangat durjananya belum bisa hilang. Paling tidak hari ini yoga dan mencoba pakai spa suite biar lebih terlihat hasilnya, sekalipun sudah hampir dua bulan yoga dan memang belum nampak manfaat apa apa. Paling tidak saya tidak down terlalu lama dan melakukan sesuatu hari ini.

Paling tidak…………………………………………..

Comments (10)

SELAMAT HARI KARTINI PEREMPUANKU

And they said today’s KARTINI’S DAY!

Apa sih istimewanya hari Kartini? Oh ya… bukannya saya bertanya pada Anda yang mungkin lebih mengerti apa istimewanya ya, saya bertanya pada diri saya sendiri. Ya, apa istimewanya hari Kartini?

Dulu… ibu kita Kartini yang waktu kecil Harum namanya itu memang sangat dihormati dan dihargai. Jelas. Sebagai pembawa kemajuan bagi perempuan di Indonesia, dengan slogan bagus sekali Habis Gelap Terbitlah Terang yang meningkatkan derajat perempuan Indonesia.

Sudah terang atau belum ya sekarang? Sudah bisa dibilang bisa menemukan jalannya sendiri dan bukannya berjalan tertatih tatih sambil meraba di kegelapan belum ya para perempuan? Saya tidak tau.

Karena memang saya bukan perempuan yang terlalu peka pada perempuan lainnya yang ada di muka bumi ini. Yang saya sering lihat hanya perempuan yang kali ini lagi dan lagi tidak ada yang jadi wakil di Pilkada, tapi konon kabarnya merupakan jumlah pemilih terbanyak dan banyak yang memilih HADE karena ganteng dan disukai mereka oh ya? Sebatas itu saja?. Yang saya sering lihat di infotainment lagi dan lagi perempuan yang banyak sekali dicekal oleh pemerintahlah atau tokoh agama lah karena terlalu binal dan dikhawatirkan mendukung pornografi dan pornoaksi. Yang saya masih sering juga lihat di tv perempuan yang entah dirinya PSK atau justru diperkosa. Yang sering saya dengar kabarnya perempuan yang konon kabarnya jadi korban KDRT apapun bentuknya. Yang sering diceritakan yang begituan.

Wah wah. Tapi perempuan di sekitar saya sih tidak. Perempuan di sekitar saya? Perempuan yang dengan berani jadi istri pertama dari keluarga poligami dan dengan kebesaran hatinya yang walaupun kadang bocor juga membesarkan 4 orang anak dengan suami yang hanya hadir kadang kadang saja. Ada juga perempuan yang di usia muda menyandang gelar janda beranak satu tapi dengan kepala tegak menghadapi dunia dan tidak peduli pada mulut usil yang perlu disekolahkan dan tetap berprestasi sebagai PR di sebuah tempat besar di Jakarta sana. Perempuan perempuan lalin yang pintar dan punya kepribadian yang terintegrasi dengan sangat baik sehingga membentuk karakter yang kuat dan membuatnya tegar sekalipun mungkin saja dalamnya rapuh, tapi saya tidak pernah melihatnya begitu. Perempuan cantik yang lulus sebagai sarjana Psikologi dengan IPK tinggi dan menolak punya pasangan bukan karena tidak mau, tapi tidak merasa harus cuma karena katanya perempuan 20sekian tidak pantas single. Perempuan yang calon dokter dengan pasangan yang sudah bertahun tahun bisa disejajarkan dengan hanya sopir pribadi. Perempuan yang sangat perempuan tetap tanpa lupa apa yang harus dijalani sebagai perempuan yang bereksistensi.

Ah… macam macam lah!

Dulu ibu Kartini pernah tidak ya berpikir kalau suatu hari nanti yang namanya gerakan emansipasi akan jadi sesuatu yang masih terus dan terus diperjuangkan? Belum akan berhenti karena belum juga dapat tempat yang pasti?

Bagaimana dengan perempuan yang ada dalam diri saya? Hay perempuanku sayang, kamu sudah jadi apa hingga hari ini? Perempuan yang satu ini tidak bisa memasak, mencuci masih harus dengan bantuan mesin, menyetrika mungkin sekali kurang rapi, tidak bisa berdandan, sama sekali tidak tahu cara menjahit, bisa kalau sekedar bebersih rumah tapi malasnya masih kebangetan! Hm… kurang perempuankah? Ya Tuhan… kata kurang perempuan itu sama bisanya menghasilkan ketawa najis yang sama seperti tiap ada yang bilang perawan kok… yang biasanya diikuti dengan “bangunnya siang mulu” atau “tidak bisa masak”. Lah… saya kan tetap perawan selama saya memang masih belum diperawani, sekalipun saya tidak bisa masak dan suka bangun siang. Kalau perawan bukan hal yang bisa abadi, jadi perempuan kan lain lagi. Saya tau saya akan tetap jadi perempuan yang sama sekalipun semua kekurangan itu saya pelihara. Saya tau saya akan tetap jadi perempuan sekalipun punya banyak mimpi yang muluk dan indah seputar cinta yang selalu saya pelihara. Dan bukan sebaliknya, saya punya banyak mimpi yang muluk dan indah seputar cinta karena saya perempuan! Jangan bodoh ah!

Kalau di radio saya tersayang dibilang PEREMPUAN BERSUARALAH¸ yuk mari bersuara! Apalah susahnya bersuara? Tinggal bicara. Tinggal ungkapkan rasa. Tapi kok masih banyak yang belum bisa ya? Ah… susah juga. Saya cukup bersyukur dengan semua suara yang mampu saya ucapkan sekalipun bagi sesiapa mungkin tidak ada artinya. Lha wong saya bersuara mewakili diri saya sendiri! Saya tau sekali belum mampu bicara bagi banyak perempuan. Tapi satu perempuan dalam diri saya ini yang saya janjikan akan selalu terwakilkan!

Oh ya… satu hal!

Di hari Kartini ini yang membuat saya berpikir tentang apa pentingnya dan apakah masih ada maknanya hari Kartini adalah sebuah sms yang saya terima untuk pertama kalinya mengucapkan selamat hari Kartini dengan sangat manisnya dan merupakan untaian kalimat paling manis yang saya dapat hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini dan tahun tahun sebelum ini. Hal yang membuat saya merasa sangat bersyukur saya adalah perempuan. Perempuan yang dicintai sekalipun belum siap mencintai. Karena buat saya pada akhirnya jadi perempuan mandiri memang bukan berarti harus sendiri. Saya tidak mau sendiri. Mungkin sekarang masih sendiri, waktunya belum tiba, tapi bukan hingga nanti.

SELAMAT HARI KARTINI PEREMPUANKU…

Comments (11)

Senang

Mungkin ini seharusnya tidak saya tuliskan karena sesungguhnya saya tidak sungguh sungguh ingin membaginya pada dunia. Belum tiba saja waktunya. Tapi saya sangat bahagia. Karena ada yang membuat saya merasa bahwa mungkin saja semua impian saya termasuk yang satu itu yang pada beberapa waktu yang lalu sempat saya bilang Ah… my ass lah! Tapi tiba tiba kemarin teringat kembali dan sebuah harapan yang memang sangat kecil bangkit lagi! Mungkin memang akan jadi nyata pada akhirnya? Hm… wishful thinking? Mungkin… tapi yang namanya sebuah impian yang sudah bertahun tahun lamanya kalau tiba tiba jadi nyata rasanya kebahagiaannya tidak akan pernah terkira ya? Buat saya, membayangkannya mungkin akan jadi nyata saja sudah SANGAT menyenangkan dan menghadirkan sebuah senyum yang bertahan sungguh lama. Saya tidak mau bilang apakah saya sungguh berharap atau tidak sekarang ini. Saya cuma mau bilang bahwa kemarin saat membayangkan dan seakan merencanakan hal itu akan terjadi sudah sangat memuaskan buat saya. Saya senang. Dan saya bersyukur untuk bisa merasa begini ya Robb. Tidak banyak embel embel. Saya senang. Titik.


Comments (1)

Wondering

Sudah bulan kelima… sebentar lagi kamu lahir, nak! Ah… ibu bingung! Bapak belum juga ketahuan dimana rimbanya. Nenekmu sedang sakit sakitan dan kata dokter harus dioperasi sebelum jadi tambah parah. Punya paman satu satunya tidak bisa diharapkan sama sekali. Masih juga hobi judi padahal kerja masih belum pasti! Belanja hari ini cukup sampai kapan ya? Ibu belum tahu bisa kerja sampai kapan. Kalau nanti cuti waktu melahirkanmu, bisa saja tiba tiba posisi ibu digantikan. Tapi kalau tidak cuti, entah apa ibu akan mampu atau tidak. Sekarang saja sudah sering hampir pingsan kelelahan dan kalau tidak diantar Mang Ujang pasti kemarin tergeletak pingsan di jalanan. Hm… semoga nanti kamu ga akan rewel dan menerima saja susu ibu apapun keluarnya ya. Harga susu gila gilaan! Ibu ga akan mampu, nak. Semoga saja air susu ibu nanti curah dan ga terlalu encer ataupun terlalu kental buat kamu hisap! Sampai rasanya semua rasa makanan sama karena selalu ditemani daun katuk sekarang ini tiap harinya! Ta apa apa lah… ibu rela! Yang penting demi kamu! Di dompet uang tinggal 157 ribu lagi. Padahal ini masih tengah bulan. Ibu bisa dapat uang tambahan dari mana ya? Dagang sekarang sudah susah, ga ada modalnya. Kok nama ibu ga keluar keluar ya di arisan rt? Duh! Semoga minggu depan waktu arisan ibu yang dapet deh! Tinggal bulan depannya lagi bikin alasan supaya ga arisan dirumah. Mau disuguhin apa? 30 ibu ibu kan lumayan juga! Eh, ini sudah sampai mana ya? Duh, nak! Kelewatan! KIRI MANG!

Comments (6)

heu heu heu

heheheu

hari ini melakukan hal yang sedikit berguna yaitu ikutan kopdaran sama BATAGOR alias BANDUNG KOTA BLOGGER!

hmm… kali ini mau beneran ikutan suatu komunitas dengan loyal ah!

Senang kenal orang baru… pengen punya banyak teman baru saja

Comments (3)

Older Posts »